
aku baru tahu ternyata ibuku mempunyai masa lalu yang cukup romantis seperti ini, yah memang ada yang mengatakan kalau semua orang itu mempunyai masa lalu, tapi entah mengapa rasanya aneh sekali, cerita yang ibu alami ini hampir sama denganku.
tentu saja itu tidak kebetulan kan, apa ceritaku juga nanti akan sama dengan ibu waktu dulu, jika memang Iyah itu berarti, aku dan senior.. ah tidak-tidak, itu tidak mungkin, jangan sampai kau terbawa-bawa sherla, ini hanyalah kebetulan.
" apa sejak saat itu ibu sudah mulai akrab dengan ayah?".
" hmm, belum sih, sejak itu ibu tidak pernah bertemu dengannya lagi ".
jawab ibu.
" lalu, bagaimana ibu bisa akrab dengan ayah?".
tanyaku semakin penasaran.
" hmm, ibu tidak bertemu lagi dengan ayahmu selama satu tahun, padahal ibu sudah berusaha mencarinya di sosial media, tapi semuanya sia-sia, dan saat ibu mulai memasuki bangku SMA, ibu mulai berpikir untuk melupakan ayahmu saja, tapi ajaibnya takdir berkata lain, saat itu ibu sangat terkejut saat mengetahui kalau ayahmu duduk di sekolah bahkan kelas yang sama dengan ibu ".
" lalu lalu, apa reaksi ayah saat satu kelas dengan ibu?".
tanyaku dengan penuh semangat.
" ibu merasa senang sekali karena bisa bertemu dengan ayahmu, tapi saat ibu ingin dekat dengan ayahmu, dia selalu saja cuek dan tidak peduli pada siapapun ".
cuek, dingin, tidak perhatian, itu benar-benar menggambarkan sekali sifat senior sekarang ini, apa jangan-jangan senior adalah reinkarnasi dari ayah?. aku hanya bercanda.
" tapi, sepertinya itu tidak menggambarkan sifat ayah yang sekarang ".
ucapku sambil meringis.
" ayahmu dulu adalah seorang penyendiri, dia jarang sekali berinteraksi dengan orang lain, ibu juga sebenarnya heran bagaimana dia bisa menjalankan hidupnya dengan kesepian ".
" lalu, bagaimana ayah dan ibu bisa saling menyukai?".
tanyaku.
" itu terlalu jauh, butuh waktu yang lama untuk mendapatkan hati ayahmu ".
" kau tahu sherla, saat melihat wajah Kevin, ibu merasa seperti melihat ayahmu waktu muda dulu, dari raut wajahnya, sifatnya, bahkan tingkah lakunya ".
ada benarnya juga sih yang dikatakan ibu, itu semuanya persis seperti yang ada dipikiranku.
" benar, senior sangat dingin dan tidak mudah peka, tapi, dibalik sifatnya yang menyebalkan seperti itu, ternyata senior juga orang yang perhatian ".
" dia sudah seperti reinkarnasi dari ayahmu saja, hihi ".
ucap ibu sambil tersenyum.
hmm, jika senior adalah reinkarnasi dari ayah, apakah aku juga reinkarnasi dari ibu?, kok malah jadi bahas reinkarnasi yah, tidak-tidak, jangan percaya dengan tahayul seperti itu, ingat itu hanya kebetulan!. namanya juga sifat.
" hmm apa sifatku ini mirip dengan ibu?".
" hhh, kau tanyakan saja pada ayahmu, dia pasti akan menjawabnya ".
jawab ibu sambil pergi meninggalkanku.
ya ampun, ibu pelit sekali. aku lebih baik segera menemui senior, dia pasti sudah menunggu begitu lama, sekarang sudah jam 18.55, waktu kita hanya tersisa lima menit lagi.
__ADS_1
" ayo senior, maaf kau pasti sudah menunggu lama yah ".
ucapku sambil mendekati senior yang sedang duduk di samping ayah.
" kau ini seperti ibumu, lama sekali kalau berdandan ".
sindir ayah.
" ooh, jadi kau menyindirku?".
ucap ibu yang tidak sengaja mendengar perkataan ayah tadi.
