Seniorku Yang Misterius

Seniorku Yang Misterius
GAUN DAN MASA LALU


__ADS_3

baiklah, satu-satunya hal yang selalu menghantui pikiranku adalah bagaimana caranya membuat ibu ku bisa mengizinkanku pergi, kalau mengendap-endap keluar ujung-ujungnya pasti ketahuan, aku juga tidak ingin berbohong pada ibu, astagaaaa!, aku benar-benar sudah kehabisan akal, padahal aku sudah lama sekali ingin menonton bioskop, mana kondisiku lagi tidak baik lagi.


andai saja ayah ada.


" Ding Dong!".


tiba-tiba saja terdengar suara bel pintu rumah, sepertinya ada seseorang di luar, mungkin tamu?.


" sayang aku pulang ".


ternyata itu adalah ayah, akhirnya dia bisa pulang dari pekerjaannya, bagus, ini waktu yang pas sekali.


" kamu mau aku buatkan kopi?".


ucap ibu sambil menggantung jas ayah.


" jangan manis-manis yah ".


baiklah, keberuntungan berpihak padaku, ini sudah waktunya aku memohon pada ayah.


" ayah!".


aku langsung berlari dan memeluk tubuh ayah. ini adalah teknik awalan yang biasa ku gunakan untuk merayu ayah.


" eh sherla ajak ayah!".


ucap ayah sambil membalas pelukanku.


" kamu kenapa jalanya pincang?".


tanya ayah yang terkejut saat melihat kakiku pincang saat berjalan tadi.


" eee, tidak apa-pa, hanya sedikit kecelakaan tadi ".


" tapi ini kamu ngga sakit?".


tanya ayah dengan cemas.


" yah sedikit sih, tapi aku masih bisa jalan kok, sebentar lagi juga sembuh, jadi ayah jangan terlalu cemas yah ".


ucapku sambil memijat baju ayah.


" emm, ayah aku ingin bicara sebentar ".


" bicara apa?".


jawab ayah sambil melirik ke arahku.


" malam ini aku punya janji bersama teman-temanku ".


" terus?".


" aku ingin pergi, tapi ibu tidak mengizinkanku ".


jawabku dengan wajah cemberut.


" memangnya kenapa?".


tanya ayah semakin heran.


" ini kopinya ayah ".


ucap ibu yang tiba-tiba saja datang dan memberikan kopi.


" oh yah ngomong-ngomong sherla bilang pada ayah kalau kamu tidak mengizinkannya pergi bersama teman-temanya?".


" hah?, kapan sherla bilang kalau dia akan pergi?".


ucap ibu yang mulai ikutan heran.

__ADS_1


" memangnya dia mau kemana?".


tanya ibu


" dia bilang kalau dia ada janji sama teman-temanya pergi menonton bioskop ".


jawab ayah sambil meminum kopi yang ibu buat.


" kapan ibu melarangnya?, sherla saja tidak memberi tahu pada ibu kalau dia akan pergi menonton bioskop ".


gawat, kenapa aku harus berbohong lagi, sepertinya aku terlalu buru-buru kalau bicara.


" lah, kalau ibumu tidak tahu, bagaimana kau bisa tahu kalau ibu tidak mengizinkanmu pergi ".


ucap ayah yang semakin heran.


astaga sherla, kau harus berpikir terlebih dahulu sebelum berbicara, aku takut ayah yang malah tidak mengizinkanku pergi, meskipun itu tidak mungkin.


" eee maaf, aku berbohong, aku tidak ingin mengatakan itu pada ibu karena aku tahu kalau ibu tidak akan menizinkanku pergi di malam hari ".


" kata siapa?".


ucap ibu sambil menaikan alisnya.


" eh?, maksud ibu, ibu mengizinkanku pergi?".


ucapku langsung terkejut saat melihat ucapan ibu tadi.


" Iyah, tapi kali ini kamu harus hati-hati yah, jangan sampai kejadian tadi menimpamu lagi ".


jawab ibu sambil mengelus pipiku.


" baik Bu, ibu tenang saja karena ada senior, aida, dan Sofia yang akan menjagaku ".


ucapku dengan girang.


" Ding-Dong!".


" hai, apa kau sudah siap?".


tanya senior yang sudah berdiri depan pintu rumah.


" senior?, bukanya kita berangkat jam 7 malam?, ini masih jam 6 loh ".


ucapku dengan heran. mungkin senior punya alasan lain, karena tidak ingin kehabisan tiket kereta atau mungkin ingin datang lebih awal?.


sepertinya senior orang yang suka terburu-buru.


