
akhirnya kehidupan lama ku yang begitu sejahtera, aman dan sentosa sudah kembali normal, aku sangat senang karena keluargaku bisa kumpul kembali seperti biasanya, aku harap tidak ada masalah membebankanku lagi, meskipun ada yah minimal jangan libatkan mereka. yah, selamat datang kembali di kehidupan lamaku, meskipun itu membosankan.
" hoooaaaam ".
seperti biasanya aku bangun pagi-pagi untuk berangkat ke sekolah, eh, tapi sekolah kan libur!, astaga, bisa-bisanya aku lupa.
" lebih baik aku mandi saja lah ".
ujarku sambil beranjak dari kasur tidurku dan bergegas menuju ke kamar mandi.
" sayang, kau sudah bangun?".
tanya ibu sambil menyiapkan makanan yang ada di meja.
" iyah bu, tapi, dimana Ayah?".
tanyaku sambil melihat-lihat sekeliling ruangan.
" aduh!".
tiba-tiba saja ada yang mencubitku dari belakang, dan...
" BAAA!!!! ".
" HAAA!!".
aku sangat terkejut saat melihat Ayah yang tiba-tiba saja muncul di belakangku dan mengagetkanku.
" Ayah!, kau membuatku terkejut!".
ucapku dengan wajah kesal.
" hahaha!, masa baru segitu ajah kaget ".
ujar Ayah sambil tertawa terbahak-bahak.
" baiklah, rasakan ini!".
ucapku sambil mencubit lengan ayah.
" eits, tidak kena, hahaha!".
" BRAAAKK!!!".
kami dikejutkan oleh ibu yang tiba-tiba saja memukul meja makan itu dengan keras sambil mengeluarkan aura yang mengerikan.
" hey, apa kalian bisa duduk saja dan diam?".
ucap ibu dengan tatapanya yang di penuhi nafsu membunuh.
kami berdua langsung terdiam dan duduk dengan tubuh yang gemetar ketakutan.
astaga, baru saja keluar dari konflik politik malah masuk konflik keluarga, ibarat keluar dari terkaman singa lalu masuk ke dalam mulut buaya.
setelah selesai, aku berfikir untuk berjalan-jalan sebentar di taman, sekalian olah raga.
" kau mau kemana sayang?".
tanya ibu sambil mencuci piring di dapur.
" aku ingin pergi keluar sebentar ".
jawabku sambil memakai sepatu lari ku.
" memangnya kamu tidak sekolah?".
tanya ibu sambil menghentikan mencucinya.
" tidak, hari ini sampai minggu selanjutnya libur karena ada acara ujian akhir semester untuk kelas dua belas ".
jawabku sambil mengencangkan tali sepatuku.
" ouh, yasudah jangan jauh-jauh yah, hati-hati di jalan ".
ucap ibu dari dalam dapur.
" baik bu ".
namun saat aku membuka pintu rumah, aku di kejutkan dengan kedatangan senior dengan pakaian yang rapih, memangnya, dia mau kemana yah?.
" se, senior?".
ucapku dengan wajah terkejut.
" hai, bagaimana, apa kau sudah siap?".
tanya senior sambil tersenyum.
" siap untuk apa?".
__ADS_1
tanyaku dengan perasaan heran.
" hah?, kau lupa, kita ada janji untuk jalan ke mall bukan?".
jawab senior dengan nada yang lantang.
dengan refleks aku langsung menutup mulut senior.
" ssstt, jangan sampai Ayah dan ibuku tau ".
ucapku sambil membisik pada senior.
" kevin?!, benarkah kau akan mengajakku anakku ke mall?".
tanya ibu dengan wajah penuh semangat.
" Sherla akan pergi kencan?".
ucap Ayah yang tiba-tiba saja muncul entah dari mana.
" Iyah paman, tante, aku akan membawa Sherla pergi jalan-jalan, apa boleh?".
tanya senior sambil menatap ayah dan ibuku.
" tentu saja boleh, tolong jaga Sherla yah, selamat menikmati kencan kalian ".
ucap ibu sambil tersenyum bahagia.
" ibu!, kami tidak sedang pergi kencan!".
ucapku dengan wajah kesal.
" bawakan Ayah juga martabak yah ".
ucap Ayah dari dalam ruangan.
" Ayah!".
aku langsung membentak kelakukan ayahku yang selalu menggangguku tanpa henti.
" hey, kau tidak boleh berbicara keras di depan orang tuamu ".
ucap senior sambil berjalan keluar dari halaman rumah.
