Seniorku Yang Misterius

Seniorku Yang Misterius
PERTANYAAN ANEH


__ADS_3

menyenangkan sekali rasanya bisa menonton bioskop, yah meskipun tidak sesuai dengan harapan, setidaknya aku bisa merasakan kembali suasana seperti ini.


sekarang jam sudah menunjukan pukul 22.00, aku harus segera pulang ke rumah, meskipun ibu sudah mengizinkanku, dia akan tetap marah jika aku pulang larut malam begini.


" kalian pergi duluan saja, aku dan aida akan pergi ke kedai sebentar ". usul Sofia sambil menarik lengan aida.


" kau mau apa malam-malam ke kedai?". tanyaku dengan heran. lagian juga kedai mana yang masih buka larut malam seperti ini, mereka sepertinya sedang merencanakan sesuatu.


" aku lapar, yah lapar, kalian duluan saja yah, aku akan pulang bersama aida nanti ". jawab Sofia dengan wajah yang mencurigakan.


aku tidak punya pilihan lagi selain mengikuti apa yang dia katakan, lagi pula dia hanya ingin pergi ke kedai. aku harus tetap berfikir positif. tapi masalahnya mereka meninggalkanku berdua bersama senior.


" emm, ayo kita pulang ". ucapku dengan nada yang kecil.


ini yang di permasalahkan, ketika aku berdua dengan senior, rasanya seperti duduk di samping kulkas, dingin dan membuatku menggigil.


" tunggu, aku ingin mengajakmu ke suatu tempat ". ucap senior sambil memegang erat lenganku.


" em, a, apa?". gawat, kenapa perasaanku jadi gelisah seperti ini yah, tenangkan hatimu sherla, tetaplah berfikir positif.


aku malah dibuat heran saat melihat tatapan senior yang beralih ke sebuah taman.


" rasanya lelah sekali, aku ingin kau menemaniku istirahat disana ". ucap senior sambil melangkahkan kakinya kesebuah taman yang begitu sepi.


dan dia menyuruhku untuk duduk di sebuah pohon besar yang sama dengan waktu itu.


" disini gelap dan dingin sekali yah?". ucapku mencoba untuk mencairkan suasana.


" lihatlah ke atas ". ujar senior sambil mengalihkan pandanganya ke atas langit. disana aku melihat banyak sekali bintang-bintang yang bersinar dengan indah.


" wahh!, mereka muncul begitu banyak sekali, bintang-bintang itu sangat unik dan indah ".


aku benar-benar sangat kagum saat melihat pemandangan yang menghiasi mata ini, aku sudah lama sekali tidak melihat keajaiban seperti ini. dan itu benar-benar nyata.


" ketika cahaya matahari mulai pudar, dan kegelapan mulai tiba, bintang-bintang akan menunjukan cahaya mereka untuk menerangi seluruh permukaan bumi. sama halnya dengan diri kita, ketika kita kehilangan jati diri kita, kegelapan akan datang menutupi seluruh pandangan, pikiran kita, bahkan hati kita ".

__ADS_1


lagi-lagi senior menunjukan sisi lainya yang berbeda, sifat senior benar-benar susah untuk di tebak.


" aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan ".


terkadang senior selalu menggunakan bahasa yang sulit untuk di artikan ketika sedang menyampaikan sesuatu yang penting.


" sherla, apa kau mempunyai semua bintang-bintang itu di hatimu?". tanya senior sambil melirik ke arahku dengan tatapan serius.


sepertinya aku bisa mengerti ucapan senior kali ini, bintang-bintang, dia menanyakan orang-orang yang berharga dalam hidupku.


" aku selalu berfikir kalau hidupku ini benar-benar menyedihkan, kesepian dan kehampaan selalu menjadi teman siang dan malam bagiku, namun, semuanya berubah setelah aku mengenal orang-orang yang begitu menyayangiku, aku tidak bisa mempunyai semua bintang-bintang yang kau maksud itu, akan tetapi, aku bisa menemukanya, ayah, ibu, Sofia, aida bahkan kau senior, kalian adalah bintang-bintang yang sangat berharga dalam hidupku ".


semua kata-kata itu terucap begitu saja dari mulutku, sepertinya karena aku terbawa suasana mungkin.


