Seniorku Yang Misterius

Seniorku Yang Misterius
HANYA KEBETULAN?


__ADS_3

akhirnya, setelah satu hari kami menjalankan misi, aku dan senior bisa pulang ke rumah kami masing-masing, aku rasanya tidak ingin lagi menjalankan misi yang berbahaya itu, tapi, aku sangat lega karena bisa kembali ke rumahku. namun, saat aku kembali berangkat sekolah, aku malah di kejutkan dengan datangnya anak baru lagi di kelasku. tapi, aku sebenarnya sangat kenal sekali anak baru itu, dia adalah...


" Niro?".


ucapku dengan wajah terkejut.


" Niro?, kau kenal anak itu?".


ucap aida sambil menatap ku.


" ti, tidak, kami hanya pernah bertemu saja ".


ucapku sambil membuang muka.


" hmm, sepertinya ada yang kau sembunyikan dariku ".


ucap aida sambil tersenyum sinis ke arahku.


" ti, tidak, tidak terjadi apa-apa kok ".


ucapku sambil mencoba meyakinkan aida.


" masa?".


ucap aida sambil menatap tajam ke arahku.


" hey, berhentilah menatapku seperti itu ".


ucapku dengan wajah ketakutan.


" baiklah, Niro, silahkan kamu boleh pilih tempat dudukmu yah ".


lalu anak baru yang bernama Niro itu langsung menatap ke arahku.


gawat!, semoga saja dia pura-pura tidak kenal denganku.


lalu, anak baru itu berjalan ke arah bangku di belakangku yang kosong dan duduk di situ.


" maaf, apa aku boleh duduk disini?".


ucap anak baru itu sambil tersenyum ke arah kami.


" silahkan, asal kau tidak menganggu kami ".


ucap aida sambil menatap ke anak baru itu dengan senyum palsunya.


terkadang anak itu sering melirik ke arahku, tapi aku memutuskan untuk tidak meladeninya.


" Tring!, Ting!,Ting!,Ting!".


akhirnya bel pulang sekolah sudah berbunyi,


aku dan aida langsung bergegas keluar kelas.


" oh yah sherla, pulang sekolah nanti kau mau berkunjung ke rumahku?".


ucap aida sambil menepuk bahuku.


benar juga, seharusnya aku berkunjung ke rumah aida jika para berandalan itu tidak menghalangi kami.


" mm, baiklah ".


ucapku sambil tersenyum.


namun, saat kami keluar, aku terkejut saat melihat senior yang sudah berada di depanku.


" senior?".


ucapku dengan wajah terkejut.


" hey, apa kau lupa lagi?, ini adalah jadwal piket kita untuk membersihkan ruangan OSIS ".


ucap senior sambil menatap datar ke arahku.


" eh, heee, astaga, aku lupa lagi ".


ucapku sambil menepuk jidaku.


" cepat, kita harus segera bersih-bersih, sebelum hari mulai larut ".


ucap senior.


" baiklah, mmm, aida, aku benar-benar minta maaf, sepertinya aku tidak bisa berkunjung ke rumahmu hari ini ".


ucapku dengan perasaan penuh bersalah.

__ADS_1


" tidak, tidak apa-apa, kau bisa datang lain kali, kau juga tidak boleh melawan senior mu, baiklah kalau begitu, aku pergi dulu yah, jaga diri kalian baik-baik ".


ucap aida sambil pergi meninggalkan kami.


" daah, hati-hati di jalan yah ".


ucapku sambil melambaikan tangan.


" baiklah, ayo ".


ucap senior sambil membalikan badanya.


namun, saat bersamaan, tiba-tiba ada seseorang yang menabrak senior.


" maaf, aku tidak sengaja ".???


ternyata dia adalah anak baru tadi. lalu pandangan anak itu langsung teralih ke arahku.


" permisi ".


ucap anak itu sambil pergi meninggalkan kami.


" hm, dari tatapanya padamu, sepertinya kalian pernah saling bertemu ".


ucap senior sambil menatap anak baru itu.


" ti, tidak, cepat ayo kita pergi ".


ucapku sambil pergi menuju ruangan OSIS.


" hey, ruangan OSIS lewat sini ".


ucap senior sambil menunjuk ke arah lain.


" eh, maaf-maaf, aku hanya sedikit lupa ".


ucapku sambil menahan rasa malu.


setelah sampai di ruangan OSIS, kami pun langsung masuk kedalam dan segera membersihkan ruangan tersebut.


setelah cukup lama, akhirnya kami telah menyelesaikan tugas kami.


