Seniorku Yang Misterius

Seniorku Yang Misterius
AWALI HARIMU DENGAN BERSYUKUR


__ADS_3

sepertinya hari ini akan menjadi pengalaman baruku, aku jadi tidak sabar sekali ingin menikmati rasanya berlibur bersama teman-teman. aku harap semuanya berjalan dengan lancar, mungkin lebih baik aku periksa kembali saja barang-barang di tasku.


" baiklah, topi sudah, kacamata sudah, Dann eh?".


pandangan ku langsung teralih saat melihat kalung Semanggi pemberian senior yang terselip dibajuku.


" hmm, lebih baik aku bawa saja ".


ucapku sambil menaruh kalung Semanggi itu ke dalam tas.


" sherla!".


terdengar suara senior yang memanggilku dari luar rumah.


" tunggu, aku segera datang!".


ucapku sambil bergegas menuju ke depan pintu.


saat membuka pintu, aku melihat senior, aida, dan Sofia sudah berdiri menunggu.


" kau sudah siap-siap?".


tanya Sofia.


" sudah, ibu aku pergi dulu yah ".


ucapku sambil berpamitan dengan ibu.


" Iyah, hati-hati di jalan, jangan lupa makan bekal yang ibu buat ".


ucap ibu sambil mengelus kepalaku.


" baik Bu, ibu tidak perlu khawatir seperti itu, lagi pula sherla tidak sendirian bukan ".


ucapku sambil menunjuk ke arah mereka.


" yasudah, tolong kalian jaga sherla yah ".


ucap ibu yang kembali melanjutkan mencuci piringnya.


" ayo kita berangkat ".


ucapku dengan penuh semangat.


" ayo!'.


perjalanan ke pantai cukup jauh, kami harus menggunakan kereta agar perjalanan lebih cepat, dan tidak terlalu banyak membuang waktu.


" kalian tunggu saja disini yah, aku akan mengambil karcis untuk kita berempat ".


ucap aida sambil pergi meninggalkan kami menuju ke loket untuk mengambil karcis.


" aku juga pergi dulu sebentar, ada barang yang lupa ku beli, kalian berdua tunggu saja disini ".


ucap senior yang juga pergi entah kemana.


" astaga, mereka sangat sibuk sekali ".


ucapku sembari menghela nafas.


selagi menunggu aida dan senior, kami memutuskan untuk duduk sebentar di ruang tunggu.


" hey sherla, ibumu sangat perhatian sekali dengan mu yah ".


ucap Sofia dengan wajah cemberut.


" yah, dia selalu memanjakan ku, meskipun sedikit cerewet ".


ucapku sambil tersenyum.


" kau sangat beruntung sekali karena mempunyai orang tua yang peduli dan selalu mencemaskanmu ".


ucap Sofia sambil menghela nafas.


" yah, kau benar, aku sangat beruntung sekali, tapi ngomong-ngomong, kenapa kau mengatakan hal itu?".


tanyaku dengan penasaran.


" aku, tidak pernah merasakan kehangatan dari sebuah keluarga ".

__ADS_1


jawab sofia dengan wajah cemberut.


" memangnya, kemana perginya ayah dan ibumu?.


tanyaku.


" ibuku sudah meninggal saat aku masih kecil, dan ayahku sedang sibuk mengurusi bisnis perusahaanya di Mexico ".


jawab sofia sambil menundukan kepalanya.


" aku turut berduka cita tentang ibumu, tapi Sofia, kau mempunyai seorang yang pekerja keras ".


ucapku mencoba menenangkan hati Sofia.


" yah, dia berkerja sangat keras sampai lupa denganku, dia jarang sekali menanyakan kabar tentangku, bahkan mencemaskanku, sepertinya dia tidak peduli padaku ".


ucap Sofia dengan expresi sedih.


" jangan sampai emosimu memengaruhi pikiranmu, Sofia, ayahmu pasti melewati banyak hal, dia ingin sekali bertemu denganmu, hanya saja dia tidak mempunyai waktu untuk itu, ayah sangat menyayangimu Sofia ".


ucapku sambil mencoba menenangkan hati Sofia.


" tidak punya waktu?, apakah dia tidak mempunyai waktu sedetik pun untukku?".


tanya Sofia sambil menghentikan langkahnya.


" Sofia, ayahmu lah yang telah membesarkanmu hingga menjadi gadis cantik seperti ini, dia telah melewati banyak hal untuk membesarkanmu, dia telah berjuang begitu banyak Sofia ".


jawabku sambil mengelus pipi Sofia.


