
" waaaah!".
pantai, aku sudah lama sekali tidak merasakannya, ternyata tempat ini jauh lebih indah dari yang ku kira, pemandangan disini benar-benar sangat bagus, sangat cocok sekali untuk menenangkan pikiran.
" bagaimana?".
tanya Sofia sambil tersenyum ke arahku.
" pemandangan disini sangat indah, jauh dari yang ku kira!".
jawabku sembari memandangi pantai yang luas itu.
" baguslah jika kau menyukainya ".
ucap Sofia sambil menyiapkan kamera miliknya.
" sherla, lihat kesini ".
ucap Sofia yang sudah siap memotret ku.
" cis ".
ucapku sambil berpose.
" lihat-lihat fotoku ".
ucapku sembari mengambil kamera Sofia.
" bagaimana?".
tanya Sofia.
" bagus, aku akan menjadikanya wallpaper di handphone ".
ujarku yang kegirangan.
" baiklah, selanjutnya apa yang kita lakukan?".
tanya senior sambil melihat-lihat sekeliling.
" benar juga, disini sepi sekali ".
ucap aida.
" yah sepertinya kita datang terlalu awal ".
ucap Sofia sambil mengelus-elus kepalanya.
" memangnya jam berapa orang-orang datang biasanya?".
tanyaku dengan heran.
" orang-orang biasanya datang pada jam 9.00, sedangkan sekarang masih jam 8.45 ".
jawab aida sambil melihat jam pada handphone miliknya.
" astaga, berarti kita harus menunggu 15 menit ".
ucapku sambil menepuk dahiku.
" tidak jika kita melakukan sesuatu ".
ucap Sofia sambil menggelengkan kepalanya.
" kita akan melakukan apa?".
tanyaku.
" hmm ".
" bagaimana kalau bermain voli?".
ujar senior sambil menunjukan bal voli yang dia bawa.
" ide yang bagus ".
jawab sofia dengan semangat.
" eee, tapi aku tidak pandai bermain voli ".
ucapku sambil menggaruk kepalaku.
" tidak apa-apa, kami juga tidak pandai bermain voli ".
jawab Sofia sambil melirik ke arah aida.
" baiklah, kalau begitu kita bagi tim, sherla dengan Kevin, dan aku dengan aida ".
ucap Sofia sambil menarik tangan aida.
" ba, baiklah ".
aku benar-benar tidak pandai bermain apapun yang berkaitan dengan olah raga, tubuhku ini sangat mudah sekali lelah kalau olah raga, itulah alasannya aku lebih memilih untuk bermain musik.
" baiklah, bersiaplah ".
ucap Sofia yang sudah menyiapkan ancang-ancang untuk melakukan servis.
" hey senior, bagaimana kalau kau saja yang bermain ".
ucapku dengan wajah tegang.
" ayolah, ini sangat menyenangkan, kau hanya perlu menahan bolanya, dan jangan sampai jatuh ".
jawab senior sambil tersenyum ke arahku.
" mudah sekali kau bicara ".
ucapku dengan tatapan sinis.
__ADS_1
" ambil ini!".
ucap Sofia sambil memukul bola itu dengan sekuat tenaga.
" Haaa!!".
aku hanya memejamkan mataku sambil menutupi wajahku dengan tangan.
" plak!!".
tapi bola itu pas mengenai tanganku, dan terpental ke atas.
" baiklah, operan yang bagus, sekarang giliran ku ".
ucap senior sambil ancang-ancang melakukan smash.
" buugg!".
" poin satu untuk kita ".
ucap senior dengan girang.
" eh?".
" tadi itu blok yang sangat bagus, sherla ".
ucap senior sambil tersenyum ke arahku.
" wah, kau pandai juga sherla, padahal tadi bola kencang loh ".
ucap Sofia sambil menatapku dengan kagum.
" be, benarkah ".
ucapku sambil menggaruk-garuk kepalaku.
padahal itu cuman beruntung, hihi.
" baiklah, sekarang giliran ku ".
ucap senior sambil mengambil bolanya untuk melakukan servis.
" rasakan ini ".
" buuk!".
tapi aida dengan cepat berhasil menahan tembakan itu dengan tanganya.
" baiklah, sekarang giliran ku!".
ucap Sofia sambil melompat ke arah bola untuk melakukan smash.
" Trivela!".
" buukk!".
" AW!".
bola itu tepat mengenai wajahku dengan kencang, sampai membuatku jatuh tersungkur.
Sofia langsung berlari ke arahku dengan panik.
" sherla!, kau tidak apa-apa?".
tanya Sofia dengan cemas.
" ke, kepalaku pusing ".
ucapku sambil memegangi kepalaku.
