
" kau bercanda?!".
" kenapa?, apa kau tidak mau menerima tantangan ini dan mundur begitu saja?".
astaga, aku sangat ragu sekali dengan tantangan kali ini, ibu pasti akan membunuhku jika dia tau kalau ada orang lain yang menyentuh bibirku selain mereka. meskipun aku sudah pernah dengan senior..., setidaknya tidak ada yang tau kejadian itu.
" bagaimana sherla?, apa kau mau menerima tawaranku iniiii?".
jika aku menang, aku bisa membuat Aida melakukan apapun yang kuinginkan, tapi jika aku kalah, dampaknya jauh lebih besar dari pada kemenanganku, astagaaa!, aku terjebak oleh tantanganku sendiri, kenapa aku malah mengajak Aida taruhan tadi.
" bagaimana sherla-".
" tunggu!, aku ingin kau mengganti konsekuensimu, ini tidak adil, jangan libatkan orang lain dalam kemenangan atau kekalahan ini ".
aku harap Aida mengerti dan menerima keputusanku, aku ingin taruhan ini hanya di libatkan satu pihak, jangan melibatkan pihak lain, apalagi yang berkaitan dengan aib.
" hmmm, baiklah, aku memang agak berlebihan, mmm, bagaimana kalau tawaranku itu sama denganmu, jika kau kalah kau harus menjadi budakku selama satu minggu, bagaimana?". usul Aida.
" aku tidak suka dengan kata budak itu, tapi setidaknya ini lebih baik dari sebelumnya, aku setuju!".
DEAL!!, kali ini aku tidak akan kalah lagi dengan Aida, lagi pula aku sudah beberapa kali memainkan game ini, sedangkan Aida belum pernah, aku pasti akan menang, dan jika aku menang, aku akan membuatnya memakan dua puluh cabai merah tanpa minum, hahaha!.
" FIGHT!!".
aku sudah pernah memainkan ini, dan aku juga sudah hafal seluruh karakter yang kuat dalam game ini, aku akan menggunakan karakter andalanku dalam game ini.
" PLAYER 1 WIN!!!".
" yihaaa!, awal yang bagus untuk sebuah kemenangan!". aku berhasil mengalahkan Aida dengan begitu mudah, tentu saja, karena aku sudah terbiasa dengan permainan ini, Aida bahkan tidak berkutip sama sekali.
" kau curang, kau sudah pernah memainkan game ini, sedangkan aku baru saja main ". ucap Aida dengan kesal.
" jadi, kau membatalkan tantangan ini?". tanyaku dengan wajah angkuh.
" tidak, aku tidak sepecundang itu, masih ada tiga ronde lagi bukan, aku masih punya waktu untuk membuatmu bersujud kepadaku ".
sepertinya Aida cukup kesal, tidak apa-apa, dia juga harus merasakan rasanya kalah terus, dan selanjutnya round ke 2.
" PLAYER 1 WIN!!".
" itu dia!, satu poin untuk sherla, kau yakin tidak ingin membatalkan taruhan ini Aida?". tanyaku dengan ekspresi angkuh.
" tidak, masih ada dua ronde lagi ". tegar Aida.
" jika aku menang dalam ronde ini
" okeey, keputusan yang bijak ".
__ADS_1
aku sudah memenangkan ronde ini dua kali, Jika aku memang dalam ronde kali ini, aku akan langsung menyiapkan cabai merah sebagai pengorbanan di hari awal.
" baiklah, aku tidak sabar untuk ini, Ronde ke 3!".
tiba-tiba saja pertarungan ini menjadi berbeda dari biasanya, entah mengapa Aida seperti sudah bisa memainkan game ini dengan lancar.
" PLAYER 2 WIN!!".
" a, apa?". aku sepertinya terlalu meremehkan, tapi tidak apa-apa, peluangku untuk menang masih besar, Aida baru memang satu kali, jika aku menang dalam ronde kali ini, maka akulah yang akan menjadi pemenangnya.
" bagaimana?".
" aku hanya memberimu poin agar kau tidak gelisah dan putus asa ".
baiklah, aku tidak bisa meremehkan Aida, aku tidak menyangka dia bisa beradaptasi begitu cepat, aku saja butuh tiga hari untuk menguasai game ini. ayolah, kali ini aku harus menang!.
" PLAYER 2 WIN!!".
" a, apa?, ini tidak mungkin ". aku benar-benar melakukan kesalahan besar, aku tidak boleh meremehkan Aida. sekarang poin kita sama, jika salah satu dari kita mendapatkan satu poin lagi, maka dialah yang akan menang.
