Seniorku Yang Misterius

Seniorku Yang Misterius
HARI PERTAMA


__ADS_3

" Ting Ting Ting Ting!".


hnnngghh, tidak terasa sekali sudah pagi begini, aku harus bersiap-siap untuk mandi dan langsung sarapan. naluriku mengatakan kalau hari pertama sekolah akan terasa canggung. semoga saja semuanya berjalan dengan lancar.


namun aku masih melihat aida yang tertidur pulas sambil memeluk bantal guling ku. aku bangunkan atau tidak yah?, bangunkan saja lah.


" aida, aida bangunlah ini sudah pagi, kau bisa terlambat jika kau bangun lebih siang ". ujarku sambil menggoyang-goyangkan tubuh aida dengan pelan.


bukanya langsung bangun, dia justru malah mengeratkan pelukannya sambil memalingkan badanya dari pandanganku.


" hey, cepat bangun atau kau akan kesiangan aida, ibu pasti akan memarahiku meskipun itu adalah salahmu ". tegasku sambil menggoyang


goyangkan tubuh aida semakin dengan kencang.


" lima menit lagi ". jawab aida dengan enaknya begitu saja.


huh, berfikir sherla berfikir, kau harus tahu apa yang seharusnya kau lakukan.


" baiklah, jika kau memang tidak mau bangun, aku yang akan menghabiskan sarapanmu ". ucapku mencoba untuk berpura-pura menyakini aida.


" ah tidak-tidak, kau tidak perlu repot-repot menghabiskan sarapanku ". beringas aida sambil beranjak dari kasur tidurku.


" hnnngghh ".


yah mau bagaimana lagi, satu-satunya cara untuk cara untuk menyakini aida adalah dengan membohonginya, dia memang anak yang pintar tapi dia sangat mudah sekali terhasut.


****


setelah selesai mandi, kami langsung pergi menuju ke ruang makan untuk sarapan. maksudku kami juga memakai seragam dulu sebelum pergi ruang makan.


" ini adalah hari pertama kalian sekolah lagi yah, tidak terasa sekali kalian sudah mau naik kelas 2 ". ucap ibu sembari mengambilkan nasi untukku.


" tidak terasa karena ibu salah menghitung, kami baru saja selesai semester 1, dan ini adalah hari pertama di semester 2 ". jawabku sambil menepuk kepalaku.


ibu ini memang pura-pura lupa atau memang lupa?, kadang ibu suka sekali bercanda. tapi ada benarnya juga sih, tidak terasa sekali sudah hampir satu tahun, waktu berjalan begitu cepat.

__ADS_1


" Tante, kenapa aku jarang sekali melihat Tante menghabiskan waktu bersama sherla?, seperti jalan-jalan atau dimana ". tanya aida yang langsung membuat ibu terdiam.


aku hanya menatap kosong pada wajah ibu, aku juga sangat terkejut dengan pertanyaan aida. ini baru pertama kalinya ada yang bertanya tentang


keluarga kami.


" eumm, karena Tante sangat sibuk sekali, semenjak pindah kesini, kami jarang sekali berkumpul seperti dulu ". jawab ibu sambil mencoba tersenyum.


aku tidak yakin itu adalah senyuman tulus dari ibu, itu jelas sekali senyuman palsu. tapi ibu menjawab semua pertanyaan aida dengan jujur.


" jadi, itu juga alasan kenapa sherla dulu jarang sekali keluar rumah, karena dia kesepian?". gumam aida.


kenapa rasanya menjadi merusak suasana, aku harus mengganti topik yang lainya.


" aah Iyah, tapi itu dulu bukan, sekarang aku sudah mempunyai teman-teman disini, aida, senior, dan Sofia, mungkin bisa lebih banyak lagi, benar bukan ibu?". ucapku sambil mengeluarkan senyuman palsuku seperti ibu.


aku tahu apa yang ada di pikiran ibu sekarang, ayah, dia pasti sangat rindu sekali dengan keluarga kami yang dulu.


aku juga rindu sekali dengan suasana kami yang dulu, tapi disisi lain, aku tidak ingin menjadi diriku yang dulu lagi. aku tidak ingin kesepian lagi.


ucap aida dengan wajah serius.


