Seniorku Yang Misterius

Seniorku Yang Misterius
PERUT YANG KOSONG


__ADS_3

" Tring ting ting ".


" hoaammm ". tak terasa sekali waktu sudah mulai pagi, itu hal yang baik karena akhirnya aku bisa terbebas dari penjara ini. aku ingin segera pulang, rumah sakit benar-benar sangat tidak nyaman.


" aduh!". aku tidak sengaja menyenggol kepala senior yang sedang tertidur di samping ku dengan posisi duduk. aku lupa, dia sudah semalaman disini menemaniku, lebih baik aku menunggu ibuku untuk datang saja menjemputku.


" aww ". senior langsung terbangun dari tidurnya, ini salahku, aku seharusnya lebih berhati-hati tadi. tapi ini bukan salahku juga sih, lagi pula salah senior tidur di sampingku.


" kau sudah bangun yah ". ucapku pura-pura untuk tidak merasa bersalah.


" rasanya kepalaku seperti di pukul batu ". ujar senior sambil memegangi kepalanya yang kesakitan.


ya ampun, aku hanya menyikut kepalanya dengan pelan, seperti di pukul batu dari mananya. senior pasti sudah tahu.


" aku tidak sengaja tadi, lagi pula kenapa kau tidur disini?, kau bisa tidur di lantai bukan ".


ucapku mencoba untuk tetap tegar.


" astaga, kau kejam sekali, padahal aku sudah menjagamu semalaman loh, kau sampai mingigau sambil menarik-narik rambutku ".


ucap senior dengan tatapan kesal.


mingigau?, apa pernah aku mengigau. senior pasti hanya mengarang cerita saja, bahkan Aida juga tahu kalau aku tidak pernah mengigau kalau sedang tidur. ini hanya akal-akalannya saja untuk meminta belas kasihan dariku.


" itu tidak mungkin, seumur hidup aku tidak pernah mengigau kalau tertidur, kalau memang apa buktinya?".


aku tahu aku ini orang agak ribet dan sedikit pemalas, tapi gini-gini juga aku wanita yang menjaga martabat loh. tidak akan ada pria yang bisa menyentuhku. kecuali senior.


" sherla!". tiba-tiba saja Aida datang dengan wajah yang begitu semangat, padahal hari kemarin dia baru saja mendonorkan darahnya untukku. Aida memang wanita kuat.


" Aida?, apa yang sedang kau lakukan disini, kau seharusnya beristirahat di rumah ". ucapku dengan tegas.


" aku ingin menjemputmu ". jawab Aida.


kenapa Aida yang menjemputku, memangnya


ibu pergi kemana, bukanya dia berjanji akan menjemputku hari ini.


" memangnya dimana ibu?, kenapa bukan dia saja yang datang menjemputku?". tanyaku dengan heran.


" ibumu bilang ada urusan penting sebentar, dia menyuruhku untuk datang kesini ". jawab Aida.


astaga ibu, dia orang yang paling panik ketika aku terjadi kenapa-napa, tapi dia juga orang yang selalu meninggalkanku ketika aku sudah sembuh. aku jadi heran sekali.


" aku sudah di beri izin oleh dokter, kau bisa pulang sekarang ".


baguslah kalau begitu, aku juga tidak mau lama-lama disini, aku mohon sherla, jadikan ini hari terakhir kau disini. aku harap tidak ada masalah lagi yang membuatku tergeletak disini.

__ADS_1


" kalau begitu aku juga akan pulang, jaga diri kalian baik-baik yah ". ucap senior sambil berdiri bersiap untuk pergi.


" tunggu!".


" apa?".


" senior, kau sudah menjagaku semalaman disini, kau pasti lelah dan juga lapar bukan?, ikutlah ke rumahku, aku akan membuatkan sarapan untukmu ". ucapku malu-malu.


ini semata-mata hanya untuk membalas budiku pada senior, dia sudah banyak sekali membantuku, dan aku juga harus memberikanya sesuatu bukan.


" baiklah, perutku juga sudah mulai kosong sejak kemarin ".


untunglah senior menyetujui ajakanku, pikiranku akan terus di hantui rasa bersalah jika dia menolaknya.


" hey Aida, kau tumben sekali sebaik ini ".


ucap Aida sambil menyenggol bahuku.


" tumben apanya, tiap hari juga aku selalu bersikap baik ". jawabku.


" lalu, kenapa saat berbicara dengan kevin pipimu selalu memerah?". tanya Aida dengan tatapan sinis.