" fiuh, benar-benar melelahkan ".


ucapku dengan nafas yang ngos-ngosan.


ucap senior yang tampaknya tidak merasa lelah sedikitpun.


" kau curang, bagaimana kau tidak merasa lelah sedikitpun ".


ucapku dengan wajah yang sangat kelelahan.


" aku selalu melatih fisikku, Ini sama sekali tidak apa-apanya denganku ".


ucap senior dengan wajah sombongnya.


" baiklah, aku pulang ".


ucapku dengan wajah kesal.


" hey ayolah, aku hanya bercanda, aku akan menemanimu ".


ucap senior sambil pergi mengejar ku.


saat perjalanan pulang, kami tidak punya topik sedikitpun, aku hanya berjalan dengan raut wajah yang kesal.


" hey, sampai kapan kau akan terus seperti itu ".


ucap senior sambil menatapku.


aku hanya terus berjalan dan mencoba untuk tidak meladeninya.


" kau tau, aku juga lelah, tadi aku hanya bercanda, masa kau marah padaku hanya karena masalah seperti itu ".


ucap senior sambil mencoba membujukku.


aku hanya terus berjalan dan mencoba untuk tidak mendengarkan apa yang dikatakan senior.


" tunggu ".


aku langsung menghentikan langkahku.


" eh, ada apa?".


tanya senior dengan nada terkejut.

__ADS_1


" aw!, entah mengapa tiba-tiba saja kakiku terasa sakit ".


ucapku sambil memegang kaki kananku.


" sepertinya, ini karena kau kelelahan lagi, sudah kubilang bukan, jangan paksakan dirimu ".


ucap senior sambil memijat kakiku.


" aww!, pelan-pelan, senior ".


ucapku sambil merintih kesakitan.


" baiklah, cepat naiklah ke punggungku ".


ucap senior sambil membungkuk di depanku.


" mmm, tapi-".


ucapku dengan wajah malu.


" tapi apa?, cepat lah, kau lihat, cuaca sudah mulai mendung, kita bisa kehujanan lagi nanti ".


ucap senior sambil menatap ku dengan cemas.


aku hanya menujui ajakanya, hmm, kejadian ini terulang lagi, di hari yang sama, dan waktu yang sama, apakah senior nanti..


" DUAARR!!!".


tiba-tiba saja terdengar suara petir yang begitu kencang menyambar.


" haaa!".


aku langsung memeluk tubuh senior erat-erat.


" hey, kau membuat nafasku sesak, setidaknya jangan peluk leherku juga ".


ucap senior sambil mencoba melepaskan cekikanku.


lalu, tiba-tiba saja, hujan turun dengan lebat.


" astaga, gawat kita harus mencari tempat berteduh ".


ucap senior sambil mempercepat langkahnya.


" kita kerumahku, hanya itu tempat satu-satunya untuk berteduh ".


ucapku dengan nada panik.


akhirnya kami memutuskan untuk berteduh ke rumahku, untung saja kami datang tepat waktu, meski baju kami sudah basah kuyup.


aku langsung menekan bel rumah ku.


" ibu, aku pulang!".


ucapku dengan tubuh menggigil kedinginan.


" astaga sherla, kau kedinginan, cepat bawa dia masuk ".


ucap ibu dengan wajahnya yang panik.


lalu, kami langsung masuk kedalam rumah.


" cepat, bawa sherla ke sofa ".


ucap ibuku dengan wajah panik.


lalu ibuku langsung memberiku selimut untuk menghangatkan ku.


" terima kasih Bu, sekarang sudah mendingan ".


ucapku dengan wajah lega.


" fiuh, sherla, ibu sudah bilang bukan, jangan pulang terlalu larut, kenapa kau selalu membuat ibumu ini cemas hah!".


ucap ibuku dengan wajah marah.


" maaf Tante, sebenarnya aku lah yang membuat sherla pulang terlambat, aku menyuruhnya untuk menyelesaikan tugas, sekali lagi maafkan aku ".


ucap senior sambil membungkuk di depan ibuku.


" hmm, baiklah, ibu juga mengucapkan terima kasih karena kamu sudah repot-repot, membawa sherla kesini ".


ucap ibuku sambil tersenyum.


" oh yah, di luar hujan lebat, bagaimana kalau kau menginap di rumah kami lagi ".

__ADS_1


" apa!!!".


__ADS_2