Seniorku Yang Misterius

Seniorku Yang Misterius
BAGAI TELUR DI UJUNG TANDUK


__ADS_3

pagi sudah menunjukkan pukul 06.00.


" sherla!, cepat bangun dari kasurmu, lihat, sudah jam enam tuh!".


ucap ibu mencoba membangunkan ku dengan suara yang lantang.


" yah ma!, aku juga sudah bangun!". ucapku dari dalam kamar.


lalu aku langsung merapikan kasur ku dan bergegas pergi ke kamar mandi.


setelah selesai mandi, aku langsung bergegas ke kamar untuk ganti baju.


setelah selesai ganti baju, aku langsung bergegas pergi ke ruang makan untuk sarapan.


yah, aku tau ini membosankan, tapi, yah ini lah keseharianku. mau tidak mau.


saat duduk di meja makan, entah mengapa rasanya ada yang kurang, rasanya sangat sepi sekali.


" oh yah, ibu, apa ayah masih belum pulang ".


tanyaku sambil memakan sarapanku.


" Iyah, dia pasti sangat sibuk di sana ".


ucap ibu sambil menyapu ruangan.


" lalu, kapan ayah akan pulang?".


tanyaku sambil menghentikan suapanku.


" entah, ibu juga tidak tau, tapi yang pasti, jika ayah pulang, dia berjanji akan memberikanmu hadiah ". ucap ibu sambil tersenyum ke arahku.


" Iyah, ayah pasti sedang bekerja sangat keras sekarang ". ucapku sambil memandangi sarapanku.


" yasudah, cepat di habisi sarapanya, nanti kamu bisa terlambat ". ucap ibu sambil mempercepat bersih-bersih nya.


aku hanya mengangguk dan melanjutkan sarapanku.


" ibu terlihat buru-buru sekali, apa ibu akan pergi ke arisan lagi ". ucapku sambil mengunyah sarapanku.


" tidak, hari ini ibu mau berkunjung ke rumah tetangga baru kita ". ucap ibu sambil tersenyum ke arahku.


" tetangga baru?". tanyaku sambil terus mengunyah sarapanku.


" Iyah, baru saja kemarin dia pindah ke sini, ".


ucap ibu sambil meneruskan bersih-bersihnya.


aku baru tau ada tetangga baru di samping rumahku, atau aku yang tidak memerhatikan yah, kira-kira siapa yah.


" dia juga mempunyai anak yang seumuran dengan mu ". ucap ibu sambil menunjuk ke arahku.


" aku jadi ingin tau ". ucapku


" nanti saja kalau kamu pulang sekolah, yasudah, cepat habiskan sarapanmu ".


ucap ibu sambil mempercepat bersih-bersih nya.


setelah aku selesai makan, aku langsung mengambil tas dan memakai sepatuku.


" ibu, aku berangkat dulu yah, daah!". ucap ku sambil berjalan keluar.


" Iyah, hati-hati di jalan!". ucap ibu dari jauh.

__ADS_1


saat aku sudah berada di pinggir jalan, aku dikejutkan oleh Aida yang tiba-tiba berada tak jauh di sampingku.


" hee, kau tinggal di sini ". ucap ku dengan wajah terkejut.


" wah, sepertinya kita tetangga ". ucap Aida sambil tersenyum ke arahku.


" tunggu, jadi tetangga baru yang ibu ceritakan padaku adalah kau ". ucapku yang masih tidak menduga.


" yah, sangat kebetulan sekali yah ". ucapnya sambil tersenyum.


aku hanya mengelus-elus kepalaku.


" kau mau berangkat bersamaku?". ucap Aida mengajakku untuk berangkat bersamanya.


" yasudah, ayo ". jawabku dengan senang hati menyetujui ajakanya.


" ngomong-ngomong, apa alasanmu pindah ke sini?". tanyaku sambil terus berjalan.


" nenek ku di rawat di rumah sakit ini ".


jawab Aida sambil menunduk.


" memangnya di tempat tinggal mu tidak ada rumah sakit?".


" ada, hanya saja rumah sakit di tempatku tidak dapat mengobati penyakit nenek ".


aku hanya menganggukkan kepalaku.


" semoga nenekmu cepat sembuh yah ".


ucapku sambil memberikan semangat pada Aida.


" hm, terima kasih, sherla ". ucap Aida sambil tersenyum padaku.


kami langsung masuk ke kelas untuk memulai pelajaran.


" sherla, setelah pulang sekolah, apa kau mau berkunjung ke rumahku ". ucap Aida yang sedang duduk di sampingku.