" eh tidak-tidak, kau cantik sekali ketika berdandan ko, ngomong-ngomong anak ayah juga sangat cantik hari ini, kau mirip seperti ibumu waktu masih remaja ".
sepertinya ayah sangat kagum dengan penampilanku yang berbeda malam ini, hihi.
" eh bentar-bentar, bukanya gaun itu-".
" pemberian dari ayah untuk ibu waktu masih seusiaku bukan?".
tebak ku.
" kau tahu dari mana?, apa ibumu yang memberitahumu?".
tanya ayah dengan wajah terkejut.
aku hanya menganggukkan kepalaku sambil melirik ke arah ibu yang sedang mencuci piring di dapur.
" pantas saja rasanya tidak asing sekali saat melihatmu, penampilanmu itu sangat persis sekali dengan ibumu dulu ".
" benarkah, apa yah mau cerita tentang masa lalu ayah dengan ibu?".
" eh tidak-tidak, kalian harus pergi menonton bioskop bukan?, kasihan seniormu sudah menunggu ".
ucap ayah sambil pergi meninggalkan kami.
" astaga, aku lupa lagi, sekarang sudah hampir jam 7, kita harus bergegas ke taman ".
ucapku dengan panik.
kami langsung bergegas menuju ke taman, aida dan Sofia pasti sudah menunggu lama disana, dia pasti akan marah sekali.
tapi saat sampai disana, aku tidak menemukan mereka sama sekali, apa mereka sudah pergi duluan yah?.
" bagaimana ini senior?, mereka pasti sangat kesal sampai meninggalkan kita disini, ini semua salahku ".
ucapku dengan wajah menyesal.
" tenanglah, mereka tidak akan meninggalkan kita, bisa saja mereka yang datang terlambat bukan?".
ujar senior sambil mencoba untuk menenangkan ku.
" itu dia!".
ucap senior sambil menunjuk ke arah Sofia dan aida yang berlari terbirit-birit seperti di kejar hantu.
__ADS_1
" kalian dari mana saja?, aku kira kalian sudah pergi duluan ".
ucapku dengan cemas saat melihat mereka seperti orang yang kehabisan nafas.
" kami tadi di kejar seekor anjing ".
jawab aida sambil memegangi dadanya.
" bagaimana bisa?".
" huh, huh, aku tidak tahu, tapi aning itu sepertinya ingin mengambil tiket ini dariku?".
ucap Sofia sambil menunjukan sebuah tiket yang sepertinya itu adalah tiket untuk menonton bioskop.
aku baru tahu anjing suka dengan tiket bioskop, apa dia sebenarnya ingin menonton bioskop juga yah?.
" tenang saja, bioskop di buka jam 8, kita bisa istirahat sebentar ".
ucap Sofia yang nampak begitu lelah.
" bagaimana kalau kita pergi ke kedai dekat sana?".
usulku sambil menunjuk ke sebuah kedai yang letaknya tidak terlalu jauh dari taman.
kami memutuskan untuk istirahat sebentar di sebuah kedai terdekat, meskipun tempatnya tidak begitu besar, fasilitas di kedai ini sudah mengikuti perkembangan zaman.
" hey Sofia, kau sudah mendapatkan tiket bukan?, lali film apa yang akan kita tonton nanti?".
tanyaku.
" naah, tiket yang ku beli ini berbeda dari yang lain, satu tiket berisi genre yang sesuai kita pilih, dan satu tiket juga bisa membawa lima orang sekaligus ".
ucap Sofia sambil menunjukan tiket yang ia beli sebanyak empat lembar.
" tiket ini berisi genre romantis, action, fantasi, dan horor ".
" ini bukanya tiket langka, bagaimana kau bisa mendapatkannya?".
ucap senior sambil memeriksa satu persatu tiket tersebut.
" eem, ayahku yang membelinya ".
" hm?, kenapa semua bagian belakang kartu ini mempunyai nomor?".
tanya senior yang terkejut saat melihat bagian belakang kartu tersebut.
" ini hanya nomor urut saja ".
jawab Sofia sambil tersenyum tipis.
" baiklah sebelum itu, bagaimana kalau kita bagi tiket ini sesuai dengan genre kesukaan kita masing-masing".
" ide yang bagus, tiket romantis untuk sherla, tiket action untuk Kevin, tiket fantasi untukku, dan tiket horor untuk aida, bagaimana?".
" SETUJU!".
__ADS_1