Seniorku Yang Misterius

Seniorku Yang Misterius
DIA BERULAH LAGI!


__ADS_3

baiklah, aku harus menginap tempat ini beberapa hari, ini sudah kedua kalinya aku masuk rumah sakit, mungkin hanya sengsara disini beberapa hari saja. besok juga pasti aku akan sembuh.


tapi ini sudah jam delapan malam, dan mereka masih saja belum pulang ke rumah mereka masing-masing.


" ini sudah mau larut malam, apa kalian tidak pulang?". tanyaku saat melihat jam yang menempel di dinding rumah sakit.


" kami akan menemanimu sampai sembuh ".


jawab Sofia sambil tersenyum. mereka pasti akan menjawab seperti itu, tapi aku tidak ingin membuat mereka repot hanya karena ku saja.


" tidak, kalian tidak boleh repot-repot menemaniku, aku pasti akan sembuh kok ".


ucapku mencoba untuk meyakinkan mereka agar segera pulang.


" tapi, kami tidak merasa repot kok!". ucap Aida dengan wajah cemberut. aku mungkin bisa meyakinkan Sofia, tapi berbeda lagi dengan Aida, dia cukup keras kepala meskipun niatnya selalu baik, tapi dia tidak pernah memikirkan keadaanya sendiri.


" tidak Aida, aku sangat senang jika kau memang ingin menemaniku, tapi kau tahu bukan kalau kau baru saja mendonorkan darahmu untukku, kau harus beristirahat di rumah dengan cukup, pikirkan juga keadaanmu ". tegasku. aku harap perkataanku tadi bisa membuat hati Aida menjadi luluh dan mau mendengarkan ku.


" benar yang dikatakan sherla, kau harus memikirkan keadaanmu juga Aida, ibumu juga pasti akan sangat khawatir padamu ". lanjut ibu.


" benar, kau pasti juga sangat lapar bukan?, ibumu pasti sudah menyiapkan makanan yang enak malam ini untukmu ". tambah Sofia.


baguslah, akhirnya semua orang dapat mengerti juga jalan pikiranku, aku sudah banyak sekali merepotkan orang lain, aku tidak ingin mereka jatuh sakit hanya karena diriku.


" hmm, baiklah jika kalian memaksa, aku akan pulang dan beristirahat di kamar, tapi aku berjanji akan datang lagi besok ". ucap Aida dengan wajah sedikit lesu.


" ayo, aku akan mengantarmu ". ucap Sofia sambil merangkul tangan Aida dan mengajaknya pergi.


fiuh, sekarang hatiku sudah lega, sekarang yang tersisa di ruangan ini hanyalah senior dan ibu, senior juga pasti sangat lelah, aku juga harus menyuruhnya pulang dan beristirahat.


" senior-".


" tidak!, Kevin akan tetap disini dan

__ADS_1


menjagamu ". ucap ibu yang tiba-tiba saja langsung memotong ucapanku.


" apa?!, memangnya ibu mau pergi kemana?".


tanyaku dengan ekspresi terkejut.


" ibu akan pulang untuk beres-beres rumah, nanti juga besok ibu akan kembali ". jawab ibu sambil membereskan tasnya.


" tapi Bu, aku tidak enak dengan senior, aku tidak ingin merepotkanya lagi ". ucapku dengan wajah serius.


" tidak, aku tidak masalah kalau menginap disini ". ucap senior yang langsung memotong pembicaraan kami. aku tidak percaya dia akan mengatakan itu, dia sudah menghabiskan waktunya seharian, apa dia tidak lelah?.


" tunggu?!, kau jangan bercanda, apa kau tidak memikirkan tentang kondisimu saat ini?, apa kau tidak lelah, hah?!".


" Tante bisa pulang ke rumah, aku akan menjaga sherla dengan baik ". ucap senior yang sama sekali tidak mendengarkan perkataanku. ibu lagi, kenapa dia mengijinkan seorang pria untuk menjagaku, meskipun senior bukan orang yang buruk.


" terima kasih yah Kevin, kalau begitu ibu pergi dulu, ingat jaga diri kalian masing-masing, dah!". ucap ibu sambil melambaikan tangannya dan pergi meninggalkan kami. matilah aku, kalau memang seperti ini mah lebih baik memilih Sofia yang menemaniku.


labih baik, aku menghindarkan diri dari pandangannya, pura-pura tidur atau gimana asalkan tidak berbicara dengannya.


