
" tok tok tok ".
" iyah siapa itu-, sherla?".
" ha, hai aida, apa aku boleh meminta tolong sesuatu?".
benar-benar malam yang sial, kenapa ayah dan ibu selalu pergi mendadak tanpa memberitahuku sama sekali. tinggal sendirian di dalam rumah itu membuat tidurku menjadi tidak nyenyak, kalian tahu kan aku ini orangnya penakut.
****
" ouh, jadi sherla takut tinggal sendirian di rumah?". tanya ibu aida tanpa merasa dosa sedikitpun.
" i, iyah, bisa dibilang seperti itu ". aku tak terpaksa menurunkan harga diriku, tidak apa-apa, ini demi kebaikanku juga.
" bagaimana?, apa ibu mengizinkanku menginap di rumah sherla malam ini?". tanya aida dengan wajah belas kasihan.
" tentu saja ibu akan mengizinkanmu, sherla ini adalah teman baikmu, tapi ingat, jangan sampai begadang yah, kalian harus langsung tidur, ini sudah larut malam ". jawab ibu aida dengan lembut.
" baik Bu ".
baguslah, aku sudah tahu kalau ibu aida akan mengijinkanya menginap di rumahku. meskipun ucapanya sedikit pedas, tapi dia mempunyai sikap yang lembut.
****
" baiklah, apa yang akan kita lakukan sekarang?". tanya aida sambil memandang ke sekeliling rumahku.
" hmm, tentu saja kita akan pergi tidur ". tegas ku. meskipun sebenarnya aku masih belum mengantuk semenjak berdebat dengan senior tadi.
" masa langsung tidur, besok kan libur, kita harus bersenang-senang dulu lah ". ucap aida sambil menggerutu.
" ibumu tadi menyuruhmu untuk langsung tidur bukan?, kau tidak boleh menentangnya ".
jawabku dengan tegas.
" tapi aku masih belum mengantuk ". ucap aida yang semakin menggerutu.
__ADS_1
astaga, aku bisa membantah aida ketika dia bertingkah seperti anak kecil, mau bagaimana lagi, aku harus menuruti keinginannya, lagi pula aku juga tidak ingin tidur dulu.
" baiklah-baiklah, tapi apa yang akan kita lakukan malam-malam begini?, tunggu-tunggu, jika kau mengatakan kita akan menonton film horor, aku akan langsung menolaknya ". ucapku dengan tegas. ada tiga hal aktivitas yang biasa aida lakukan ketika di malam hari, bermain kartu, menonton film horor, dan bermain video game. Dan salah satu diantaranya kalian pasti tahu mana yang paling tidak ku suka.
" kalau begitu kita langsung tidur saja ". ucap aida langsung memasang wajah cemberut.
astaga, sangat sulit sekali menebak sifatnya ketika dia bertingkah seperti anak kecil, sepertinya aku harus lebih peka dan yang penting jangan sampai salah bicara.
" baiklah-baiklah, bagaimana kalau kita bermain video game pengeluaran terbaru yang kau berikan padaku waktu itu?". aku harap ini bisa bekerja dengan baik.
" video game terbaru?!, kau serius ingin memainkannya denganku?". ujar aida dengan senyuman yang kembali menempel di wajahnya.
" i, iyah ". setidaknya ini bisa membuat hatinya kembali senang, aku harap malam ini bisa berjalan dengan baik.
" kau duluan saja yah ke kamarku, aku akan mengambil cemilan sebentar ". ucapku sambil pergi meninggalkan aida.
semua hal yang membuat kepalaku pusing ini membuatku menjadi lapar, tapi aku harus mengambil sedikit cemilan saja disini, ibu pasti akan memarahiku kalau dia tahu aku memakan semua cemilan miliknya.
" maaf yah aida, kau pasti menunggu sangat lama sekali ". saat tiba di kamar, aku melihat aida yang sepertinya sedang menatapi sesuatu.
" aida?, apa yang sedang kau lakukan?". tanyaku sambil mendekat ke arah aida secara perlahan.
