Seniorku Yang Misterius

Seniorku Yang Misterius
NASEHAT KAKEK


__ADS_3

di hari minggu ini, aku memutuskan untuk berkunjung ke rumah kakek senior meskipun rumahnya cukup jauh di kota sebelah. saat tibanya di rumah kakek, aku sangat kagum sekali ternyata rumah kakek senior sangat besar dan luas, namun, rumah ini sepertinya sudah berdiri sejak lama sekali, terlihat dari bangunan-bangunanya yang begitu kuno.


dan di sana, aku di sambut oleh kakek senior, dia memberitahuku kalau namanya adalah


Tommy junior. dia sangat ramah dan baik sekali padaku.


namun, saat aku sedang berkeliling di rumah kakek senior, aku malah bertemu dengan teman sebangkuku sekaligus tetangga sebelahku. yah, dia adalah...


" AIDA!!?".


ucapku dengan wajah terkejut.


" wah, kebetulan sekali yah ".


ucap aida sambil tersenyum ke arahku.


" a, apa yang sedang kau lakukan disini ".


ucapku dengan wajah heran.


" ouh, aku sedang berlatih bela diri ".


ucap aida sambil memperlihatkan baju bela dirinya.


" bela diri?".


ucapku yang masih keheranan.


" hm, aku belum memberitahumu yah, sebenarnya tempat ini merupakan tempat pelatihan bela diri ".


ucap senior sambil mendekat ke arahku.


" apa kakekmu yang mengajar?".


ucapku sambil menatap senior.


" yah, tapi, terkadang aku yang melatih ".


ucap senior sambil membuang muka.


aku jadi teringat saat kejadian tiga hari yang lalu, tadi aku hanya bengong saat melihat aida yang mampu melawan para berandalan-berandalan itu.


" pantas saja kau bisa mengalahkan berandalan-berandalan itu tadi, ternyata kau mempunyai kemampuan bela diri hebat ".


ucapku sambil menatap kagum aida.


" ah tidak juga, ini hanya berkat latihanku saja ".


ucap aida sambil malu-malu.


" tapi, kenapa kalian tidak memberi tahuku kalau kalian sudah saling kenal?".


ucapku sambil menatap mereka berdua.


" yahh, sebenarnya kami juga tidak terlalu saling mengenal, aku baru tau namanya saat dia baru masuk ke sekolah ".


ucap senior sambil mengelus-elus rambutnya.


" dan kau, tidak mengatakan apapun padaku tentang senior ".


ucapku sambil menatap aida dengan wajah kesal.


" malah sebenarnya, aku ingin lebih mengetahuinya darimu ".


ucap aida sambil tersenyum.


" tapi, apa hanya kalian berdua saja yang sering berlatih ".


ucapku sambil melihat-lihat sekeliling.


" sebenarnya, banyak yang berlatih disini setiap harinya, hanya saja, tidak dengan hari Minggu ".


ucap senior.


" sherla, ngomong-ngomong, kau juga harus berlatih bela diri bersama kami ".


ucap aida sambil tersenyum.

__ADS_1


" ah, aku tidak pandai dalam hal bertarung ".


ucapku sambil memandangi tubuhku.


" tentu saja bisa, kau coba saja dulu ".


ucap aida sambil mencoba membujukku.


" hmm, tapi-".


" Aida benar, kau harus berlatih menjaga diri, karena akhir-akhir ini, bahaya di kotamu sangat rawan sekali ".


ucap senior.


" mmm, baiklah, aku juga tidak bisa mengandalkan kalian terus, sekali-kali aku yang akan melindungi kalian nanti ".


ucapku dengan wajah semangat.


" baiklah, aida, cepat antar sherla ganti baju ".


ucap senior.


Ada hanya menganggukan kepalanya sambil membawaku pergi ke ruang ganti.


setelah beberapa menit, kami langsung kembali ke tempat senior.


" baiklah, aku sudah siap ".


ucapku dengan wajah penuh semangat.


tapi, senior hanya terus tersenyum sambil memandangi tubuhku.


" hey, kenapa kau menatapku seperti itu ".


ucapku dengan tatapan sinis.


" tidak, hanya saja kau terlihat cocok dengan pakaian itu ".


ucap senior sambil tersenyum ke arahku.


" be, benarkah ".


" hey, sherla, kenapa wajahmu memerah ".


ucap aida sambil berbisik di telingaku.


