Seniorku Yang Misterius

Seniorku Yang Misterius
KEJADIAN YANG MENEGANGKAN


__ADS_3

akhirnya saat-saat yang ku nanti telah tiba, senior datang untuk menyelamatkan kami, meskipun dia sangat terlambat sekali. memang sudah seperti biasanya, dia selalu datang ketika aku sudah dalam keadaan *******, seperti hal nya pahlawan.


tapi untung saja dia datang tepat sebelum pria itu mengakhiri hidup kami, dan hal yang terlintas dalam pikiranku adalah bagaimana dia tahu kendaraan aku dan Sofia?. jika itu masalah feeling, senior sudah tidak diragukan lagi.


" kalian berdua tidak apa-apa?". ternyata senior tidak sendirian, dia sepertinya sudah merencanakan semua ini dengan komandan brips. kali ini komandan brips juga mengajak para petugas FBI lainya. dia benar-benar sudah merencanakan semua ini.


" aku baik-baik saja, tapi tidak dengan sherla, dia terluka sangat parah sekali!". lantang Sofia dengan wajah yang panik.


" astaga, kau sudah seperti maling yang dikeroyok warga ". ucap komandan brips dengan nada yang jengkel namun memasang ekspresi yang serius.


" hey pak tua kumis kau harus jaga bicaramu, dia sudah tidak sadarkan diri, dan kau malah mengejeknya!". tegas Sofia dengan wajah yang kesal.


" ya ampun kau galak sekali ". komandan brips langsung terdiam setelah mendengar getakkan Sofia tadi, dia langsung menyuruh salah satu petugasnya untuk mengambilkan perlekapan obat.


" dia sudah kehilangan banyak sekali darah, kita harus segera membawanya ke rumah sakit ". gumam komandan brips setelah menutupi semua lukaku dengan perban.


aku hanya mendengar sayup-sayup suara tembakan dan pukulan, senior belum menampakan dirinya. aku ragu dia bisa mengalahkan pria berandalan itu.


" BRUUUKK!!".


" dia sudah kalah, apa yang akan kita lakukan selanjutnya ". ucap senior sambil menyeret tubuh pria itu yang sudah babak belur. aku selalu meragukan senior, aku tidak menyangka dia bisa mengalahkan pria dengan badan yang besar itu dengan mudah, mungkin karena jubah yang dia pakainya itu.


kemenangan kelak berpihak pada kami, tapi ada dua hal lagi yang mengganjal pikiranku, siapa bos yang dimaksud pria berandalan tadi. dan kenapa dia hanya sendirian disini, dimana para anak buahnya itu.


" kita akan membawanya ke markas untuk di interogasi, jangan sampai dia mati ". jawab komandan brips dengan tegar dan pergi meninggalkan kami


" tunggu komandan!, ini berbahaya aku menemukan sebuah bom yang tersembunyi di balik pecahan tembok tadi!". ucap salah seorang petugas FBI dengan wajah yang panik setelah tidak sengaja menemukan sebuah bom, yang sepertinya itu adalah bom waktu.


komandan brips langsung mengambil bom itu dan saat mengeceknya.


" ini adalah bom waktu ". ucap komandan brips dengan mata melotot.

__ADS_1


dugaanku benar, itu adalah bom waktu yang sudah berjalan, sepertinya bom itu sudah di taruh semenjak aku datang ke rumah ini.


" hhh, kau baru menemukan satu?". ucap pria berandalan itu dengan senyuman liciknya. gawat, inilah hak yang selalu mengganggu pikiranku tadi, ternyata mereka sudah menjebak kami, dia menjadikan kami sebagai umpan untuk menghancurkan para FBI. ternyata mereka berpikir jauh lebih cerdik dari yang kubayangkan.


" komandan, lihatlah ke atas ". ujar petugas itu sambil menunjuk ke atas atap yang ternyata banyak sekali bom waktu yang tertempel disana, gawat jika bom itu di ledakan bukan hanya rumah ini yang lenyap, melainkan kami juga.


" lihatlah, kalian sudah tidak punya harapan lagi, hahahaha!!". ucap pria berandalan itu sambil menunjukan sebuah remot untuk menyalakan bom tersebut.


