
selamat hari ulang tahun ke 15, tadi itu benar-benar mengejutkan, bagaimana aku bisa lupa dengan ulang tahunku sendiri yah, ada-ada saja. tapi memang hal yang wajar, ini adalah pertama kalinya ulang tahunku di rayakan semeriah ini, mungkin karena dulu aku tidak mempunyai teman.
oh yah, apa kalian tahu tanggal lahirku berapa?, yep, aku lahir pada tanggal 1 Oktober 2006. yah, aku masih sangat muda loh. dan umurku sekarang ini adalah 15 tahun. tidak terasa sekali aku sudah sebesar ini.
tapi, bagaimana Sofia mengetahui tanggal lahirku yah?.
" hey, sherla!, sampai kapan kau terus melamun, cepat kesini!".
ucap Sofia dengan lantang ke arahku.
" ba, baiklah!".
aku langsung bergegas menuju gerombolan orang-orang itu.
" ini ".
ucap Sofia yang memberikan tumpukan kado padaku.
" i, ini semua untukku?".
ucapku dengan wajah terkejut.
" yep, tapi kau harus membukanya nanti ".
jawab sofia.
" aku jadi semakin penasaran ".
ucapku sambil melihat-lihat bagian luar kado-kado itu.
" kau akan mengetahuinya, kalau kau tau sekarang, bukan kejutan namanya ".
ucap Sofia sambil meringis.
" baiklah-baiklah, tapi ada banyak hal lagi yang ingin ku katakan padamu ".
ucapku sambil memejamkan mata.
" apa itu?".
" kenapa kau merencanakan hal sejauh ini, kau tahu, kau hampir membuatku mati ketakutan ".
ucapku dengan tatapan tajam.
" hehe, baiklah-baiklah aku minta maaf, aku agar berlebihan ".
ucap sofia sambil menggaruk-garuk kepalanya.
" hmm, tapi tidak buruk juga, ini benar-benar sangat berarti untukku ".
ucapku sambil menggenggam tangan Sofia.
" baiklah, apa kita bisa makan sekarang kuenya?, aku sudah menunggu lama ".
ucap senior yang dari tadi membawa kue di tangannya.
" baiklah tuan pembunuh, sepertinya perutmu sudah mulai kosong karena terlalu banyak menghabisi nyawa orang yang tidak bersalah ".
ucapku yang tertawa terbahak-bahak saat melihat costum yang di pakai senior.
" baiklah, ayo kita makan kuenya sama-sama ".
ucap ibu sambil memotong kue itu menggunakan pisau plastik.
" ayo!".
kue yang enak, aku harap bisa merasakan hari seperti ini lagi nanti, ini akan menjadi kenangan yang indah.
" tidak terasa hari sudah mulai sore, begitu cepat sekali ".
ucap Sofia sambil melihat langit yang sudah berwarna jingga.
" aku benar-benar terima kasih, sepertinya kalian sangat repot sekali ".
ucapku sambil mengelus-elus kepalaku.
" tidak juga, tadi itu benar-benar menyenangkan, kami sangat terhibur saat melihatmu seperti anak kecil tadi, dan kami juga sudah merekammmm ".
tiba-tiba saja Sofia langsung menutup mulut Aida dengan tanganya.
" eh, merekam apa?".
tanyaku dengan heran.
" ti, tidak, tidak apa-apa, maksud Aida adalah merekam foto kita bersama ".
ucap Sofia sambil menyumpal mulut Aida dengan tanganya.
" ouh ".
" sherla, ibu dan ayah pergi dulu yah, kamu nanti langsung pulang, jangan sampai larut malam ".
__ADS_1
ucap ibu sambil mengelus-elus pipiku.
" baik bu ".
jawabku.
" tolong antar pulang sherla nanti yah Kevin ".
ucap Ayah sambil menepuk pundak kevin.
" ayah!, jangan merepotkan senior, aku bisa pulang bersama Aida ".
ucapku yang sangat terkejut dengan omongan ayah tadi.
" mmm, aku sepertinya tidak bisa pulang bersamamu Sherla, aku akan pergi dengan Sofia untuk membeli sesuatu ".
ucap Aida sambil melirik ke Sofia.
" i, Iyah benar, kami akan pergi ke toko liburan untuk membeli pakaian musim panas nanti ".
ucap Sofia sambil meringis.
" baiklah, itu berarti Kevin harus mengantarmu pulang, sangat berbahaya kalau gadis seperti dirimu untuk berjalan sendirian di hari larut seperti ".
ucap Ayah yang terus memaksa kehendaknya sendiri.