" ayo, bawa dia ke rumah sakit ".
ucap aida dengan lantang.
" he tidak-tidak, aku tidak apa-apa, hanya cedera sedikit saja ".
ucapku mencoba untuk menenangkan mereka.
" aku benar-benar minta maaf, tadi itu terbawa suasana ".
ucap Sofia sambil menatapku dengan menyesal.
" ti, tidak apa-apa, itu hanya kecelakaan saja ".
ucapku sambil menenangkan hati Sofia agar tidak merasa bersalah.
" kita istirahat saja dulu, lukamu juga harus di obati agar tidak memar ".
ujar senior sambil menyiapkan karpet dan payung yang dia bawa.
kami memutuskan untuk beristirahat sejenak, sambil menunggu para pengunjung lain datang, astaga!, wajahku sudah seperti tersarug aspal, rasanya perih dan panas sekali.
" ini, kau harus mengompres wajahmu dengan ini ".
ucap senior sambil memberikan kain yang sudah dibasahi dengan air dingin.
" biar aku yang mengompres kan ".
ucap Sofia sembari mengambil kain itu dari senior.
" pejamkan matamu ".
ucap Sofia sambil melihat bagian yang memar di wajahku.
" pelan-pelan ".
ucapku sambil memejamkan mata.
" ini tidak sakit ".
ucap aida sambil mengelap wajahku dengan kain itu.
__ADS_1
" aw!, pelan-pelan ".
ucapku merintih kesakitan.
" bertahanlah ".
ucap Sofia sambil terus mengelapi wajah ku dengan kain itu.
" aw!, apakah hidungku mimisan?, rasanya sakit sekali ".
tanyaku sambil menahan rasa sakit.
" tidak, tapi hidung mu makin pesek ".
ujar Sofia sambil mencubit hidungku.
" aww!, kau mau menyakitiku!".
ucapku sambil melepaskan tangan Sofia dengan kesal.
" hihi, kau lucu sekali ketika marah ".
ucap Sofia yang terus usil padaku.
" bagaimana kalau kita makan dulu?".
ucap aida sambil mengeluarkan Snack yang Iyah bawa.
" benar juga, lagi pula aku belum sarapan ".
ucapku sambil mengeluarkan bekal yang di berikan oleh ibu.
" yah, kita harus mengisi tenaga kita untuk aktivitas selanjutnya ".
ucap Sofia sambil mengeluarkan bekal miliknya.
" selamat makan ".
wah, suasananya beda sekali saat makan disini, aku merasa hatiku menjadi lebih tentram dari biasanya, mungkin karena aku jarang sekali berkumpul bersama teman-teman, haaah, aku terlalu lama bersembunyi di dalam rumah, tapi aku benar-benar bersyukur sekali, aku bisa menemukan orang-orang yang sangat mengerti perasaanku.
" baiklah, apa yang akan kita lakukan setelah ini?".
tanyaku sambil membereskan bekal makananku.
" bagaimana kalau kita bermain voli lagi?".
jawab Sofia dengan tatapan jengkel padaku.
" kau mau membunuhku yah?".
ucapku dengan tatapan sinis.
" tentu saja, aku akan membunuhmu, hahaha ".
ucap Sofia sambil tertawa terbahak-bahak.
" hngggh ".
" hehe, maaf-maaf, aku hanya bercanda ".
ucap Sofia sambil menahan tawanya.
" bagaimana kalau kita berselancar?".
ucap senior dengan papan selancar di tangannya.
" kau bercanda?, tentu saja aku tidak bisa ".
ucapku dengan wajah cemberut.
" ayolah, aku akan mengajarimu ".
jawab senior sambil menarik tanganku.
" tunggu-tunggu, bagaimana nanti kalau aku tenggelam?".
tanyaku dengan wajah ketakutan.
" tenang saja, aku akan melindungimu ".
jawab senior sambil mempersiapkan papan selancarnya.
" psstttstt ".
" hey, apa yang kalian bicarakan?".
ucapku sambil menatap sinis aida dan Sofia.
" ti, tidak ada ".
jawab Sofia sambil melirik ke arah aida.
" hennngg ".
" aku tidak bisa senior ".
ucapku dengan wajah cemberut.
" ayolah, kau hanya-".
" hey lihat, para pengunjung itu sudah datang ".
ujar Sofia sambil menunjuk para pengunjung yang ramai itu.
" wah, mereka banyak sekali ".
ucapku dengan wajah terkejut.
" ta, tapi, kenapa kebanyakan wanita memakai bikini?".
ucapku dengan tatapan sinis.
__ADS_1
" begitu juga dengan kita ".
" apa?!".