" kalian hanya punya waktu sepuluh detik, untuk menyelamatkan hidup kalian masing-masing, satu di mulai dari sekarang ". tegas pria itu sambil memencet tombol remot untuk menyalakan bom waktu tersebut.


" gawat!, tetap tenang dan keluar dari sini!". usul komandan brips sambil berlari dan menunjukan kami ke arah jalan keluar. senior langsung menggendong tubuhku dan berlari dengan kencang, detakan bom itu terdengar dari manapun, aku senior tertinggal begitu jauh karena langkah senior terhambat oleh berat badanku.


" 7, 8, 9 ". komandan brips dan lainya sudah berada di luar dan hanya tersisa kami saja yang sudah mulai dekat.


" cepat!, lari lebih cepat!". komandan brips langsung menyuruh semua orang untuk menjauh dan berlindung diri.


" 10 ".


bom itu meledak secara bersamaan, untung saja kami bisa sempat menyelematkan diri, kini rumah tua itu sudah hancur lebur, setidaknya kami semua bisa selamat, tadi itu benar-benar menegangkan.


" BUUKK!". tubuhku langsung terjatuh karena sudah tidak kuat lagi menahan rasa sakit ini, senior dan yang lainya langsung bergegas membawaku ke rumah sakit sakit.


****


" uhuk-uhuk!".


" sherla!, akhirnya kau sudah sadar ". ucap Sofia menggenggam tanganku dengan wajah yang gembira.


kepalaku rasanya pusing sekali, dan sedikit mual, aku melihat banyak sekali orang yang berada di ruangan ini, yah, hanya Sofia, senior, dan komandan brips.


" aduuh, sejak kapan aku berbaring disini?". tanyaku sambil memegangi kepalaku yang sakit. sepertinya aku mengalami luka yang cukup parah. ini rasanya sudah seperti di tabrak mobil.

__ADS_1


" kau sudah cukup lama tidak sadarkan diri ".


jawab Sofia.


" hmm, maaf yah, aku sepertinya merepotkan kalian ".


" tidak perlu, kau hanya perlu beristirahat secukupnya disini, dan maaf aku tidak bisa lama-lama disini, aku akan segera kembali ke markas ". ucap komandan brips sambil pamit pergi meninggalkan kami. benar juga, dia harus menjaga identitasnya, akan bahaya sekali jika dia berkeliaran di tempat umum seperti ini.


" hueekk, kenapa perutku jadi mual seperti ini yah ". ucapku sambil memegangi perutku yang dari tadi mual terus.


" kau kehabisan banyak sekali darah, dan dokter menyuruhku untuk mencari pendonor yang tepat untukmu ". jawab Sofia.


separahnya itu lukaku sampai kehabisan banyak sekali darah, kalau senior tidak datang tadi, mungkin aku sudah menjadi mayat sekarang. tapi, siapa yang mendonorkan darahnya untukku yah?.


" siapa orang itu?". tanyaku dengan heran. menatap wajah mereka berdua.


" tidak, tidak ada di antara kami yang mendonorkan dara untukmu, saat di cek darah kami tidak ada yang cocok untukmu ". jawab Sofia sambil menggelengkan kepalanya.


jika bukan mereka lalu siapa yah?, aku saja tidak tahu apa golongan darahku, apa lagi mengetahui siapa naman orang yang mendonorkanya untukku, tapi jika orang itu benar-benar ada, aku akan benar-benar berterima kasih sekali padanya.


" cepat katakan siapa dia?". ucapku dengan pikiran yang di penuhi rasa penasaran. aku benar-benar ingin tahu sekali siapa orang yang ingin mendonorkan darahnya untukku.


" dia orang yang sangat tidak asing sekali bagimu ". ucap Sofia sambil melirik ke pintu yang terbuka.


" masuklah!".


ternyata Sofia benar, orang itu sangat-sangat tidak asing sekali bagiku, aku benar-benar terkejut kalau orang itu adalah dia.


" ka, kau?, ternyata orang itu adalah kau?".


" AIDA!".

__ADS_1


__ADS_2