Seniorku Yang Misterius

Seniorku Yang Misterius
DALANG KEKACAUAN


__ADS_3

hal yang mengerikan benar-benar terjadi, ini semua adalah kesalahanku, andai saja aku tidak ikut campur dan bekerja untuk FBI, mereka pasti tidak akan menculik ayahku.


aku hanya bisa terdiam menyesali semua yang kulakukan, hanya terdengar suara tangisan ibuku yang tak kunjung berhenti.


" Sherla!, apa yang terjadi?!, aku mendengar tangisan dari rumahmu?!".


terdengar suara Aida yang berteriak sambil membuka pintu rumah.


" tante?, Sherla! apa yang sebenarnya terjadi?!".


ucap Aida yang terus memanggil kami dengan wajah panik.


" Sherla!, ada apa denganmu!".


ucap Aida sambil menggoyang-goyangkan tubuhku.


aku hanya terus terdiam tanpa merespon apapun, seluruh tubuhku menjadi sangat kaku.


" Sherla!, aku punya kabar untukmu, ini penting!".


terdengar juga suara senior yang masuk kedalam kamarku dengan wajah panik.


" Aida?, hey, ada apa ini, kenapa tante ros menangis?".


ucap senior dengan wajah terkejut.


" entahlah, aku benar-benar tidak tau, saat aku sudah datang mereka sudah seperti ini ".


jawab Aida sambil mengelus kepalaku.


" tante?, apa yang sebenarnya terjadi?".


tanya senior sambil menatap ibuku yang sedang menangis.


tapi ibu tidak merespon pertanyaan senior sama sekali.


" Aida, bawa tante ros ke rumahmu dulu, tenangkan dia disana ".


ucap senior dengan wajah cemas.


" Sherla!, apa yang sebenarnya terjadi?!, katakan padaku!?".


ucap senior sambil mendekat padaku.


aku hanya menunjuk ke alat rekaman itu dengan tangan yang gemetar.


senior langsung mengambil rekaman itu dan langsung memutarnya, seketika ekspresinya langsung berubah saat melihat isi rekaman tersebut.


" apa kau tau siapa yang mengirim rekaman ini ".


tanya senior sambil menatap ku dengan serius.


aku langsung menunjuk ke logo di balik rekaman itu.


saat membalik rekaman itu, ekspresi senior berubah menjadi marah.


" RED EVIL!".


senior langsung membanting rekaman itu hingga pecah.


" cih, apa yang dikatakan tuan Alex memang benar ".


ucap senior dengan wajah penuh amarah.


" apa, tuan Alex yang merencanakan semua ini?".


ucapku dengan ekspresi terkejut.


" tidak, ini adalah ulah Jack ".


jawab senior dengan tatapan serius.


tak selang beberapa lama, jam tangan pemberian tuan Alex di tangan senior tiba-tiba saja berbunyi dan bercahaya, bukan hanya itu, aku juga mendengar bunyi yang sama seperti milik senior.


" jam ini, tunggu, aku akan mengambil jam milikku ".


ucapku sambil bergegas ke kamarku.


saat aku berada di kamar, aku mendengar bunyi jam itu semakin jelas, aku menemukan jam itu bersinar di dalam lemari ku.

__ADS_1


setelah menemukannya, aku langsung bergegas kembali ke senior.


" lihat, jam ini juga sama seperti milikmu ".


ucapku sambil menunjukkan jam pemberian tuan Alex.


setelah itu, tiba-tiba saja jamnya berhenti berbunyi dan bersinar.


" Kevin, Sherla ".


tiba-tiba saja jam ini memunculkan wajah tuan Alex dalam bentuk hologram.


" tuan Alex?!".


ucap kami bersamaan.


" cepat datanglah ke markas FBI, ada hal penting yang ingin ku tunjukan pada kalian!".


ucap tuan Alex dengan ekspresi serius.


" baiklah, kami akan segera kesana ".


ucap senior sambil menganggukan kepalanya.


