Seniorku Yang Misterius

Seniorku Yang Misterius
PENGORBANAN


__ADS_3

" DOORRR!!".


Sofia benar-benar melancarkan tembakanya, tapi anehnya, peluru itu tidak mengenaiku sama sekali, padahal jaraknya sangat dekat sekali, apa Sofia benar-benar meleset?.


" Aghh!, kenapa kau!". ternyata Sofia mengalihkan senjatanya ke arah pria berandalan itu, tapi bukankah mereka satu komplotan?, apa yang sebenarnya ada di pikiran Sofia saat ini.


" Sofia, kenapa kau-".


" kita adalah teman, itulah yang kau katakan lima menit sebelumnya, hhh, maaf yah sherla, aku membuatmu menangis seperti ini ". ucap Sofia yang langsung ucapanku, dia kembali menunjukan senyumanya seperti biasa.


" jadi, ini semua adalah rencana mu?!".


Sofia hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum ke arahku, aku sudah menduga kalau Sofia bukanlah orang jahat, aku yakin dia telah mempersiapkan rencana ini dari awal, tapi aku tidak tahu apa tujuan sebenarnya.


" nckk, kau pikir dengan peluru kecil seperti ini akan membunuhku ". ucap pria berandalan itu sambil mencabut peluru yang menempel di rompi yang digunakanya.


" dia memakai rompi anti peluru, aku tidak menduga dia bisa mempersiapkanya dari awal ". gumam Sofia sambil mengisi peluru pistol yang akan dia gunakan.


" aku sudah menduga kalau kau akan mengkhianati kami, aku memang tidak pintar, tapi aku tidak pernah mengulangi kesalahan yang sama, rumah ini adalah tempat terakhir bagi hidup kalian ". ucap pria berandalan itu menatap kami dengan penuh rasa amarah. dari kondisinya sekarang, pria itu jauh lebih kuat di banding saat melawan senior tadi, dia sepertinya sudah meningkat begitu jauh, bahkan kekuatannya bisa dibilang hampir sama dengan Jack Redvil.


" sherla, pergi dan carilah tempat yang aman, aku yang akan menghalaunya ". tegas Sofia sambil melepaskan tali yang mengikat di tanganku.


" tapi, bagaimana denganmu?, kita harus pergi dari sini bersama-sama!". ucapku dengan wajah terkejut.


" kau benar, kita bisa pergi bersama-sama, tapi jika dia tidak menghalangi jalan kita ".


jawab Sofia sambil menunjuk ke arah pria berandalan itu yang mulai berjalan mendekat ke arah kami.


" tapi, aku tidak ingin meninggalkanmu, aku juga akan melawan ". ucapku mencoba untuk memberanikan diriku.

__ADS_1


" hhh, kau tidak meninggalkanku sherla, dia hanya ingin mengincar dirimu, percayalah padaku, Teman ". Sofia hanya tersenyum dan terus membujuk ku untuk meninggalkannya sendirian disini. aku tidak tahu, tapi aku mempunyai firasat yang sangat buruk, ku mohon jaga dirimu Sofia.


aku tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, aku harap Sofia bisa selamat dan baik-baik saja. aku, selalu saja membuat orang lain terbebani, aku selalu saja menangis setiap menemukan sebuah masalah, aku hanya terdiam dan bisa melihat orang lain bertarung untukku, sampai kapan aku terus menjadi seperti ini!.


" aku harus menolong Sofia, benar!, aku bukanlah seorang beban, aku tidak akan membiarkan teman-temanku terluka lagi ".


aku langsung berlari menuju tempat dimana Sofia dan pria berandalan itu akan bertarung, namun saat sampai di sana, tempat itu sudah hancur berantakan, dan hanya menyisakan bercak darah yang sedikit di lantai.


" Sofia!, aku akan menolongmu, bertahanlah!".


saat berkeliling cukup lama, akhirnya aku menemukan mereka di ruangan yang cukup luas, sepertinya mereka bertarung begitu sengit sekali, tapi pria berandalan itu mengunggulkan pertarungan.


" uhuk-uhuk!, gawat, tubuhku semakin melemas ". ucap Sofia. yang sepertinya dia sedang menahan rasa sakit yang dia terima dari serangan yang dia terima.


