Seniorku Yang Misterius

Seniorku Yang Misterius
RED EVIL


__ADS_3

jam sudah sudah menunjukkan pukul 08.00.


kami sedang berada si sebuah tempat yang seharusnya tidak kami datangi, yah, markas FBI, pak jodan atau yang biasa di kenal sebagai komandan Brips yang mengajak kami untuk datang ke markas, hingga kami diperkenalkan pada seorang pria yang dikenal sebagai pemimpin dari organisasi FBI, namanya adalah tuan Alex Sebastian. dia menyuruh kami untuk mengerjakan sebuah misi rahasia, entah apa alasan mereka memilih kami. tapi yang jelas, mereka menyuruh kami untuk memata-matai sebuah organisasi ilegal, mereka menyebutnya,


"RED EVIL".


" red evil?, hmm, namanya saja sudah membuat buku kuduk ku merinding ".


ucapku sambil mengelus kedua tanganku.


" hey pak, apa alasan kau memilih kami untuk menjalankan misi rahasia ini?".


ucap senior menatap Tuan Alex dengan wajah datarnya.


" hm, pertanyaan yang bagus, tapi aku sendiri juga tidak tau jawabanya, aku hanya mempunyai firasat bagus untuk kalian ".


ucap tuan Alex sambil tersenyum ke arah kami.


" baiklah, kami hanya tinggal mencari informasi saja bukan?".


ucap senior dengan suara datar.


tuan Alex hanya menganggukan kepalanya.


" baiklah, kapan misi ini di mulai?".


tanya senior.


" malam ini, tepatnya pada jam dua belas malam ".


ucap tuan Alex sambil menunjuk jam dinding.


" baiklah ". ucap kami berdua bersamaan.


malam sudah tiba, jam sudah menunjukan pukul 23.30, kami langsung menggunakan semua persiapan yang sudah di beri oleh tuan Alex.


" wah, sepertinya gaun ini sangat cocok untuk ku ". ucapku sambil mengayun-ayunkan gaun yang ku pakai.


" hm, meskipun ringan, tapi jubah ini juga terlihat sangat kuat ".


ucap senior sambil mengecek jubah yang dia pakai.


" hm, ini adalah rancangan terbaru kami, baju tempur elit pasukan FBI, metal blast ".


ucap tuan Alex sambil menatap ke arah pakaian kami.


" selain itu, jubah ini juga dilengkapi dengan peralatan-peralatan khusus yang bisa mempermudah pekerjaan kalian ".


ucap tuan Alex dengan senyum bangganya.


" baik, ini sudah cukup untuk kami ".


ucap senior sambil menatap Tuan Alex dengan serius.


" baiklah, semoga kalian bisa kembali dengan keadaan selamat, dan ada satu hal lagi yang harus kalian ingat, jauhi orang yang bernama Jack Redvil ".


ucap tuan Alex sambil menatap tajam ke arah kami.


senior hanya menganggukan kepalanya dan langsung masuk ke pintu mobil.


lalu kami langsung berangkat menuju ke lokasi tujuan.


" hey, polisi, siapa itu orang yang bernama Jack Redvil, dan kenapa tuan Alex sangat serius sekali saat menyebut nama itu ".


ucap senior sambil merapikan jubahnya.


" hm, asal kau tau nak, jika kau tau dengan nama orang kau sebut tadi, mungkin kau akan ketakutan ".


ucap komandan Brips sambil menghembuskan rokoknya.


" oh yah?". ucap senior dengan nada datarnya.


" dia adalah pemimpin dari organisasi


Red Evil, dia dikenal dengan kekejamanya, orang-orang bahkan ketakutan jika mendengar namanya ".

__ADS_1


ucap komandan Brips sambil menghirup rokoknya.


" hmm, sepertinya dia orang yang populer ".


ucap senior dengan nada yang meledek.


" yah, tapi dia jarang sekali menunjukan dirinya ". ucap komandan Brips sambil memperlambat mobilnya.


" hey, kau mengantuk ". ucap senior sambil menatap ke arahku.


" eh, tidak-tidak, aku tidak mengantuk ".


ucapku sambil memaksa untuk semangat.


" baiklah, sudah sampai ".


ucap komandan Brips sambil menghentikan mobilnya.


" baiklah, terima kasih tumpanganya ".


ucap senior sambil pergi meninggalkan kami.


" yah, aku akan menunggu disini untuk mengantar kalian pulang, jika kalian selamat ". ucap komandan Brips.