" hm, baiklah ". ucapku sambil menganggukan kepalaku.


sayangnya, hari ini kami terpaksa untuk mengikuti jam tambahan, ini begitu mendadak.


akhirnya, setelah beberapa jam pelajaran, bel tanda pulang sudah berbunyi, Aida langsung menatapku dan mengajakku untuk pulang bersamanya, yah karena aku sudah berjanji untuk berkunjung kerumahnya.


namun, saat kami sudah berada di depan lorong kelas, aku melihat senior yang datang menghampiri kami.


" hari ini kau pulang duluan saja, aku ada urusan sebentar ". ucap senior sambil menatapku.


" ba, baiklah, kalau begitu kami duluan yah ".


ucapku sambil memegang tangan Aida.


" kau, tunggu, jaga sherla baik-baik ". ucap senior sambi berbisik ke Aida.


Aida hanya menganggukan kepalanya.


" hey, apa yang kalian bicarakan ". ucapku dengan agak sedikit kesal.


" ayo, kita pulang ". Aida memegang tanganku dan mengajakku pulang.


" tu, tunggu, hey apa yang senior katakan padamu tadi ". ucapku sambil menatap Aida dengan serius.


" tidak, dia hanya ingin aku menjagamu ".

__ADS_1


ucap Aida sambil tersenyum ke arahku.


" o, ouh ". aku langsung membuang muka dari Aida.


" dia sangat memperhatikan mu yah ". ucap aida sambil tersenyum ke arahku.


" dia hanya menganggap ku sebagai junior nya saja ". ucapku sambil membuang muka.


" hey, tidak usah malu begitu ". ucap Aida yang terus menjengkeliku.


namun, saat di tengah perjalanan yang sunyi, tiba-tiba saja ada para berandalan yang menghadang kami.


" hey, lihat siapa yang datang ". ucap salah satu berandalan itu.


" tunggu, aku sepertinya pernah melihatmu, kau berandalan yang tadi itu ". ucap ku sambil menatap tajam pemimpin berandalan itu.


" ha, sebuah kebetulan kita bertemu, kali ini, aku akan membuat mu membayar atas semua yang di lakukan pria yang sok jago itu padaku ". ucap pemimpin berandalan itu dengan penuh amarah.


" tapi, sebelum itu, aku ingin bersenang-senang dengan temanmu ini dulu ".


ucap pemimpin berandalan itu sambil mendekat ke arah Aida


" hey, tunggu, dia tidak ada hubungannya dengan kalian ". ucapku sambil mencoba menghentikan pemimpin berandalan itu.


" tenanglah, sherla ". ucap Aida dengan santai dan menatap datar pemimpin berandalan itu.


" bagus, diam dan tinggal rasakan saja kenikmatanya, haha ". lalu pemimpin berandalan itu mulai mendekati Aida dan mencoba untuk menyentuhnya.


saat dia ingin menyentuh Aida.


" BUUGG!!"


aku melihat Aida melancarkan tendangan ya tepat ke perut pemimpin berandalan itu, hingga membuatnya terpental meski tidak terlalu jauh.


aku hanya melongo atas apa yang kulihat barusan.


" ckk, hey, apa yang kalian lihat, cepat serang dia!!". ucap pemimpin berandalan itu sambil merintih kesakitan.


lalu mereka mulai mengepung dan menyerang dari segala arah.


namun, setiap serangan yang mereka lancarkan, Aida selalu menghindarinya dengan cepat.


namun, kalah jumlah membuat Aida menjadi kewalahan.


" sherla, cepat pergilah!!". ucap Aida sambil mencoba menahan mereka.


" ti, tidak ". aku hanya menangis sambil menatap Aida.


karena lengah, Aida terkena serangan yang dilancarkan oleh berandalan itu. hingga menyebabkannya terpental cukup jauh.


" Aida!!". aku langsung berlari ke arah Aida dan memeluknya.


" pergilah ". ucap Aida dengan nada yang lemas.


" tidak!". aku hanya menangis sambil memeluk Aida.


" hhh, kau pikir seorang wanita bisa mengalahkan kami?". ucap pemimpin berandalan itu sambil mendekat ke arah kami.


" sekarang sudah tidak ada yang melindungimu, kali ini aku akan menghabis mu!". ucap pemimpin berandalan itu sambil mengepalkan tanganya.


aku langsung memeluk tubuh Aida erat-erat, agar bisa melindungi nya.


lalu, pemimpin berandalan itu langsung melancarkan pukulanya dengan penuh amarah.

__ADS_1


" Rasakan ini sialan!!".


__ADS_2