" siapa wanita ini?. tanya aida sambil menunjukan foto itu padaku.
" merlina, dia sangat mirip sekali denganmu yah ".
ucapku sambil tersenyum.
" tidak, mirip dari mananya, dia jauh lebih cantik dariku ".
" hey sherla, apa kau bisa menceritakan padaku tentangnya?". tanya aida dengan tatapan serius.
astaga, kepalaku masih pusing malah di suruh bercerita, tapi dari tatapan aida, aku bisa melihat semua rasa penasaran itu pada matanya. mungkin sudah seharusnya mengetahui semua ini.
" aida, apa yang kau rasakan ketika melihat wajahnya?". tanyaku dengan tatapan serius.
__ADS_1
" entah mengapa, aku merasa seperti melihat diriku sendiri ". jawab aida sambil menundukkan kepalanya.
" dia adalah dirimu di masa laluku aida, dia adalah satu-satunya orang yang begitu dekat denganku. kami selalu pergi ke kantin bersama, pulang bersama, bahkan bermain bersama. dia tidak pernah membiarkanku sendirian, ketika aku dalam masalah, dia akan tersenyum padaku dan mengajakku ke tempat-tempat yang menyenangkan, kami berdua selalu bersama dimana pun terkadang kami pergi, merlina, dia adalah teman masa laluku, yang mungkin tidak bisa kutemukan kembali ".
" kau benar, dari senyumanya saja benar-benar membuatku tau kalau dia adalah orang yang baik ".
" hahhh, kau tau sherla, sebelum aku mengenalmu, aku selalu berfikir kalau teman adalah dimana kita saling berbagi kelebihan kita masing-masing masing, dan itu membuatku lebih memilih untuk menyendiri karena aku tidak mempunyai kelebihan sama sekali. namun, saat aku mulai mengenal dirimu, cara berfikir ku sudah mulai berubah, kita sudah melewati banyak sekali masalah, dan itu membuatku berfikir kalau teman, adalah dimana kita bisa saling mengisi kekurangan kita, melindungi satu sama lain, dan memberi cinta dan kasih sayang. kau mengajarkan semua hal itu padaku sherla ".
aida, kau merubah pola pikirnya begitu cepat, Jika kau tahu kalau merlina telah tiada karena kesalahanku, apa kau masih ingin berteman denganku?.
" hey sherla, apa menurutmu aku bisa menjadi sepertinya?". tanya aida sambil membaringkan tubuhnya.
" tentu saja, kau justru lebih baik darinya ".
jawabku sambil tersenyum tipis.
" kau tahu, aku tidak bisa membuat orang lain tersenyum, dan aku selalu bersembunyi dari orang lain, itulah mengapa orang-orang tidak ingin berteman denganku ".
" hm, aku juga seperti itu aida, terkadang menyendiri adalah akan membuatmu hidupmu menjadi tenang, tapi ternyata itu hanyalah omong kosong, ketenangan itu membawaku pergi terlalu jauh ke sebuah tempat yang begitu sunyi ".
" aida, saat pertama kali aku bertemu denganmu, kau membuatku terkejut karena aku mengira kau adalah merlina, tapi disisi lain, aku benar-benar gembira bisa melihat wajahmu meskipun kau bukanlah merlina, melihatmu membuatku teringat padanya ".
" apa yang membuatmu teringat padanya?, apa yang membuatku sama dengannya? ".
tanya aida sambil memejamkan matanya.
" kau tidak bisa menjadi seperti dia, kau tidak mempunyai sifat yang sama sepertinya, kau mempunyai makanan kesukaan yang sama dengannya, tapi, perasaanmu yang ingin membuat orang lain tersenyum, itulah yang membuatmu sama sepertinya aida ".
" aida?".
" zzzz ".
astaga, sepertinya aku terlalu lama berbicara sepertinya sampai membuat dia ketiduran, padahal dia mengajakku untuk bermain video game, tapi dia malah tertidur.
hhh, lihatlah dia ketika tertidur, dia sangat mirip sekali denganmu yah.
__ADS_1
" merlina ".