" hey, kau wanita, tolong jaga pacarmu itu ".


ucap komandan Brips sambil membisik ke arahku.


" aku mendengar semua itu ".


ucap senior dari jauh.


" baiklah, selamat bekerja ".


ucap komandan Brips sambil masuk kedalam mobil.


kami melanjutkan perjalanan sambil melihat ke segala arah untuk berjaga-jaga, hingga akhirnya, langkah kami terhenti saat kami melihat sebuah gedung besar tepat di depan kami.


" baiklah, kau punya rencana?".


ucapku sambil tetap waspada.


ucap senior sambil mengambil alat di dalam jubahnya.


" pegangan yang erat ". ucap senior sambil memeluk tubuhku dengan erat dan langsung menembakkan sebuah alat dari jubahnya.


alat itu langsung melesat membawa kami langsung ke atap gedung.


" baiklah, sepertinya ini adalah tempat ini bisa membawa kami ke dalam dengan selamat ".


ucap senior sambil membuka tempat ventilasi.


" tempat ventilasi?, kau bercanda ?".


ucapku dengan nada yang heran.


" kau mau terus di luar?".


ucap senior sambil menatap ke arahku.


" e, mmm, baiklah ".


dengan terpaksa aku harus mengikuti perintah senior.


saat masuk di dalam ventilasi, kami benar-benar sangat kesulitan bergerak, kami bahkan harus berjalan merangkak untuk menulusuri seisi ventilasi.


" hey, senior sampai kapan kita di sini ".


ucapku sambil berbisik.


" tenanglah, aku sudah menghafal seluruh isi ruangan ini ".


ucap senior sambil berbisik balik ke arahku.


" tapi..". tiba-tiba senior langsung mendekap mulutku.

__ADS_1


" sstt ". senior langsung menunjuk ke bagian bawah ventilasi.


ternyata, di bawah kami terdapat sebuah ruangan yang di dalamnya berisi para petinggi organisasi ini, sepertinya mereka sedang membicarakan sesuatu yang penting.


tapi, kami sama sekali tidak melihat orang yang bernama Jack Redvil.


di ruangan ini hanya terdiri lima orang tua saja.


" tuan Bu, minumlah dengan perlahan ".


ucap salah satu dari lima orang itu.


" jangan mengurusi hidupku, pikirkan saja dirimu sendiri ".


mereka sepertinya sedang membicarakan minuman.


" kita disini untuk saling bertukar pikiran, nikmatilah jamuan yang kami hidangkan, dan berdamailah ".


ucap orang tua yang duduk paling depan.


" kakak garou, kau selalu saja memikirkan kami semua, padahal kau sudah banyak sekali membantu kami ".


ucap salah orang yang duduk di paling belakang.


" bagaimana untuk kesepakatan yang di berikan oleh Jack anakku, apa kalian semua setuju ".


ucap orang tua yang tidak salah namanya adalah tuan garou.


" tentu saja, dengan adanya bantuan dari Anggota Red Evil, dapat memberikan perubahan bagi kota ini ".


ucap salah satu orang tua itu.


" tapi, FBI tidak menyetujui keputusan ini ".


ucap orang yang bernama tuan garou.


" kau benar, tidak ada pilihan selain menghancur..".


" hachii!!".


tanpa sengaja, tiba-tiba saja aku bersin mendadak.


" siapa itu ".


mereka langsung melihat ke arah kami.


" penyusup!, cepat panggil seluruh penjaga, jangan biarkan mereka lolos!".


ucap mereka dengan penuh amarah.


" cepat, ikuti aku ".


ucap senior langsung berjalan merangkak pergi.


lalu kami mendengar suara tembakan yang mengenai besi-besi ventilasi.


" cepat!". ucap senior dengan lantang ke arahku.


namun..


" eh, aaahhh!".


tiba-tiba saja ruang ventilasi itu rubuh dan menjatuhkan kami.


kami terdampar di sebuah ruangan yang sempit dan gelap. hanya ada cahaya yang menyinari kami berdua


saat yang bersamaan, kami melihat suara jejak langkah kaki dari lorong kegelapan.


" siapa itu!".


ucap senior dengan lantang ke arah lorong yang gelap itu.


lalu, kami melihat seorang pria berkacamata dengan tubuh yang tinggi dan kekar keluar dari kegelapan itu.


" siapa kau!".

__ADS_1


ucap senior sambil menatap pria itu dengan tajam.


" JACK REDVIL ".


__ADS_2