Seniorku Yang Misterius

Seniorku Yang Misterius
SEMUA MEMPUNYAI MASA LALU


__ADS_3

" aku tau kau ingin membalaskan kebaikan yang telah Jack berikan padamu, Niro, tapi bukan berarti kau harus mengorbankan apapun deminya, termasuk dirimu sendiri ".


ucapku dengan wajah serius.


" aku tidak tahu, jika aku tidak bisa melakukan apapun untuknya, dia pasti akan kecewa padaku ".


jawab Niro dengan raut wajah sedih.


" kau mencintainya?".


tanyaku sambil menatap wajah Niro yang sedang menunduk.


" aku mencintainya seperti keluargaku sendiri ".


jawab Niro berbalik menatapku.


" dia mencintaimu?".


tanyaku sekali lagi.


" aku, tidak tahu ".


jawab Niro sambil kembali menunduk.


" dia juga menyayangimu, Niro ".


ucapku sambil tersenyum.


" benarkah?".


jawab Niro menatapku dengan penuh semangat.


" tentu saja, karena dia adalah ayahmu ".


ucapku sambil menunjukan jari kelingkingku.


" kau beristirahatlah disini, sampai jumpa lagi di sekolah nanti ".


ucapku sambil pergi meninggalkan Niro.


" tunggu!".


ucap Niro dengan lantang ke arahku.


aku langsung membalikan badanku ke belakang.


" terima kasih, Sherla ".


ucap Niro sambil tersenyum ke arahku.


aku hanya menganggukan kepalaku dan pergi meninggalkannya.


" jadi, kemana lagi kita sekarang?".


tanya senior yang dari tadi diam saja di belakangku.


" hmm, ada satu orang yang ingin kutemui, bagaimana?".


jawabku sambil menatap balik senior.


" aku ikut ".


ucap senior sambil menganggukan kepalanya.


sekarang, aku hanya perlu menemui satu orang lagi yang ingin ku ketahui, orang yang membuat isi pikiranku dengan tanda tanya. orang itu adalah, Jack Redvil.


" bagaimana kabarmu?".

__ADS_1


ucapku sambil memasuki ruang tahanan milik Jack.


Jack langsung mengangkat kepalanya dan menatap datar ke arahku.


" aku tidak tahu ".


jawab Jack sambil menundukkan kepalanya kembali.


" ada banyak hal yang ingin kutanyakan padamu-".


" jangan sekarang ".


jawab Jack memotong ucapanku.


" tapi ini penting ".


jawabku dengan tatapan serius.


" apa itu?".


tanya Jack sambil mengangkat kepalanya dan menatap ke arahku.


" apa hubunganmu dengan ayah senior?".


ucapku dengan tatapan datar.


" sherla, apa maksudmu?".


ucap senior dengan wajah terkejut.


" kau?".


Jack hanya menatapku dengan wajah terkejut.


" apa maskdumu perkataanmu?".


jawab Jack sambil menatap tajam ke arahku.


jawabku dengan tatapan datar.


" itu karena aku sendirilah yang membunuhnya, dia sangat bodoh karena berani melawanku ".


jawab tuan Alex dengan ekspresi marah.


" tidak, bukan kau yang membunuhnya, dia lah yang membunuh dirinya sendiri ".


ucapku sambil tersenyum sedikit.


" Sherla, apa maksudmu?".


ucap senior dengan tatapan bulat.


" kau?, bagaimana kau tahu?".


tanya Jack dengan wajah terkejut.


" rasa ingin tahuku lah yang menjawab semua ini, aku mendapatkan banyak informasi dari komandan brips, dan akulah yang menelitinya ".


jawabku dengan tatapan datar.


" dan sekarang, satu hal yang ingin ku tahu darimu, adalah hubunganmu dengan ayah senior, tuan William junior ".


ucapku dengan wajah serius.


" hhh, kau benar-benar mengecewakanku, aku kira kau hanyalah wanita yang lemah, tapi aku salah ".


ucap Jack sambil menunduk.

__ADS_1


" kehidupanku sangat menyedihkan, aku tidak mempunyai siapapun, teman, saudara, bahkan orang tua, Alex pasti pernah menceritakan ini pada kalian ".


ucap Jack sambil tersenyum ke arah kami.


