
" wow komandan Brips, kau mempunyai masa lalu yang sangat kelam ".
ucapku merasa kasihan.
" kau benar, tapi, semua itu berubah ketika aku bertemu dengan ayahmu Kevin, saat itu, dia selalu saja mendekatiku, meskipun aku selalu berusaha menjauh darinya, dia mengajarkanku banyak hal dalam hidup ini, kami selalu berbagi pengalaman dan cerita masing-masing, bahkan ayahmu tidak peduli apapun yang di katakan orang-orang tentang diriku ".
ucap komandan brips dengan wajah tersenyum.
" kami selalu bersama, sebagai sebagai seorang rekan, hingga suatu saat, kami menjalankan sebuah misi yang sangat penting, yaitu mengambil lembaran data penting di dalam markas FBI, awalanya, semua kerja keras kami berjalan dengan lancar, tapi saat itu, aku dan ayahmu menaiki kendaraan yang berbeda, aku meniki sebuah mobil, dan ayahmu menaiki sebuah pesawat, aku sangat senang karena aku dan ayahmu berjanji untuk merayakan semua ini, tapi ".
komandan Brips langsung menghentikan pembicaraannya.
" tapi apa?".
tanya senior dengan wajah serius.
" lalu apa yang terjadi?".
ucapku dengan rasa penuh penasaran.
" tapi, hatiku sangat terkejut saat mendengar kalau pesawat yang dinaiki ayahmu, mengalami sebuah kecelakaan, dan mereka bilang kalau kalau hancurnya pesawat itu karena adanya bom yang tersimpan di salah satu penumpang, dan saat kami menemukan bekas bom ledakan tadi, ternyata, ini adalah ulah dari Red Evil ".
ucap komandan brips dengan wajah penuh bersalah.
" jadi, itu bukanlah kecelakaan, melainkan ulah dari tangan seseorang ".
ucapku dengan wajah sedih.
" maafkan aku Kevin, aku tidak bisa menyelamatkan ayahmu, andai saja jika aku tidak membiarkannya terus bersamaku, mungkin kejadian seperti ini tidak akan terjadi ".
ucap komandan brips sambil melirik ke arah senior.
setelah mendengar ucapan dari komandan brips tadi, senior hanya terdiam, meratapi nasibnya, yang sangat buruk.
" baiklah sudah tiba, jaga diri kalian baik-baik ".
ucap komandan brips sambil tersenyum ke arah kami.
" terima kasih komandan Brips, kami akan kembali secepatnya ".
ucapku mencoba memberi semangat.
tapi senior, sepertinya masih syok saat mendengar cerita dari komandan Brips tadi, wajahnya benar-benar berubah drastis.
" sherla, tolong jaga kevin ".
ucap komandan brips dengan wajah serius.
aku hanya menganggukan kepalaku, dan langsung pergi menyusul senior.
" ayolah senior, kau jangan terus bersedih seperti itu, aku tahu kehilangan orang yang sangat berharga itu sangat menyakitkan, tapi itu bukan berarti kita harus menyalahkan diri kita sendiri ataupun orang lain, kau yang mengatakan itu padaku bukan ".
ucapku mencoba menenangkan senior.
" tidak, ini adalah salah Jack, dialah yang telah membunuh ayahku ".
ucap senior dengan tatapan tajam.
" senior, ingat, Tujuan kita disini bukan untuk menyerang Jack, tapi untuk menyelamatkan orang-orang yang telah di tangkap ".
ucapku dengan wajah cemas.
" itu adalah tujuan FBI, dan Jack, adalah tujuanku ".
__ADS_1
ucap senior sambil berjalan mendekati markas tersebut dari depan.
" tunggu senior!, apa yang ingin kau lakukan ".
ucapku dengan wajah panik.
" senior, jangan bercanda, kau telah di pengaruhi oleh rasa dendam dan amarahmu, jangan lakukan hal bodoh senior ".
ucapku mencoba menghentikan senior.
dendam dan amarah telah merasuki tubuh senior, kini tujuannya hanyalah satu, untuk membunuh Jack Redvil.
" Jack!, keluarlah kau!, hadapi aku!".
ucap senior dengan lantang dari depan markas.
" senior!".
ucapku dengan wajah sangat panik.
para penjaga markas itu langsung keluar dan menodongkan senjata mereka.
