Seniorku Yang Misterius

Seniorku Yang Misterius
HARI YANG INDAH DI TAMAN


__ADS_3

hari semakin cerah, anak-anak mulai berjalan dengan senang dan gembira karena hari ini mereka bisa pulang cepat. sedangkan aku, masih menunggu jawaban dari senior.


" ( semoga di terima!, semoga di terima!)".


ucapku di dalam hati dengan penuh harapan.


" kalau boleh tau, apa alasanmu mengajakku ke rumahmu?". tanya senior.


" mmm, hari ini ayahku sedang pergi keluar kota, dan ibuku siang ini pergi ke acara arisan bersama teman-temannya, jadi itulah alasanku ingin mengajakmu menginap ke rumahku ". jawabku dengan serius.


" semalaman?". senior bertanya lagi padaku.


" mmm, setidaknya sampai ibuku pulang ".


jawabku.


" kapan ibumu pulang?". tanya senior.


" mungkin sampai sore " jawabku.


" baiklah, tapi sampai sore saja yah ".


ucap senior menyetujui ajakan ku.


" baiklah, ayo kita pulang ke rumahku ".


lalu kami pergi bersama-sama ke rumahku.


SAMPAI DI RUMAH KU


setelah lamanya perjalanan, akhirnya kami sudah sampai di rumahku, aku langsung bergegas menuju pintu rumah.


" aku pulang ". ucapku sambil membuka pintu rumah.


" ayo, masuklah senior ". ucapku sambil mengajak senior masuk.


" baiklah ". jawab senior sambil masuk.


" ngomong-ngomong apa kau lapar?, aku bisa membuatkan mu makanan ". ucapku sambil menawarkan makanan pada senior.


" tidak usah repot-repot, lagi pula aku belum lapar, aku sudah makan banyak di kantin tadi".


jawab senior.


" ouh, baiklah kalau begitu kau mau kubuatkan minuman?".ucapku sambil menawarkan minuman pada senior.


" baiklah ". jawab senior dengan singkat.


lalu aku langsung bergegas ke dapur untuk membuatkan Jus untuk senior.


setelah beberapa menit menunggu akhirnya jus yang buat sudah jadi, aku langsung bergegas mengantarkan jus ini ke senior.


" senior ini minuman mu, maaf, kau pasti menunggu lama yah ". jawab senior sambil jus tersebut.


lalu pandangan senior tertuju pada sebuah gambar fotoku saat kecil yang sedang berada di taman sambil mengenakan gaun.


" menurutmu apa fotonya bagus senior?".


tanyaku dengan perasaan bangga.


" tidak juga ". jawab senior tanpa merasa dosa sedikitpun.


" itu absurd ". ucapku dengan nada kecewa.


" tapi, menurutku gaun itu sangat cocok sekali denganmu, kau menjadi sangat imut dengan gaun itu ". ucap senior sambil tersenyum menatapku.


aku langsung membuang muka dari senior.

__ADS_1


" be, benarkah ". ucapku dengan perasaan malu.


senior hanya menganggukan kepalanya.


" sebenarnya, ibuku sendiri yang membuat gaun itu ". ucapku sambil malu-malu.


" ibumu itu memang hebat yah ". ucap senior sambil menatap foto ibuku.


" oh yah, ngomong-ngomong tentang taman, kau mau ikut pergi ke taman seberang bersamaku?". ucapku mengajak senior pergi ke taman.


" baiklah, sepertinya menyenangkan ". jawab senior menyetujui ajakan ku.


lalu, aku senior langsung bergegas pergi ke taman seberang yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumahku.


DI TAMAN


setelah berjalan setelah berjalan cukup lama, akhirnya kami sampai sudah sampai di taman, di sana kami melihat banyak sekali anak-anak yang sedang bermain.


" wah, banyak sekali anak-anak di sini ".


ucap senior sambil melihat gerombolan anak-anak yang sedang bermain.


" yah, namanya juga taman ". ucapku sambil tersenyum.


" tapi, di situ juga ada anak-anak remaja dan orang dewasa ". ucap senior sambil menunjuk mereka.


" yah, kalau anak remaja biasanya sedang pacaran sambil menikmati taman ini, dan orang dewasa biasanya menemani anak-anak mereka bermain ". jawabku dengan detail.


senior hanya menganggukan kepalanya.