Aida sudah kambuh dengan kebiasaanya yang selalu jengkel, jika aku terus menjawab itu hanya akan memperpanjang topik saja, lebih baik aku cari cara lain untuk memotong pembicaraan ini.


" kapan kita akan pulang dan menikmati makananya?, aku sudah mulai lapar sekali ".


" tenang saja, aku sudah memesankan taxi untuk kita pulang ".


baguslah, aku jadi tidak usah repot-repot untuk jalan kaki sampai rumah.


****


aku tidak sabar sekali sampai di rumah, aku akan memarahi ibuku habis-habisan. bercanda, aku tidak sabar untuk mengisi perutku yang lapar, tidak ada gunanya aku memerahi ibu, yang ada aku kena imbasnya.


" oh yah, ngomong-ngomong setelah kejadian kemarin, apa yang terjadi pada rumah tua itu?". karena terakhir kejadian yang kuingat adalah saat bom itu menghancurkan seisi rumah.


tapi senior sama sekali tidak menjawab, dia hanya mengedipkan matanya sambil melirik ke arah Aida. astaga, bagaimana aku bisa lupa, Aida pasti akan menyiapkan seribu pertanyaan jika aku melanjutkan perkataanku tadi.


" kejadian?, rumah tua?, apa yang sudah kalian lakukan saja disana?". tanya Aida yang langsung membuatku kaget. aku baru saja berpikir kalau Aida pasti akan menyiapkan seribu pertanyaan, aku baru mengucapkan beberapa kalimat dan dia sudah bersiap.


" eee, sebenarnya kita sedang melakukan ekspedisi, yah ekspedisi ". ucapku sambil memberi kode dengan mengedipkan mataku ke arah senior.


" waah, kenapa kalian tidak mengajakku?". ucap Aida dengan wajah cemberut.


" kau tidak ingat yah, kau sedang tidur waktu itu, aku tidak tega untuk membangunkanmu ".


jawabku.

__ADS_1


sepertinya Aida mempercayai ucapanku, baguslah, tapi aku jadi tidak tega juga sih membuat dia menjadi murung seperti ini. tapi mau bagaimana lagi, aku tidak ingin dia bernasib sama, seperti merlina.


" yasudah-yasudah, aku berjanji akan mengajakmu ke suatu tempat ".


" benarkah?, dimana?". tanya Aida yang langsung semangat.


" ada, aku akan mengajakmu nanti, hanya kita berdua oke?".


" oke!".


baiklah, sekarang perasanku sudah mulai lega, semoga saja aku ingat dengan janjiku ini, kalau tidak Aida akan cemberut padaku selama berjam-jam.


****


akhirnya sudah sampai juga dirumah, aku tidak sabar sekali untuk makan, semoga saja ibu sudah menyiapkan makananya untukku.


" ibu aku pulang!".


apa aku sekalian tanya juga yah kenapa ibu tidak menjemputku, itu selalu membuat perasaanku selalu kesal.


" ibu?". aneh sekali, saat aku membuka pintu, tidak aga seorangpun yang menyaut ucapanku, apa ibu sedang pergi yah?.


" haaah!". ibu juga tidak meninggalkan makanan untukku sama sekali. ibu kejam sekali.


" tidak apa-apa, ibumu pasti sangat sibuk, aku akan membuatkan makanan untuk kita ".


ucap senior mencoba untuk menenangkan ku.


" aku akan membantu ". ucapku sambil menyusul senior di dapur.


" aku akan bantu melihat saja, hehe ".


untung saja ada senior, ini semua akan lebih mudah karena dia juga pintar memasak, ini semua salah ibu, tega sekali dia tidak meninggalkan makanan sedikitpun di atas meja. giliran aku kenapa-napa, dia yang paling panik.


" waah, kau meningkat sangat drastis sekali kemampuan memasakmu ". ucap senior yang terkagum saat mencicipi sedikit makanan yang sudah kubuat.


" yah, aku hanya sering berlatih dengan ibuku ". jawabku malu-malu.


" kakekku pasti sangat senang sekali mencoba makanan buatanmu ini ".


" benar juga, apa aku boleh berkunjung ke rumahmu lagi?". tanyaku.


" kapan saja, dia pasti akan sangat senang saat sekali melihatmu, dia selalu menanyakan kabarmu, dan terkadang aku sering berbohong jika hal buruk terjadi menimpamu, kakekku sangat sangat suka sekali denganmu ".


" kenapa?".


" karena kau orang yang baik, sherla ".

__ADS_1


__ADS_2