" senior!, ini gila, kita harus cepat kabur dari sini!".
ucapku sambil menarik tangan senior.
tapi senior malah mendorongku hingga terjatuh.
" diam kau sherla!, kau tidak mengerti apapun arti dari kehilangan, karena kau tidak pernah merasakan hidup tanpa adanya seorang keluarga!".
ucap senior menatapku dengan tajam.
" se, nior?".
aku langsung terdiam, tidak percaya dengan apa yabg senior katakan padaku, dia sudah masuk dalam sisi gelapnya.
ucap senior dengan lantang.
setelah senior mengatakan itu, Jack langsung keluar sambil menepuk-nepuk tanganya.
" bagus, aku tidak menyangka kalau kau akan kembali, Kevin ".
ucap Jack sambil tersenyum.
" Jack!, hadapi aku sekarang juga!".
ucap senior dengan wajah penuh amarah.
" hhh, jika kau mampu melewati duri-duriku ".
jawab Jack sambil membalikan badanya dari kami.
" jangan kabur kau pengecut!".
ucap senior sambil berlari mengejar Jack.
tapi para penjaga itu tidak membiarkannya masuk, mereka menembak-nembaki senior tanpa henti, tapi tembakan itu sama sekali tidak mempan terhadap jubah tempur milik senior, karena jubah ini hanya rentan terhadap serangan fisik.
dengan bantuan dari jubah yang di berikan tuan Alex, senior mampu mengalahkan para penjaga itu dalam waktu sekejap.
sepertinya, senior benar-benar hilang kendali, apa yang di katakan tuan Alex itu benar, jika senior sudah kehilangan hatinya, dia akan menjadi seorang pembunuh, bahkan lebih dari itu.
aku tidak bisa membiarkan ini terjadi, aku harus menolong senior, karena aku adalah hatinya.
__ADS_1
di setiap ruangan yang ku temui, semuanya di penuhi dengan para penjaga yang sudah ambruk, dengan darah yang berceceran dimana-mana.
" senior, ada apa denganmu?".
aku langsung berlari menyusul senior.
hingga di sana, aku melihat senior yang sedang berhadapan dengan Jack.
" hhh, kau benar-benar tidak mengecewakanku, kau sudah membuktikan kalau kau bukan anak yang mudah menyerah ".
ucap Jack sambil menepuk-nepuk tanganya.
" tertawalah terus Jack, karena ini adalah hari terakhirmu ".
ucap senior dengan tatapan tajam.
" hahaha!, kau memang kuat, tapi kau sangat bodoh, ini adalah tempatku, dan tidak ada yang bisa mengalahkan ku disini ".
ucap Jack dengan angkuh.
" dan akulah yang akan mengalahkan mu Jack!".
ucap senior dengan penuh amarah.
"kalau begitu, aku tidak akan segan-segan dalam pertarungan ini, tapi sebelum itu, kau, harus mengalahkan anak buahku satu lagi ".
ucap tuan Jack sambil tersenyum.
" anak buah?".
ucapku dengan nada membisik.
" seluruh anak buahmu sudah kalah, apa yang akan kau harapkan lagi dari mereka ".
jawab senior dengan tatapan tajam.
" tidak Kevin, anak buahku kali ini berbeda dari yang lainya, dia adalah kartu AS ku, jika kau bisa mengalahkanya, maka kau bisa bertarung denganku, junior ".
ucap Jack sambil menatap kearah senior.
" bersenang-senanglah denganya Kevin, dia tidak akan mengecewakanmu, dan satu hal lagi, jangan terkejut ".
ucap Jack sambil membalikan badanya.
" hey!, tunggu!".
ucap senior sambil berlari ke arah Jack.
namun..
" Brukk!!".
tiba-tiba saja ada seseorang yang menyerang senior dengan cepat, tapi untung saja senior masih bisa menahan serangan tadi.
saat melihat orang itu, ternyata firasat buruk ku selama ini nyata.
" kita bertemu lagi, Kevin ".
ucap orang itu denan kuda-kuda seranganya.
" kau?".
ucap senior dengan ekspresi terkejut.
__ADS_1
dia adalah orang yang tidak asing bagi kami, dia adalah anak baru yang satu kelas dengan kami, anak laki-laki itu adalah.
" NIRO ".