" hhh, Tante sangat bersyukur sekali sherla bisa berteman dengan orang seperti dirimu aida, kau anak yang baik ". jawab ibu dengan senyumannya yang terlihat begitu nyata, itu bukanlah senyuman palsu yang selalu ibu peragakan setiap hari, aida benar-benar merubah segalanya.


ngomong-ngomong tentang teman, aku jadi teringat juga dengan Sofia, kira-kira apa yang dia lakukan sekarang yah, terakhir kami bertemu merupakan hari yang buruk waktu itu.


" sherla, sekarang sudah jam 7, kita harus segera berangkat ". ujar aida memotong diriku yang sedang melamun.


huh, ini adalah hari pertamaku berangkat sekolah lagi, aku harus lebih baik dari semester kemarin, nilai ku merosot hanya karena masalah yang selalu menimpaku.


" baiklah, aku berangkat dulu yah Bu ". ucapku sambil berpamitan kepada ibu.


" yah, jaga dirimu baik-baik yah, hati di jalan ". jawab ibu dengan nada cemas.


****

__ADS_1


" hoaaamm, kau tahu sherla, jujur saja sebenarnya aku masih mengantuk, padahal aku tidur nyenyak sekali tadi malam ". gumam aida sambil mengusap matanya.


seharusnya aku yang mengatakan itu, apa dia tidak sadar kalau dia mendengkur dengan keras semalaman, aku hampir tidak bisa tidur karena itu.


saat kami tiba di depan gerbang sekolah, aku melihat Sofia yang baru saja masuk kesana, dia tampaknya sedang buru-buru.


" Sofia!". aku langsung mendekat ke arahnya sambil berteriak, sebenarnya ada banyak hal yang ingin kutanya pada Sofia. tapi sekarang bukan waktunya untuk itu.


tapi Sofia hanya membuang mukanya dariku, dia hanya menundukkan kepalanya setiap dia berjalan. apa Sofia sedang mengingat kejadian waktu itu?.


" Sofia, tunggu-". huh, sepertinya Sofia tidak ingin di ganggu dulu untuk saat ini, aku akan bicara padanya jika ada waktu nanti.


" hey sherla, apa kau tahu ada apa dengan Sofia?, dia tampaknya tidak sehat sekali, apa dia sakit?". tanya aida dengan wajah polos.


benar juga, mungkin karena ada aida yang membuat Sofia tidak ingin berbicara padaku, karena aida tidak ada waktu kejadian itu


" yah, mungkin saja dia sedang tidak badan, kita tidak boleh mengganggunya ". jawabku dengan singkat.


dan ada satu hal yang membuat ku terasa kurang sekali, tapi apa yah?.


" aku juga tidak melihat Kevin, apa dia juga sedang sakit?". usul aida.


itu dia senior, pantas saja hatiku rasanya hampa sekali, ternyata dia belum ada disini, biasanya dia sudah menunggu ku dilorong.semua orang akhir-akhir ini terasa aneh, kecuali aida.


" tunggu sherla!". tiba-tiba saja ada seseorang yang memanggilku dari belakang, dari suaranya aku sudah kenal sekali. itu adalah niro, aku sudah lama sekali tidak bertemu dengannya.


" niro?, sudah lama sekali kita tidak bertemu yah, ngomong-ngomong bagaimana kabarmu hari ini?". ucapku sambil tersenyum menyambut kedatangan niro.


aku senang sekali dia bisa sembuh kembali, sepertinya tuan Jack juga sudah kembali dari lukanya.


" baik ". jawab niro dengan nafas yang gelagapan.


" ngomong-ngomong, kenapa kau begitu buru-buru sekali?". tanyaku dengan heran.


dari raut wajahnya, sepertinya niro ingin mengatakan hal yang serius padaku. mungkin itu ada kaitannya dengan FBI?.

__ADS_1


" sherla, ikutlah denganku, ada satu hal yang ingin kubicarakan padamu, hanya kita berdua!".


__ADS_2