
akhirnya, setelah perjalanan yang cukup lama, akhirnya aku bisa sampai di rumahku.
" komandan brips, terima kasih banyak yah, tumpanganya ".
ucapku sambil tersenyum terima kasih.
" yah, tentu saja ".
ucap komandan brips sambil merapikan kacamatanya.
" eh, lalu, bagaimana dengan senior?".
tanyaku sambil menatap senior yang masih tertidur pulas.
" tenang saja, aku akan menghantarnya sampai ke rumah ".
ucap komandan brips dengan santai.
" baiklah, hati-hati yah ".
ucapku sambil melambaikan tangan.
komandan brips hanya mengacungkan jempolnya lalu pergi meninggalkanku.
saat aku sudah sampai di depan rumah, tiba-tiba saja aku merasa aura yang sangat mengerikan, tiba-tiba saja bulu kudukku merinding, apa yang harus ku katakan yah pada ibuku nanti.
aku mencoba melangkah perlahan ke pintu rumah, dan langsung mengarahkan tanganku yang gemetar ke bel pintu masuk rumahku.
" ding-dong, i, ibu, aku pulang ".
ucapku dengan nada yang gemetar.
lalu, pintu langsung di buka, di depanku, aku melihat ibu dengan wajah yang seram.
" haa, sherla putriku, akhirnya kami pulang juga, ibu sudah menunggumu lama sekali loh ".
ucap ibu yang tiba-tiba saja ekspresinya berubah menjadi ceria dan tersenyum.
" eeh, ibu tidak marah?".
tanyaku dengan nada terkejut.
" hah?, marah untuk apa?".
tanya ibu dengan wajah heran.
" aku, tidak pulang selama dua hari ini kan?, apa ibu tidak tau?".
ucapku dengan wajah yang masih ketakutan.
" ouh, tadi, sebenarnya ada seorang laki-laki yang tinggi ke rumah ibu, bersama temanya yang mempunyai kumis melintang dan memakai kacamata hitam ".
ucap ibu dengan santai.
hah?, laki-laki tinggi?, orang dengan kumis melintang dan kacamata hitam?, jangan-jangan!.
" tuan Alex, komandan brips?".
ucapku dengan nada yang kecil.
" siapa?!".
ucap ibu yang sepertinya tidak sengaja mendengar bisikanku.
" ah, tidak, tidak apa-apa, aku lapar, mau masuk dulu ".
ucapku sambil masuk ke dalam rumah.
" ibu sudah menyiapkan makananya di meja ".
ucap ibu sambil menutup pintu rumah.
aku langsung mengambil makananku dan langsung memakannya dengan lahap.
entah mengapa, ada sesuatu hal yang kurang di rumah ini, aku langsung melirik ke kanan-kiri.
" ibu, ayah dimana?".
tanyaku sambil melirik ke ruangan-ruangan lain.
" entah, ayahmu sudah lama tidak pulang-pulang ".
ucap ibu sambil menghela nafas.
" sejak tadi, ayah masih belum pulang saja?".
ucapku dengan nada yang kesal.
" yah, mungkin ayahmu sangat sibuk sekali ".
ucap ibu mencoba menenangkan ku.
__ADS_1
" kalau aku boleh tau, memangnya selama ini ayah kerja apa?".
tanyaku sambil menghabiskan makananku.
" mmm, ayahmu bilang kalau dia bekerja di perusahaan terbesar di kota ini, ayah juga bilang kalau dia tidak pulang beberapa hari, karena perusahaanya akan mengadakan kerja sama dengan sebuah organisasi ".
ucap ibu dengan detail.
" organisasi?".
ucapku dengan rasa heran.
" Iyah, tapi ibu tidak tau itu organisasi apa ".
ucap ibu sambil menatap ke arahku.
entah mengapa, aku merasa khawatir dengan keadaan ayah, apakah perusahaan tempat bekerja ayah adalah perusahaan yang bekerja sama dengan Red Evil.
" aku selesai, mau keluar dulu ".
ucapku sambil beranjak dari meja makanku.
" eee, tidak, tidak, tidak, kamu tidak boleh keluar kemana-mana, kamu harus istirahat ".
ucap ibu sambil membawaku ke kamar ku.
" tapi bu-".
" ssst, tidak boleh ada tapi-tapi, ibu bisa melihat wajah kamu yang kelelahan, kamu harus istirahat, nanti kamu bisa sakit ".
ucap ibu sambil membaringkan tubuhku ke kasur.
" baiklah Bu ".
aku hanya bisa menuruti ucapan ibu.
" kalau kamu ingin apa-apa, tinggal bilang saja sama ibu ".
ucap ibu sambil menyelimutiku.