" yah mau gimana lagi, ini sudah menjadi kebiasaan sehari-hari keluargaku ".
jawabku sambil menghela nafas.
jawab senior sambil tersenyum.
" jika kau ingin bermain, tinggal datang saja ke rumahku, ayah dan ibuku pasti akan sangat sekali saat mendengar namamu, apa lagi melihat dirimu ".
ucapku sambil mengelus-elus kepalaku.
" apa mereka mengatakan sesuatu tentangku?".
tanya senior dengan wajah penasaran.
" ti, tidak, mereka tidak sampai berfikir seperti itu ".
jawabku dengan wajah panik.
" ouh, aku kira mereka selalu membicarakan ku, tapi, kenapa pipimu menjadi merah?".
tanya senior sambil memandangi pipiku.
" ti, tidak, aku hanya kepanasan ".
jawabku sambil memegangi pipiku.
" tapi ini masih pagi ".
ucap senior sambil menatap awan yang belum memunculkan matahari sepenuhnya.
sialan, ini anak mau ngajak kencan atau ke meja hijau, di introgasi Mulu udah kayak pelaku, fuuhh sabar, sabar.
" mmm, ngomong-ngomong, kita akan berangkat naik apa?".
tanyaku mencoba mengalihkan pembicaraan.
" kita akan pergi ke stasiun untuk membawaku ke kota seberang ".
jawab senior sambil melihat ke arah stasiun yang dari jauh.
" kota seberang?".
tanyaku dengan rasa heran.
" yep, kota itu bersebelahan dengan kota tempat tinggalku, nama kota itu adalah kota Boston ".
__ADS_1
jawab senior sambil menatap papan nama kota yang akan kita tuju.
" astaga, hari ini panjang sekali antrianya ".
ucapku sambil melihat para gerombolan orang-orang yang sedang berdesakan untuk mendapatkan tiket kereta.
" tenang saja, aku sudah menyiapkan semuanya ".
ucap senior sambil menunjukan tiket yang dia beli.
" baguslah, kita jadi tidak perlu menunggu lama ".
ucapku sambil menghela nafas.
karena sudah mendapatkan tiket, kami hanya perlu tinggal menunggu keretanya datang.
" lihat, kereta sudah tiba ".
ucapku sambil menunjuk kereta yang sudah mendekat ke stasiun.
" ayo, kita bergegas ".
ucap senior sambil mengulurkan tanganya.
" udah kaya pacaran ajah ".
ucapku sambil membuang muka.
" sudah ayo, kita bisa ketinggalan kereta nanti ".
ujar senior sambil menarik tanganku.
setelah masuk kedalam kéreta, kami hanya menunggu kereta ini berangkat dan membawa kami ke tempat tujuan.
ternyata perjalanan menuju kota baru ini sangat jauh sekali, aku sampai ketiduran.
" Sherla, hey, bangun kita sudah sampai ".
terdengar suara bisik-bisik senior yang memanggilku.
" eh!, sudah sampai?!".
ucapku sambil melihat-lihat sekeliling.
" senior!, kenapa kau tidak membangunkan ku ".
ucapku dengan wajah cemberut.
" hhh, kau tidur lelap sekali, aku jadi tidak tega untuk membangunkan mu ".
ucap senior sambil tersenyum.
" kakak-kakak, lihat ini, fotoku bagus kan?".
ucap seorang anak kecil yang tiba-tiba saja datang menghampiri kami sambil menunjukan foto miliknya.
saat aku melihat foto itu, wajahku langsung tegang karena isi foto itu adalah foto ku yang sedang tidur lelap dengan kepala yang sedang bersandar di bahu senior.
" apa isi gambarnya?".
tanya senior sambil mencoba melihat isi foto ini.
" ti, tidak ada, ini hanya foto biasa ".
ucapku sambil menyembunyikan foto itu.
" kau aneh sekali, cepat berikan foto itu ".
ujar senior sambil mencoba mengambil foto ini dari tanganku.
" tidak, tidak ada ".
jawabku sambil melindungi foto yang penuh aib ini.
" yasudah, terserah kau ".
ucap senior sambil pergi dengan wajah cemberut.
" kembalikan foto ku kak ".
ucap anak kecil itu sambil menadahkan tanganya.
" mmm, de, fotonya kakak beli saja yah ".
ujarku sambil memberikan uang untuknya.
" baik, terima kasih kak ".
ucap anak kecil itu sambil pergi meninggalkanku.
__ADS_1
aku akan membawa foto ini pulang, untuk menjadikanya sebuah kenangan, kenangan yang romantis.