Seniorku Yang Misterius

Seniorku Yang Misterius
MASA LALU YANG KELAM


__ADS_3

malam begitu gelap tanpa adanya bintang-bintang, dan hujan yang begitu lebat bercampur angin yang berhembus dengan kencang.


aku langsung bergegas merapikan tempat tidurku dan mengambil selimutku, lalu aku langsung bergegas tidur secepat mungkin.


di saat aku membuka mataku, aku sangat terkejut dengan keberadaan diriku, tapi, entah mengapa tempat ini sangat tidak asing bagiku, tapi, bagaimana aku bisa di sini, mungkin ini hanya mimpi.


" tidak salah lagi, ini adalah tempat sekolah lama ku ". ucapku sambil melihat-lihat ke segala arah.


" sherla!".


tiba-tiba saja ada seseorang yang memanggilku, tapi, entah mengapa, suara itu seperti tidak asing bagi telingaku.


" sherla!".


sepertinya suara itu berasal dari atap sekolah, aku langsung bergegas menuju ke sana.


di saat aku sudah sampai ke atap, aku benar benar sangat terkejut, aku melihat sesosok wanita yang tidak asing bagiku, tiba-tiba tubuh ku bergetar dan tidak bisa bergerak, ini tidak mungkin!.


" ka, kau ". ucapku dengan mulut yang gemetar.


lalu wanita itu berbalik menatap ku sambil mengalirkan air mata.


" sherla, kenapa kau membunuhku?".


ucap wanita itu sambil mengalirkan air matanya.


" ti, tidak, tidak ". aku hanya bisa menangis menatapnya, bagaimana kejadian ini bisa terulang lagi.


lalu, wanita itu langsung berbalik arah menuju ke ujung atap itu.


" he, hey, apa yang kau lakukan, kau bisa terjatuh ". ucapku mencoba menghentikan wanita itu.


tapi saat aku mencoba berlari, tiba-tiba saja ada sebuah rantai yang menahan kedua tangan dan kaki ku.


" hey, tunggu, jangan lakukan hal itu lagi, tunggu ". aku hanya bisa menangis menatap wanita itu dan mencoba menghentikan wanita itu dengan ucapanku.


lalu wanita itu menoleh dan tersenyum ke arahku.


" he, hentikan ". ucapku dengan nada yang pasrah.


lalu, wanita itu langsung menerjunkan dirinya ke bawah.


" MERLINAAA!!!".


tak lama kemudian, aku langsung terbangun dari tidurku dengan keringat yang membasahi seluruh tubuh.

__ADS_1


lalu, senior langsung bergegas datang ke kamarku dengan keadaan cemas.


" hey!, kau kenapa!". ucap senior mencemaskan ku.


aku tanpa sadar langsung memeluk tubuh senior, sambil menangis ketakutan.


" senior, aku takut, aku sangat takut, hiks ".


aku hanya bisa menangis sambil memeluk tubuh senior.


" te, tenangkan dirimu dulu, kau sepertinya bermimpi buruk ". ucap senior sambil melepas pelukanku perlahan.


" hiks, senior, aku sangat takut, aku takut sekali untuk tidur lagi ". ucapku dengan nada yang gemetar.


" sudah-sudah, kau tenangkan diri dulu yah, aku akan mengambilkan air untuk mu".


ucap senior sambil pergi meninggalkan ku.


aku hanya bisa memeluk bantal ku dan menangis ketakutan.


lalu, tak selang beberapa lama, senior datang dengan segelas air putih di tanganya.


" cepat, kau minum dulu ". ucap senior sambil memberi segelas air itu kepadaku.


tanya senior padaku.


" hiks ". aku masih saja menangis ketakutan.


" yasudah, kau tenangkan dirimu dulu ".


ucap senior sambil mengelus kepala ku.


" hiks, senior, aku belum memberitahu padamu alasan yang sebenarnya kenapa aku bisa pindah di sini ". ucapku sambil memeluk bantal guling ku.


" kau sudah mengatakannya bukan, kalau kau pindah karena pekerjaan ayah mu ".


ucap senior.


" tidak, itu hanya alasan lain untuk menutupi kenyataan ku saja ". ucapku sambil menunduk.


" sebenarnya, aku pindah dari tempat tinggal ku bukan karena pekerjaan ayah ku, melainkan karena sebuah tragedi ".


ucapku dengan air mata yang terus menetes.