" Kaka baik!!".


tiba-tiba saja kami mendengar suara anak kecil yang memanggil kami, suara itu seperti tidak asing bagiku.


saat kami membalikan badan...


" eh, Aya ". aku langsung memeluk tubuh Aya yang imut.


" apa yang Kaka lakukan di sini?". tanya Aya.


" kaka hanya sedang jalan-jalan saja disini ".


ucapku sambil mengelus rambut Aya.


" Aya!!".


lalu kami melihat seorang wanita yang tidak lain itu adalah mamanya Aya.


" Aya, mama sudah bilang bukan, jangan suka menghilang-hilang dari mama ". ucap mama Aya sambil menarik tangan Aya.


" lihat ma, ada kaka baik ". ucap Aya sambil menunjuk pada kami.


" eh, kalian berdua yang tadi itu kan, wah, sekali lagi aku berterima kasih yah, saat itu, kalian sudah menyelamatkan Aya ". ucap mama Aya sambil tersenyum pada kami.


" anda tidak perlu berterima kasih, ini memang tugas kami bukan ". ucapku sambil menatap senior.


" ngomong-ngomong, apa kalian sedang berpacaran disini?". ucap mama Aya sambil tersenyum ke arah kami.


" hee, ti, tidak, kami hanya sedang berjalan-jalan saja di taman ". ucapku dengan perasaan malu.


" kaka baik, ayo bermain dengan Aya ". ucap Aya sambil menarik tanganku.


" hey kalian, liat, ada ada Kaka baik yang sudah menolong Aya ". ucap Aya sambil berteriak ke teman-temanya.


Lalu anak-anak itu langsung berlari menghampiri kami.


" wah, jadi ini orang yang menyelamatkan Aya, hebaaat". ucap salah satu anak itu.

__ADS_1


" sepertinya, kalian sudah mendengar kami dari Aya ". ucapku sambil mengelus rambut salah satu dari anak itu.


" yah, Aya sudah menceritakan semuanya, kalian benar-benar hebat, terutama Kaka itu ".


ucap anak itu sambil menunjuk.


" Kaka ini?". ucapku sambil menunjuk senior.


" Iyah, Aya bilang kalau dia yang menghajar para berandalan jahat itu ". ucap anak-anak itu sambil menatap kagum senior.


senior hanya tersenyum ke arah mereka.


" kak, tolong berikan kami sebuah cerita ". ucap anak itu meminta pada kami.


" cerita?".


" yah, kami sangat suka cerita ".


" baiklah, kalau begitu Kaka akan menceritakan pada kalian cerita yang menarik".


" horee ". anak-anak itu langsung duduk dengan rapi.


aku bercerita tentang seorang pangeran yang menyelamatkan seorang putri, sebenarnya cerita ini terinspirasi saat senior menyelamatkanku di hari pertama kita


bertemu.


aku bercerita sampai beberapa menit. bahkan ada anak yang ketiduran karena mendengar ceritaku.


" akhirnya, tuan putri dan pangeran berjanji menjadi teman selamanya ". ucapku saat akhir cerita tersebut.


" kenapa pangeyan tidak menikahi puti itu?". tanya Aya pada kami.


" ehh, mungkin karena mereka terlalu mudah untuk menikah ".


" yasudah, ceritanya sampai sini dulu yah, Kaka mau pergi pulang, nanti kalau ada waktu, Kaka bisa cerita lagi ".


" janji yah ". ucap anak-anak itu sambil menunjukan jari kelingkingnya.


" Iyah, janji ". ucapku sambil menunjukan jari kelingkingku.


" yasudah, Kaka pergi yah, sampai jumpa lagi, daah ". ucapku sambil pergi meninggalkan anak-anak itu.


" daah ka!".


" hhh, mereka benar-benar semangat sekali yah ". ucap senior


" yah, mereka benar-benar anak yang hebat ". ucapku sambil menatap anak-anak itu dari jauh.


" sepertinya, anak-anak itu sangat menyukaimu ". ucap senior sambil senyum menatapku.


" bukan hanya aku, tapi mereka juga sangat mengagumimu ". ucapku sambil menatap senior.


" benarkah ". ucap senior sambil menatap ke arahku.


aku hanya menganggukan kepalaku.


" sherla ".


" yah?".


" teruslah berbuat baik pada orang lain yah ".


ucap senior sambil tersenyum ke arahku.


aku hanya menganggukan kepalaku.


" yah, itu pasti ".

__ADS_1


__ADS_2