" tidak apa-apa, aku hanya ingin datang lebih awal saja ".


ucapan senior ternyata sesuai dengan dugaanku.


" kalau begitu masuklah sambil menunggu ".


ucapku sambil menawarkan senior untuk masuk kedalam rumah.


senior masuk dan langsung bersalaman dengan ayah dan ibu.


" wah nak, kau lebih berbeda dari biasanya ".


ujar ayah sambil menepuk bahu senior.


" Iyah, kau lebih tampan dari biasanya, apa kau juga sekalian ingin mengajak sherla kencan?".


ucap ibu dengan senyumannya yang usil.


" ibu!, jangan mengatakan hal seperti itu apalagi di depan senior langsung ".


ucapku dengan kesal.

__ADS_1


" tidak apa-apa, senior juga tidak masalah, benar bukan?".


jawab ibu sambil menoleh ke arah senior.


" ibuu!".


ibuku terkadang memang suka begitu, dia sangat suka sekali menjahiliku, lebih baik aku siap-siap saja untuk berangkat.


" eh tunggu-tunggu, ibu punya sesuatu untukmu ".


ucap ibu sambil menyusul ku dari belakang dan membawaku masuk kedalam kamarnya.


" ada apa Bu?, tumben sekali ibu membawaku masuk kedalam kamar ibu?".


tanyaku dengan heran saat melihat ibu mengutak-atik lemarinya.


" ini dia?".


ibu menunjukan sebuah gaun hitam yang sangat indah, tapi sepertinya gaun itu sudah lama sekali tidak di pakai. dari ukuranya saja gaun itu sepertinya milik ibu waktu masih seusiaku.


" bagaimana menurutmu tentang gaun ini?".


tanya ibu sambil memberikan gaun itu padaku.


" gaun ini sangat indah dan unik, tapi sepertinya sudah lama sekali tidak digunakan ".


ucapku saat melihat bahan dan variasi dari gaun ini. sepertinya sudah gaun seperti ini sudah jarang sekali ada yang jual, bisa di bilang sudah antik, tapi ini masih bagus seperti baru, mungkin karena ibu yang merawatnya.


" ibu ingin kau memakainya ".


" mmm, tapi, aku agak gengsi kalau memakai gaun seperti ini ".


" tidak apa-apa, gaun ini pasti sangat cocok untukmu ".


ucap ibu mencoba untuk meyakinkanku.


" mmm, baiklah ".


aku langsung pergi ke kamarku untuk mencoba gaun yang ibu berikan padaku. ternyata gaun ini sangat pas sekali denganku. sepertinya ibu membeli gaun ini pas saat dia masih seusiaku.


" bagaimana Bu?".


ucapku sambil menunjukan gaun yang ku pakai.


" wahh!, gaun itu sangat cocok sekali denganmu ".


ucap ibu sambil mengusap-suap air matanya yang sempat menetes.


" eh, kenapa ibu menangis?".


" saat melihatmu memakai gaun itu, ibu jadi teringat masa-masa waktu ibu masih seusiamu ".


ucap ibu sambil memandangi gaun yang kupakai.


" memangnya, gaun ini Bu dapat dari mana?".


" gaun ini ibu dapatkan waktu ibu sedang pergi bersama teman-teman ibu, ibu tidak sengaja melihat gaun yang indah ini sehingga membuat ibu tertarik untuk membelinya, namun gaun ini sangat mahal dan ibu tidak mampu membelinya, sebelum ibu memutuskan untuk kembali, salah satu penjaga tokoh itu mendatangi ibu dan bilang kalau ibu bisa mendapatkan gaun ini secara gratis, dia bilang kalau ibu harus menjadi model dari gaun pengeluaran terbaru itu, tapi syaratnya ibu harus mempunyai pasangan untuk melengkapi model tersebut, dan pasangan itu harus laki-laki, ibu harus kecewa karena ibu berpikir tidak akan mendapatkan gaun ini, tapi untung saja seorang laki-laki yang mengacungkan tanganya dan bersedia untuk menjadi pasangan model dengan ibu ".


eh?, kenapa cerita ibu hampir sama denganku yah waktu aku pergi ke mall bersama senior, apa ini cuman kebetulan?.


" siapa laki-laki itu Bu?".


tanyaku dengan penasaran.


" dia adalah orang yang sangat cuek dan dingin, tapi dia juga sangat perhatian dan selalu memberi kejutan untuk ibu, dia adalah orang yang selalu bersama ibu hingga sekarang ".


ucap ibu sambil tersenyum tipis.


" jangan-jangan?".

__ADS_1


aku bisa menebak siapa orang yang di maksud ibu.


" yah, dia adalah ayahmu ".


__ADS_2