" saat itu, aku masih beranjak kelas delapan SMP, kehidupanku di sana tidak begitu jauh dengan kehidupan ku yang sekarang, aku hanyalah seorang wanita yang penyendiri, tanpa mempunyai seorang teman sedikitpun, hingga suatu waktu ada seseorang yang mencoba menyelamatkanku dari kesendirian itu, dia sangat ingin sekali berteman denganku, meskipun aku sudah beberapa kali menolaknya, dia tetap bersikeras untuk berteman dengan ku, yah, orang itu adalah MERLINA, dia adalah satu-satunya orang pertama yang berteman dekat denganku, akan tetapi, dia mempunyai kelainan pada matanya yang membuat dia tidak bisa melihat secara permanen. meskipun begitu, kami tetap saling mengisi kekurangan satu sama lain, merlina terkadang selalu mengajak ku makan bersama di atap sekolahan saat jam istirahat. akan tetapi, terkadang aku selalu kehilangan dirinya saat-saat jam istirahat, dan selalu menemukanya dalam keadaan yang mengenaskan, saat aku menanyakan kepadanya apa yang membuat dirinya seperti ini, dia hanya tersenyum sambil mengatakan kalau dia tidak apa-apa. saat itu, aku memutuskan untuk selalu mengawasinya, dan ternyata, selama ini ada seseorang yang selalu membulinya, aku langsung memeluknya dan bertanya kenapa dia tidak mengatakan masalah yang sebenarnya padaku. dia hanya berkata, kalau anak-anak itu tidak membenciku, melainkan membenci dirinya yang selalu dekat pada ku, dia juga bilang kalau anak-anak itu sangat iri melihatnya dekat dengan gadis cantik sepertiku. aku hanya bisa memeluknya dan berkata kalau kita bisa melewati ini semua.

__ADS_1


namun, aku melakukan kesalahan besar dengan mengatakan hal itu padanya, aku malah menyuruhnya bertahan, bukan menjauh dariku. hingga suatu saat, merlina tiba-tiba menelfon ku dan mengajakku untuk makan siang di atap sekolah. saat aku sudah sampai di atap, aku sangat terkejut setengah mati saat melihat merlinah yang sedang berdiri di ujung atap sekolah, aku hanya bisa menyuruhnya turun dari situ dengan suara yang gemetar, tapi, merlina hanya menoleh sambil tersenyum ke arahku, dan berkataa, hiks ". tiba-tiba ucapanku langsung terpotong karena air mataku yang terus mengalir tak terbendung.


" apa yang dia katakan?". tanya senior sambil mencoba menenangkan ku.


" hiks, dia berkata kalau dia sangat bersyukur bisa berteman dengan ku, hiks, dan saat yang bersamaan dia langsung menjatuhkan diri dari atas gedung, hiks ".


setelah mengatakan semua itu, aku langsung menangis dengan kencang, aku benar-benar tidak bisa menahan semua air mata ini.


lalu, senior langsung menarik dan memeluk tubuhku.


" terkadang, kehilangan seseorang secara tiba-tiba, tidak terduga atau perlahan-lahan terkikis hingga tidak ada bagian yang tersisa itu sangatlah menyakitkan. namun, hari esok tetap menjadi hari yang baru, dunia belum berakhir, bumi masih akan terus berputar pada porosnya, dan matahari akan terus bersinar. sherla, jangan menyiksa dirimu dengan rasa bersalah, itu hanya akan membuat mu semakin kehilangan semua orang yang berharga bagimu, termasuk dirimu sendiri ".


ucap senior sambil tersenyum menatapku.


aku langsung melepas pelukan senior dan mengusap air mataku.


" hiks, senior, kau benar, merlina pasti akan kecewa jika melihatku terus menerus menangis seperti ini ". ucapku sambil mengusap air mataku.


" yasudah, baguslah jika kau sudah tenang, sekarang cepat tidur, ini sudah larut malam ".


ucap senior sambil mencoba pergi meninggalkanku.


lalu, aku langsung memegang tangan senior.


" mmm, senior apa kau mau menemaniku tidur di sini ". ucapku dengan perasaan malu.


" hah, yang benar saja, bagaimana jika ibumu datang nanti ".


" ayolah senior, untuk malam ini saja ". ucapku terus memohon pada senior.


" hmmm, baiklah, tapi aku tidur di lantai yah ".


ucap senior.


" baiklah ". ucapku dengan perasaan gembira.


kami pun tidur bersama dalam satu kamar.


" mmm, senior, terima kasih yah, untung saja ada kau di sini ".


" senior?", mmm kau sudah tidur yah ".


" selamat malam, senior ".


" aku, sangat bersyukur bisa mengenalmu ".

__ADS_1


__ADS_2