" hm, kau benar sherla, aku selalu memikirkan hal buruk tentang ayahku, aku tidak pernah memikirkan bagaimana perjuangan ayah untuk membesarkanku sendirian, aku benar-benar payah ".


ucap sofia sambil menepuk dahinya.


" yakinlah Sofia, suatu saat nanti ayah mu akan kembali dalam pelukanmu, tapi jika kau merasa kesepian di hari sekarang, sebutlah nama kami Sofia, kami akan selalu disampingmu, seperti ayahmu yang selalu menyayangimu ".


ucapku sambil tersenyum dan menarik kembali semangat aida.


" hhh, terima kasih sherla, aku sangat beruntung bisa mempunyai seorang teman sepertimu ".


jawab sofia kembali tersenyum.


" itulah gunanya teman ".


" aku sangat bersyukur telah menabrakmu waktu itu ".


ucap Sofia sambil meringis.


" hahahaha ".


yah, aku sangat senang sekali melihat Sofia kembali tertawa, semoga saja dia terus merasakan hal itu.


" hey!, karcisnya sudah dapat!, cepat kesini!, keretanya sudah Mau berangkat ".


teriak aida dengan lantang ke arah kami.


kami langsung bergegas masuk ke dalam kereta yang sudah lama sekali kami tunggu.


" fiuh, hampir saja kami tertinggal ".


ucapku dengan nafas ngos-ngosan.


" dari mana saja kalian?, kami sudah menunggu begitu lama ".


ucap Sofia sambil memegang dadanya.


" saat aku sampai disana, loket itu sudah penuh dan aku harus mengantri panjang ".


jawab aida sambil menghela nafas.


" sama denganku, tokoh disana sangat ramai sekali, aku harus menunggu antrian yang sangat panjang ".


jawab senior dengan tatapan datar.


" yasudah lah, mau bagaimana lagi, yang penting kita semua sudah berada dalam perjalanan ".


ucapku sambil menyandarkan kepalaku ke jendela.


" ngomong-ngomong, aku sudah lama sekali pergi ke pantai, apa disana akan benar-benar aman?".

__ADS_1


tanyaku dengan wajah cema.


" hhh, tentu saja, asalkan kau mengikuti aturan yang di terapkan ".


jawab senior.


" sebenarnya, apa saja aktivitas di sana?".


tanyaku dengan rasa penasaran.


" ada banyak sekali, seperti berenang, bermain pasir, bermain voli, berselancar, bahkan berjemur ".


jawab sofia sambil menjelaskan dengan detail.


" apa pakaian yang mereka pakai disana?".


tanyaku sekali lagi.


" hmm, biasanya mereka memakai bikini ".


jawab sofia dengan nada pelan.


" Bi, Bikini?, maksudmu hanya memakai pakaian dan ****** ***** saja?!".


ucapku dengan wajah terkejut.


" yep ".


jawab aida sambil menganggukkan kepalanya.


" i, itu memalukan ".


ucapku dengan expresi serius.


" hahaha, tenang saja, kita tidak akan memakai pakaian seperti itu ".


ucap Sofia sambil tersenyum ke arahku.


" baiklah, kita sudah sampai ".


ucap aida sambil turun dari kereta duluan.


" dimana pantainya?".


tanyaku sambil melihat-lihat sekeliling.


" kita hanya perlu berjalan beberapa meter lagi untuk sampai ke sana ".


jawab sofia sambil menunjuk lurus ke depan.


" aku tidak sabar sekali ".


ucapku dengan rasa penuh semangat.


kami harus melanjutkan perjalanan selanjutnya dengan berjalan kaki, mungkin tempatnya tidak begitu jauh lagi, hanya tinggal beberapa meter saja dari sini.


" sherla, kau tidak begitu tahu banyak hal tentang pantai, apa kau memang benar-benar tidak pernah pergi kesana?".


tanya aida dengan rasa penasaran.


" yah begitulah, dulu aku jarang sekali keluar rumah, apa lagi pergi berlibur ".


jawabku sembari menghela nafas.


" aku harap ini akan menjadi pengalaman yang bagus untukku ".


ucapku sambil tersenyum.


" tenang saja, semua kenangan itu akan terekam disini ".


ucap Sofia sambil menunjukan kamera miliknya.


" ide yang bagus ".


ucapku dengan wajah semangat.


" baiklah, kita sudah sampai ".


ucap aida sambil menunjuk ke arah tempat luas berpasir disebut pantai itu.

__ADS_1


" waahh!!".



__ADS_2