" ti, tidak, ayo senior!, kita mulai latihanya ".


ucapku mencoba mengalihkan pembicaraan.


" baiklah, untuk pertama kau harus pemanasan dulu, push up lima puluh kali, lalu lari keliling lapangan sebanyak lima kali ".


ucap senior sambil menunjuk ke arahku.


" a, apa!!?".


sontak aku langsung terkejut, ya iyalah, masa enggak!. ini mah pembunuhan.


" senior, yang benar saja, kau ingin


mengajariku bela diri atau ingin membunuhku ".


ucapku dengan wajah marah.


" cepat, lakukan saja ".


ucap senior dengan wajah datar.


mau tidak mau aku harus menuruti perintah senior, push up lima puluh kali, keliling lapangan sebanyak lima kali, gilaa.


setelah selesai melakukan semua itu, tubuhku langsung tersungkur ke tanah, nafasku seperti orang sekarat, aku tidak bisa merasakan kaki dan tangaku.


" haaa, rasanya mau mati ".


ucapku dengan nafas ngos-ngosan.


" baiklah, sekarang pelajaran selanjutnya ".

__ADS_1


ucap senior sambil menatapku.


" hah?, aku baru saja istirahat ".


ucapku dengan wajah terkejut.


" tidak, tidak ada waktu untuk istirahat, cepat, bangun sekarang juga ".


ucap senior sambil menatapku dengan tegas.


" ba, baiklah ".


lagi-lagi, mau tidak mau aku harus menuruti perintah senior, meskipun dengan tubuh setengah mati.


senior mengajarkannku teknik-teknik dasar yang sama sekali tidak ku mengerti, aku benar-benar tidak bisa melakukan semua gerakan yang di contohkanya.


hingga pada akhirnya, aku sudah berada di puncak tenagaku.


" se, senior, aku tidak kuat lagi ".


ucapku dengan wajah sekarat.


" tidak, jika kau ingin bisa bela diri, kau harus melawan dirimu sendiri, cepat bangun ".


ucap senior yang sama sekali tidak mempedulikan kondisi ku.


ga, gawat, di bisa membunuhku.


" sherla, kau sepertinya sangat lelah, ayo istirahat dulu bersama kakek ".


ucap kakek yang tiba-tiba saja datang menghampiri kami.


" ba, baiklah!".


ucapku dengan wajah lega dan gembira.


untung saja, ada kakek yang mengerti perasaanku.


aku langsung bergegas menuju ke arah kakek.


" tunggu!, sherla, pakai ini ".


ucap senior sambil memberikan lap tanganya padaku padaku.


" te, terima kasih ".


ucapku sambil pergi meninggalkan senior.


" terima kasih yah, kakek telah menyelamatkanku ".


ucapku dengan wajah lega.


" hmm, kakek sangat mengerti dengan perasaanmu ".


ucap kakek sambil tersenyum.


" tapi, kakek sangat kagum padamu, meskipun tubuhmu lelah, tapi hatimu menolak itu ".


ucap kakek sambil berhenti di sebuah kolam.


" maksud kakek ".


ucapku dengan wajah heran.


" hm, kau begitu ingin sekali bisa melindungi teman-temanmu, itulah yang bisa kakek lihat darimu ".


ucap kakek sambil tersenyum.


" hm, aku, hanya tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama, aku tidak ingin kehilangan orang-orang yang sangat berharga bagiku, namun, aku selalu mengecewakan diriku dan orang lain, aku selalu dilindungi dan menyusahkan orang lain, senior, aida, aku selalu berdiri di belakang mereka, bahkan aku sampai kehilangan sahabatku karena aku tidak bisa melindunginya, andai saja, waktu bisa terulang kembali, mungkin aku akan bisa melindunginya, aku ini, hanyalah orang yang lemah ".


ucapku dengan mata berkaca-kaca.


" hm, dengar sherla, tidak ada jalan kembali untuk kesana, kau hanya perlu menghancurkan setiap masalahnya, tuhan!, tidak menciptakan kita sebagai mahluk yang lemah, ceritamu sudah di atur, kemampuanmu pun sudah diukur, jika kau ingin lebih kuat, KALAHKAN HARI KEMARIN ".


ucap kakek sambil tersenyum ke arahku.


aku langsung mengusap air mataku.

__ADS_1


" hm, kakek benar, aku bukan orang yang lemah, aku akan menjadi lebih kuat, dan terus melindungi orang-orang yang berharga bagiku!".


__ADS_2