" kau benar-benar mengecewakan Sofia, jika bos tau tentang soal ini, dia akan membuatmu tidak bisa berbicara dalam satu waktu satu Minggu ". ucap pria berandalan itu sambil berjalan mendekat ke arah Sofia


tanpa aba-aba, aku langsung berlari ke arah pria berandalan itu dengan tangan yang sudah mengepal dan siap untuk menghajar pria itu.


" tunggu sherla!, kau bisa-".


" BUUUKK!!".


aku benar-benar sangat ceroboh, pergerakanku sangat mudah dibaca dan pria berandalan itu langsung memukulku dengan sekuat tenaga tanpa ada rasa belas kasih sedikitpun.


" sherla!, bertahanlah, kau baik-baik saja?, sherla!". Sofia langsung berlari ke arahku dengan panik. pukulan itu langsung membuat jantungku seperti berhenti sesaat, tapi aku masih belum sampai disini, aku harus melindungi Sofia.


" aku, aku masih belum menyerah, pukulan itu tidak ada rasa apa-apanya untukku ". ucapku mencoba untuk bangkit meskipun dengan tubuh yang cukup kesakitan.


" nchh, tidak salah bos memilihmu, kau benar-benar tidak mengecewakanku, tapi kita akan lihat seberapa jauh kau akan bertahan ". ujar pria berandalan itu sambil menyiapkan kuda-kudanya.

__ADS_1


" tunggu sherla!, apa kau ini sudah gila!, kau tidak akan bisa mengalahkannya ". ucap Sofia dengan tegas dan menggenggam tanganku dengan erat.


" hhh, tenanglah Sofia, karena kali ini akulah yang akan melindungi mu ". jawabku dengan senyuman tipis.


aku langsung berlari ke arah pria berandalan itu sambil mengepalkan tanganku sekuat tenaga, namun, " BUUKK!!". serangan yang sama tepat mengenai wajahku sampai darah mulai keluar dari hidungku. namun itu tidak membuatku berhenti, aku langsung mencoba melancarkan kembali pukulanku. namun hal yang sama terus terulang, semua pukulan yang kulancarkan sama sekali tidak mengenainya sedikitpun, sekarang tubuhku benar-benar mati rasa, seranganya sangat kuat sampai membuat mulut dan hidungku keluar darah.


" Sherla!, hentikan semua ini!, kau bisa mati bodoh!!". ucap Sofia dengan lantang.


" a, ku, belum menyerah, ini semua tidak sebanding dengan penyesalan ku, aku tidak akan membiarkan mereka mati, aku akan melindungi semua teman-temanku ". tubuhku sudah tidak bisa bangkit lagi, ini sudah mencapai batas kemampuan ku.


" sofia, apa aku ini orang yang lemah?". tanyaku dengan kesadaran yang perlahan-lahan mulai menghilang.


" kau orang yang bodoh!, kenapa kau melakukan hal sejauh ini?!, kenapa kau ingin melindungi ku?, aku sudah mengkhianati mu ". ucap Sofia dengan air mata yang menetes sambil memelukku dengan erat.


" hhh, kalian membuatku tersentuh, tapi sayangnya ini akan segera berakhir ". pria berandalan berjalan ke arah kami sambil membawa sebuah kayu dengan ujung yang lancip.


" cukup!, hentikan semua ini, atau aku akan-".


" akan apa?!, kau mau melaporkanya pada seseorang?, bisa kau sebut namanya?". ucap pria berandalan itu dengan nada mengejek.


" aku tidak akan membiarkanmu!, pria Bodoh!". tegas Sofia.


" hhh, aku juga akan menghabisi mu ". pria berandalan itu langsung berjalan dengan cepat ke arah kami dengan wajah penuh emosi.


" tenanglah sherla, aku ada disini untuk melindungi mu ". ucap Sofia sambil memeluk tubuhku dengan erat.


" MATILAH KALIAN!!!".


" BRUUKK!!".

__ADS_1


tiba-tiba saja pria berandalan itu terpental sangat jauh seperti ada seseorang yang menyerangnya, dan saat kami membuka mata, kami melihat seorang pria dengan jubah berwarna hitam, jubah itu sangat tidak asing sekali bagiku. dia adalah..


" SENIOR!".


__ADS_2