" baiklah, ronde final!".
kali ini aku benar-benar serius, aku tidak boleh kalah dalam pertarungan ini, ini juga termasuk harga diri. tetapi keterampilan Aida tiba-tiba saja berkembang pesat.
" apa tungguu....tidak!".
" PLAYER 2 WIN!!!".
" hhh, aku mempunyai bakat dalam mempelajari hal-hal yang baru, aku hanya perlu mencoba dua kali untuk menguasai sebuah permainan, atau apapun itu, itulah keahlianku ".
huhu, aku benar-benar tidak menyangka ini akan terjadi padaku, padahal aku sudah hampir menang tadi, kenapa keberuntungan tidak pernah berpihak padaku.
" kau kalah, dan sekarang kau adalah budakku ". ucap Aida dengan bangga.
" nnggh, keberuntungan hanya berpihak padamu, jika saja aku tidak sial tadi, pasti aku akan menang ". ucapku dengan wajah cemberut, sekaligus trauma.
" hhh, kau tidak bisa mengalahkan keadaan sherla, ini bukan karena keberuntungan ataupun sial, tapi karena dirimu sendiri ".
" diriku?".
" yah, dan kau tahu alasan kenapa aku bisa menang, karena aku mempunyai empat prinsip ketika aku menerima sebuah tantangan ".
" apa itu?".
" Pertama, kau harus tetap tenang dan berfikir jernih. kedua, kau harus menjaga emosi dan pikiranmu, dan ketiga, jangan pernah meremehkan lawanmu, dan yang terakhir, yakinlah pada dirimu ".
" mmm ". semua yang dikatakan Aida bukan hanya sebuah kebenaran, tapi juga sindiran yang keras untukku, yah aku harus lebih banyak belajar lagi, belajar untuk mengendalikan diriku sendiri.
__ADS_1
" kau benar, jadii kau mau apa?, karena aku sudah kalah, aku sudah siap menjadi budakmu...".
yah, lebih baik menjadi budak dari pada harus mencium bibir orang lain di depan orang tuamu sendiri.
" hmm, sepertinya kita akan melewati banyak hal, tujuh hari bukanlah waktu yang cukup lama untuk membuatmu duduk dia atas tempurung kakiku ".
" bisakah kau mengatakan hal mudah untuk ku pahami?".
" baiklah-baiklah, mmm ini hari apa?".
" Sabtu ".
Aida langsung diam sejenak dan seperti menghitung sesuatu menggunakan jarinya, aku tidak tahu apa yang dia pikirkan tapi yang pastinya semua ini terlibat denganku.
" aku akan membiarkanmu bebas hari ini, kita akan memulainya pada hari Senin, tepat saat sekolah mulai ".
dia memulainya pada hari Senin?, Aida benar-benar pintar, aku akan menjadi babunya selama 10 jam di sekolah, dan aku harap dia tidak menyuruhku untuk berdiri di lapangan dengan satu kaki yang terangkat.
" kalau begitu aku akan pulang dulu, sampai jumpa lagi nanti yah, Sherlin, hihihi ".
aku harap tuhan mempercepatkan waktu ku untuk satu Minggu ke depan.
" Arrgghh!!, huhu, tamatlah riwayatku, aku mohon siapapun selamatkan aku ".
" drrttt ".
" siapa yang menelfonku sore-sore begini?".
" senior?". tumben sekali dia menelfonku jam segini, bukanya dia sedang istirahat di rumah?.
" maaf, apa aku sedang menganggu istirahatmu?". tanya senior dari balik ponsel.
" tidak-tidak, aku baru saja selesai istirahat ". jawabku.
" ngomong-ngomong, kenapa kau menelfonku?, apa kau sedang butuh sesuatu?".
" ah tidak, besok adalah hari terakhir kita libur, aku hanya ingin mengajakmu jalan-jalan, eumm, hanya kita berdua, bagaimana?".
" aku tidak bisa menolaknya ". jawabku malu-malu.
berduaan bersama senior?, ini adalah hal yang ku tunggu-tunggu selama liburan ini, aku harap tidak ada yang mengangguk besok.
" kalau begitu aku akan menjemputmu besok jam subuh, jangan sampai kesiangan yah ".
" eh tunggu?, apa yang ingin kau lakukan di waktu subuh?".
" lakukan saja, aku akan menjemputmu besok, aku peringatkan jangan sampai kesiangan yah ".
__ADS_1
" mmm baiklah, selamat sore ".
" senior ".