" ada satu hal lagi yang ingin kutanyakan padamu ". ucap senior dengan wajah serius.


" apa itu?".


" apa yang akan kau lakukan, ketika kau tahu kalau temanmu sebenarnya adalah musuhmu sendiri ". ucap senior menatapku dengan tajam.


" apa yang akan kau lakukan, sherla?". setiap ku bertanya senior hanya mengulangi perkataan yang sama.


" aku, aku akan membawanya kembali!". jawabku dengan tegas. semua kalimat ini tiba-tiba saja terucap tanpa terlintas di pikiranku.


" kembali?". senior hanya menatapku dengan bulat, dia seperti tidak percaya dengan ucapan ku tadi.


" benar, aku tidak peduli karena setiap orang bisa berubah kapan saja, dan jalan satu-satunya untuk mengubah kembali hati seseorang, adalah dengan membawanya kembali ".


" nchh". senior hanya tertawa kecil sambil mengalihkan pandanganya ke atas langit.


" ternyata itu jawabanmu yah, kau benar-benar memberiku sebuah kejutan, sherla ". ucap senior dengan senyumannya yang begitu tulus. aku sudah lama sekali melihat senior tersenyum seperti ini, atau memang tidak pernah yah?.


" hey tunggu dulu, kau belum menjawab alasan kau menanyakan hal itu padaku ". ucapku dengan tatapan sinis.


" tidak, aku hanya ingin meminta saranmu saja, hanya itu ". jawab senior sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

__ADS_1


" ayolah, aku sudah menjawab pertanyaanmu kan, sekarang sudah waktunya kau menjawab pertanyaanku ". ucapku dengan kesal.


" kau akan tahu, aku harap tindakanmu nanti sesuai dengan ucapanmu ".


" katakan yang jelas maksudmu!!". senior benar-benar membuatku menjadi semakin heran di tambah dengan rasa kesal yang menyelimuti tubuhku ini, ini sudah larut malam dan dia malah memancingku untuk membangunkan orang yang sedang tidur.


" sudahlah, terserah saja kau akan mengatakannya atau tidak, ini sudah larut malam dan aku sudah mengantuk, lebih baik aku pulang saja ". ucapku dengan wajah cemberut.


semua kekesalan ini membuatku menjadi lelah, sekarang sudah melewati jam tidurku, aku harap ibu tidak mengunciku dari luar.


****


akhirnya aku bisa sampai di rumah, ibu pasti akan memarahiku, ini sudah kedua kalinya aku pulang selarut ini.


" kau yakin tidak mau ku antar sampai stasiun?". tanyaku dengan cemas.


" tidak, itu akan menghancurkan kodratku sebagai seorang pria ". jawab senior dengan angkuh.


yah benar juga, senior itu jago gelud, dia bisa menjaga dirinya dari gigitan nyamuk sekalipun.


" baiklah, selamat malam ". aku langsung pergi meninggalkan senior dengan rasa kesal yang masih menempel di pikiranku.


pulang ke rumah di larut malam membuatku menjadi gelisah sekali, semoga saja pintunya tidak di kunci.


" cnnnnkkk ". ternyata pintu rumah belum di kunci, sepertinya ibu lupa mengunci pintunya.


tapi itu tidak mungkin, ibu sangat teliti sekali dalam hal apapun, perasaanku jadi tidak enak.


" ibu, ayah?!". aku langsung mengecek ke kamar mereka, dan sayangnya mereka tidak ada sama sekali, sekarang perasaanku menjadi panik sekali.


" eh?". saat aku ingin masuk kedalam kamar, aku melihat selembar kertas yang di dalamnya ada kunci rumah.


" sherla, ayah dan ibu pergi keluar sebentar, mungkin besok juga pulang, jaga diri kamu baik-baik yah, jangan sampai lupa untuk mengunci rumah, selamat tidur sayangku ".


" a, aku di tinggal sendirian?".

__ADS_1


" haaa!!!".


__ADS_2