" tidak, aku hanya kesal saja kenapa kau selalu saja terus dekat denganku, bahkan di tempat manapun ".


" aku hanya melakukan apa yang di suruh ibumu, siapa lagi yang bisa menjagamu kalau bukan aku ". jawab senior dengan angkuh.


" kau tahu?, satu-satunya orang yang selalu ku buat repot adalah kau, kau sudah banyak sekali membantuku, aku tidak ingin merepotkanmu lebih banyak lagi ". ucapku sambil membuang muka.


membuat orang lain repot saja sudah membuatku hatiku menjadi tidak enak, aku mempunyai banyak sekali hutang Budi pada senior, aku Sama sekali tidak pernah membatunya sekali pun, dia terlalu baik.


" hey, kenapa wajahmu memerah?". tanya senior sambil melirik ke arah wajahku.


" eh, ti, tidak, aku hanya sedikit gerah saja, hehehe ". astaga, masa baru segini saja aku sudah salting, saat-saat berduaan dengannya membuat jantung ku langsung berdebar-debar.


" ouh, emmm, aku lupa ada hal yang ingin kutanyakan padamu, tentang lukamu itu, apa kau melawan pria itu?". tanya senior sambil menatapi luka lembam di wajahku yang di tutupi dengan perban.

__ADS_1


" aku, hanya ingin melindungi temanku ". jawabku. aku sampai menerima sepuluh pukulan lebih tadi. meskipun aku jatuh bangkit, tapi pukulan itu sangat sakit sekali.


" hhh, kau ini memang orang yang sangat aneh, kau sudah tau orang itu bisa saja membunuhmu, tapi kau masih saja mau melawanya tadi, kau tahu, jika aku tidak datang tadi, kau pasti sudah tidak ada ".


ucap senior sambil menepuk jidatnya.


" aku tidak peduli kau mau memanggilku aneh atau tidak, aku melakukan semua itu demi melindungi temanku!". jawabku dengan tegas.


" melindungi temanmu?, dia saja ingin membunuhmu ". ucap senior sambil tersenyum tipis.


benar, aku belum memberitahu kalau sebenarnya Sofia lah yang ingin menolongku, jika dia tidak ada, aku pasti sudah habis dan pria berandalan itu juga pasti tidak akan bisa di temukan.


" hey, kenapa kau diam?, kau tidak bisa menjawab?".


" kau tidak tahu, sebenarnya Sofia lah yang menyelamatkanku tadi, dia menyamar menjadi salah satu anggota dari pria berandalan itu, untuk membantu kalian menangkapnya ". jawabku.


Sofia mengatakan kalau dia lah yang memberikan beberapa kode dan GPS pada FBI, ini semua adalah berkat pemikiranya.


" kenapa dia tidak melaporkanya langsung pada kami?".


" itu karena mereka memasang penyadap di tubuh Sofia, dia tidak ingin rencananya langsung di ketahui ". jawabku dengan lantang dan penuh emosi.


" lagi pula aku juga sudah berjanji padamu bukan, aku akan membawa kembali teman-temanku yang sudah jatuh dalam kegelapan, meskipun Mereka sudah menjadi musuhku sekali pun ". ucapku dengan ekspresi serius.


senior langsung tersenyum ke arahku, sambil menunjukan sebuah kalung yang sangat tidak asing sekali bagiku.


" kalung itu?". itu adalah kalung semanggi yang pernah senior berikan padaku, tapi, aku tidak merasa membawa kalung itu, bagaiman kalung itu bisa ada di tangan senior.


" ini adalah kalung yang kuberikan padamu waktu itu, kalung ini mempunyai hak yang sangat berharga di dalamnya, hal berharga yang selalu menjadi incaran dan keinginan orang lain, tolong jaga Kalung ini sherla, jaga kalung ini dengan hatimu ". ucap senior sambil mengikatkan kalung itu di leherku. tapi kenapa rasanya canggung sekali, wajah senior begitu dekat sekali dengan wajahku.


" eee senior, bisa kah kau-". dia langsung mencium bibirku di saat aku lalai.gawat!, jantung rasanya mau mati, aku tidak bisa bernafas.


" haahhh, uhuk-uhuk ". akhirnya aku bisa bernafas lega setelah dia melepaskan bibirnya dariku.

__ADS_1


" kau masih mempunyai rasa yang sama ". ucap senior dengan senyumanya yang tengil.


" ckk, dasar laki-laki mesum, SENIOR!!".


__ADS_2