" ayah!, tapi-".
" baiklah paman, aku akan mengantar Sherla pulang ke rumah ".
ucap senior yang tiba-tiba saja memotong pembicaraanku.
" baguslah, itu bisa membuat hatiku lebih tenang ".
ucap Ayah dengan senyuman yang lebar.
" tunggu!, kalau begitu aku pulang bersama kalian saja ".
ucapku dengan ide yang terlintas di pikiranku.
" eee, tidak boleh!".
jawab Ayah sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
" kenapa?".
" karenaaa, eee, karenaaa-".
" karenaaa ".
" karena apa?!".
ucapku yang mulai kesal.
" karena ibu dan ayah hari ini akan pergi ke mall, untuk membeli peralatan masak di dapur ".
ucap ibu yang langsung datang menghampiri kami.
" aaah, Iyah, Ayah dan ibu akan pergi ke mall, jadi kamu harus pulang duluan ke rumah ".
ucap Ayah dengan wajah yang semulanya panik menjadi ceria kembali.
" huh ".
" baiklah, kalau begitu ayah pergi dulu yah, kalian jaga diri baik-baik, ingat!, langsung pulang ke rumah yah!".
ucap Ayah sambil masuk kedalam mobil.
" astaga, benar-benar menyebalkan ".
ucapku dengan wajah cemberut.
" jadi, apa kita bisa pulang sekarang?".
ucap senior yang dari tadi diam di sampingku.
" terserah ".
ucapku sambil melangkahkan kakiku dengan wajah cemberut.
" hey, apa kau marah pada ayahmu?".
tanya senior sambil melirik ke arahku.
" yah, sedikit ".
ucapku sambil membuang muka.
" dia mengkhawatirkan mu, dia hanya takut terjadi apa-apa padamu ".
ucap senior sambil tersenyum tipis.
__ADS_1
" aku tahu, tapi aku ini sudah dewasa, bukan anak kecil lagi ".
ucapku sambil terus melangkahkan kakiku dengan wajah cemberut.
" dan ketika kau dewasa berarti tidak akan ada yang mengganggumu?".
ucap senior sambil mengangkat alisnya.
" hmmm ".
" lagi pula tidak ada salahnya berjalan denganku, arah jalan kita juga sama kan?".
ucap senior sambil menatap bulat ke arahku.
" hmm ".
" mmm, senior ".
ucapku dengan suara pelan.
" apa?".
ucap senior sambil menghentikan langkah kakinya.
" aku tidak sabar sekali ingin membuka hadiah-hadiah itu nanti, apa kau akan memberitahuku isi hadiahmu?"
ucapku dengan perasaan yang sedikit malu.
" hadiah?, aku belum memberimu hadiah ".
jawab senior dengan wajah santai.
" hah, lalu, apa isi kotak yang kau berikan padaku tadi?".
ucapku dengan heran.
" itu pemberian dari kakek ".
jawab senior sambil tersenyum.
" kakek?, pasti kau yang memberitahunya ".
ucapku sambil menghela nafas.
" kira-kira, apa isi hadiah pemberian dari kakek yah?".
ucapku sambil mengingat-ingat kotak hadiah yang senior taruh tadi.
" hmm, aku tidak tahu ".
jawab senior sambil mengangkat alisnya.
" mmm, senior ".
ucapku sambil menghentikan langkahku.
" ada apa?, apa kau lelah?, wajahmu memerah ".
ucap senior sambil menatapku dengan cemas.
" apa kau benar-benar tidak memberiku hadiah?".
ucapku sambil membuang muka.
" soal itu, aku tidak tahu mau memberimu hadiah apa, kalau saat itu aku tau hari ulang tahunmu, aku akan memberikan kalung semanggi itu nanti ".
jawab senior sambil menghela nafas.
" tidak apa-apa, kau sudah memberiku banyak hal ".
ucapku sambil tersenyum.
tapi senior malah menghiraukan ku sambil melihat-lihat sekeliling.
" bagaimana dengan ciuman?".
ucap senior sambil tersenyum ke arahku.
" ka, kau bercanda?!".
ucapku dengan wajah terkejut.
" hey, jangan kencang-kencang, orang-orang bisa tau ".
" hmmm ".
aku hanya menggigit bibirku sambil menganggukan kepalaku perlahan.
" pejamkan matamu ".
ucap senior sambil mendekatkan bibirnya ke arah ku.
__ADS_1
" Hmmph ".