" baik Bu ".
ucapku sambil tersenyum sedikit.
" tidur yang nyenyak yah sayang ".
ucap ibu sambil mengelus-elus kepalaku.
lalu ibu langsung pergi meninggalkanku.
tapi, akhir-akhir ini, aku menjadi sangat dekat sekali dengan senior, entah mengapa sepertinya hubungan kami sepertinya semakin, hhh, dan entah mengapa wajah senior selalu terngiang-ngiang di kepalaku, terkadang dia menjadi sangat romantis, terkadang dia sangat dingin sekali, dan terkadang dia menjadi sangat peduli.
kira-kira, apa yang sedang dilakukan senior kali ini yah, apa dia juga sedang tidur seperti ku, hmm, entah mengapa aku jadi sangat merindukannya.
" fiuh, aku sangat lelah, lebih baik aku tidak boleh banyak pikiran ".
aku langsung memejamkan mataku dan tertidur dengan pulas.
ESOK HARINYA
" ibu, aku berangkat sekolah dulu yah ".
ucapku sambil mengambil tasku.
" kau yakin tidak mau ijin dulu?".
ucap ibu dengan nada yang cemas.
" tidak apa-apa Bu, lagian aku juga sudah istirahat kemarin, sekarang tubuhku sudah baikan ".
ucapku mencoba meyakinkan ibu.
" baiklah, kamu jaga diri baik-baik yah, dan ingat, jangan pulang terlalu larut lagi yah ".
ucap ibu dengan wajah cemas.
" baik Bu, aku pergi dulu yah, dah ".
ucapku sambil membuka pintu rumah.
namun, saat aku membuka pintu rumah, tiba-tiba saja aida yang tersenyum di depanku.
" aida!, kau membuatku kaget saja ".
ucapku dengan nada yang kesal.
" hehe, maaf, maaf ".
ucap aida sambil tersenyum.
" ayo kita berangkat ".
__ADS_1
ucap aida sambil mengajakku berangkat bersama.
" ngomong-ngomong, apa kondisimu sudah baikan?".
tanyaku sambil menatap datar aida.
" tentu saja, oh ya, kau juga akhir-akhir ini kemana saja ".
tanya aida sambil tersenyum.
" emm, aku bersama senior mengerjakan sesuatu ".
ucapku mencoba mencari alasan lain.
" ouh, kalian sangat akrab sekali yah ".
ucap aida sambil tersenyum ke arahku.
" eh, ti, tidak juga ".
ucapku sambil membuang muka.
" masa?, buktinya tadi di kalian ribut rumah sakit ".
ucap aida sambil menatap sinis.
" eh, kau, tau?".
" kalian berteriak sangat kencang sekali, aku jadi terbangun ".
ucap aida sambil mengelus-elus rambutnya.
aku langsung mempercepat langkahku.
" he, hey, baiklah-baiklah, aku tidak akan membicarakan seniormu lagi ".
ucap aida sambil mencoba mengejar ku.
akhirnya, kami sudah sampai di sekolahan.
namun, aku melihat senior yang sedang berada di depan lorong kelas bersama Sofia.
" selamat pagi, ketua Kevin ".
ucap aida sambil tersenyum ke arah senior.
" selamat pagi, panggil saja aku Kevin ".
ucap senior dengan wajah datarnya.
" haa, selama pagi sherla, apa kabarmu?".
ucap Sofia sambil tersenyum ke arahku.
" selamat pagi, aku baik-baik saja ".
ucapku dengan nada yang lemas.
lalu, aku langsung pergi ke kelasku.
" he, ada apa dengan sherla, apa dia sakit?".
tanya senior pada aida.
" entahlah, aku juga tidak tau ".
ucap aida sambil berlari menyusul ku.
aku langsung duduk di mejaku dan menyenderkan kepalaku di meja.
" hey, kau kenapa, apa kau masih marah padaku?".
tanya aida dengan rasa bersalah.
" tidak, tidak apa-apa ".
ucap mencoba untuk tersenyum.
namun, tiba-tiba saja terdengar suara gaduh di luar kelas.
" he, ada apa yah ".
ucap aida sambil melihat lihat melalui jendela.
" selamat pagi anak-anak, kali ini, kita kedatangan murid baru lagi, nak, silahkan masuk ".
" baik Bu ".
entah mengapa aku langsung terkejut, suara ini seperti tidak asing bagiku, aku seperti pernah mendengarnya.
saat murid baru itu masuk kedalam kelas.
__ADS_1
ternyata dugaan ku benar, orang itu adalah...
" NIRO ".