" semenjak aku di usir, aku hanya hidup di pinggir jalanan layaknya sampah, tidak ada apapun yang bisa ku makan, selain dari sampah itu sendiri. hingga saat itu datang lelaki tua yang mendekatiku, dengan senyum di wajahnya, dia membawaku ke tempat harapan yang ku sebut rumah, tapi, aku berharap dengan orang yang salah, dia membesarkan ku, layaknya seekor binatang, aku hanya di jadikan senjata untuknya, untuk mewujudkan segala keinginanya ".


Jack hanya menunduk sambil meratapi nasibnya.


" apa orang itu adalah tuan garou?".


tanyaku.


Jack hanya menganggukan kepalanya.


" bahkan sampai dewasapun, aku tumbuh tanpa adanya orang-orang yang mencintaiku, setiap hari begitu sama bagiku, aku hanya di suruh untuk membunuh dan membunuh. dan setiap hari, aku selalu duduk di sebuah taman untuk meratapi nasibku, dan entah tiba-tiba saja datang seseorang yang duduk di sebelahku, dia menanyakan ku bagaimana kabarku setiap hari, dan aku selalu mengatakan kalau aku baik-baik saja, setiap hari kami saling mengobrol satu sama lain, di situlah aku mulai senang, akhirnya ada seseorang yang ingin berteman denganku, aku benar-benar sangat bersyukur dan bersumpah untuk terus melindunginya ".


ucap Jack sambil tersenyum menunduk.


" tapi hal terburuk terjadi padaku, saat itu kami terjadi konflik dengan anggota FBI, dan hal yang membuatku kecewa, adalah setelah aku melihat salah satu dari musuhku adalah teman baikku, saat kami berpapasan, bukanya terkejut, dia malah mengajakku bercanda, aku menganggap ini bukanlah hal yang lucu, dan langsung pergi meninggalkannya, saat konflik itu selesai, aku mendengar berita tentang hancurnya sebuah pesawat, dan anehnya, pesawat itu hanya terdiri dari satu orang, yaitu pengemudi itu sendiri, aku ingin tahu sekali siapa orang bodoh yang melakukan itu, dan saat aku mendengar namanya, seluruh tubuhku langsung gemetar, aku tidak menyadari kalau orang itu adalah ayahmu ".


ucap Jack sambil menatap senior dengan rasa bersalah.


" dan semenjak kejadian itu, hidupku selalu di penuhi dengan rasa bersalah, aku selalu mengirimkan bunga di taman tempat kita bertemu, aku sudah tidak mempunyai tujuan lagi, aku sudah kehilangan semua orang yang berharga bagiku ".


ucap Jack sambil menunduk.


tiba-tiba saja Jack beranjak dari tempat duduknya dan bersujud ke arah kami.


" tolong, maafkan aku Kevin, aku tidak bisa menjaga ayahmu, jika saja saat itu aku tidak meninggalkanya, mungkin aku dia masih bisa hidup ".


" berdirilah tuan Jack, kau berlebihan ".


ucapku sambil mengangkat tubuh Jack.


" kau benar, ini memang salahmu, tapi aku tidak bisa menyalahkan siapapun, meskipun aku tidak bisa merasakan kasih sayang dari seorang ayah, tapi aku masih mempunyai orang-orang sangat tulus mencintaiku, dan menurutku, itu sudah lebih dari cukup ".


jawab senior sambil tersenyum menatapku.


" begitu juga denganmu ".


ucap senior sambil menatap Jack.


" aku?"


" yah, kau masih mempunyai seorang adik yang selalu menunggumu kembali, Dan kau masih mempunyai seorang anak yang selalu mengkhawatirkan mu ".


jawabku sambil tersenyum.


" hhh, kau benar, bisa-bisanya aku lupa, kalau aku masih mempunyai mereka ".


ucap Jack sambil tersenyum.


" kau tahu Sherla, jika aku bisa kembali ke masa lalu, aku ingin menjadi anak sepertimu ".


ucap Jack sambil tersenyum ke arahku.


" masih belum terlambat untuk itu, Jack ".


jawabku sambil pergi meninggalkan Jack.


" terima kasih Sherla, aku harap kita bisa bertemu lagi ".


" kita akan bertemu lagi, jika waktu mempertemukan, tuan Jack ".


ucapku sambil beranjak pergi.


" hey, kau tidak marah?".

__ADS_1


tanyaku sambil menatap senior.


" tidak, aku tidak bisa menyalahkan siapapun, karena setiap orang mempunyai masa lalu, bahkan pembunuh sekalipun ".


__ADS_2