" bagus, kalian datang lah ke taman, aku sudah menyuruh Brips untuk menjemput kalian ".


ucap tuan Alex sambil mematikan komunikasinya.


" ayo Sherla, kita harus bergegas kesana ".


ucap senior sambil pergi tergesa-gesa.


tapi aku hanya terdiam dan terlamun mengingat apa yang di katakan oleh Niro.


" hey, Sherla, kenapa malah diam?, ayo cepat ".


ucap senior sambil menoleh ke arahku.


" ba, baiklah ".


kami berdua langsung bergegas pergi ke taman untuk menemui komandan Brips.


kami melihat komandan Brips yang sedang melambaikan tanganya ke arah kami.


" cepat, masuklah ".


ucap komandan Brips sambil menyalakan mobilnya.


setelah kami berdua naik, komandan Brips langsung menancap gas menuju ke markas FBI.


setelah sampai disana, kami langsung bergegas masuk ke dalam markas untuk menemui tuan Alex.


" tuan Alex!".


" akhirnya kalian datang juga ".


ucap tuan Alex sambil berdiri dari tempat duduknya.


" tuan Alex!, kenapa kau tidak memberi tahu kami lebih awal tentang penculikan Ayah Sherla?".


ucap senior dengan ekspresi marah.


" maafkan aku, aku hanya tidak ingin memperburuk keadaan ".


jawab tuan Alex dengan santai.


" apa maksudmu?, kita harus membiarkan Ayah Sherla diculik?, seperti itu?!".


tanya senior dengan tatapan tajam.


" hey nak, jaga nada bicaramu ".


ucap komandan Brips sambil mendekat ke arah senior.


" tunggu Brips, dengarlah nak, jika kami memberitahumu lebih awal kalau Ayah wanita ini diculik, apa yang akan kau lakukan?, pergi menyelamatkanya?".


ucap tuan Alex sambil melepas kacamatan ya.


" tentu saja!".

__ADS_1


jawab senior dengan lantang.


" dengan cara apa?, kau akan masuk ke dalam markas RED EVIL dan meluapkan seluruh amarahmu?".


jawab tuan Alex dengan wajah santai.


" ckk ".


senior langsung terdiam saat mendengar ucapan tuan Alex tadi.


" Kevin, keinginan untuk menolong orang lain sangatlah bagus, terlebih lagi, kau ini sangat kuat, tapi, kau sangat kurang dalam mengambil keputusan, kau membiarkan amarahmu yang mengambil keputusan, bukan hatimu ".


ucap tuan Alex sambil menatap senior dengan serius.


" lalu, apa yang harus kami lakukan?".


tanya senior sambil membuang mukanya.


" satu-satunya yang harus kita lakukan, adalah membebaskan orang-orang yang telah di tangkap dan membawanya kemari, tentu saja dengan bantuan kalian ".


jawab tuan Alex sambil memakai kembali kacamatanya.


" orang-orang?, apa mereka tidak satu orang?".


ucap senior dengan wajah terkejut.


" tidak, mereka tidak hanya menculik para pekerja perusahaan di kota ini, melainkan lima pemimpin perusahaan kota ini juga ".


jawab tuan Alex sambil berjalan ke arah tempat duduknya.


" maksudmu mereka juga lima pemimpin perusahaan terbesar di kota ini?".


tanya senior dengan wajah terkejut.


" yah, salah satunya adalah tuan garou ".


jawab tuan Alex sambil kembali duduk di kursinya.


" tapi, bukankah lima orang itu akan bekerja sama dengan RED EVIL?".


ucap senior dengan wajah terkejut.


" aku juga tidak mengira Jack akan bertindak sejauh ini ".


ucap tuan Alex sambil mengelus dahinya.


" bukankah, tuan garou adalah ayahnya?"


tanya senior dengan serius.


" yah, ada banyak hal yang sepertinya harus kalian ketahui, tapi sebelum itu, kalian bersiaplah, karena kita akan beraksi malam ini ".


ucap tuan Alex sambil melangkahkan kakinya pergi.


" tunggu!".


dengan semua hal yang tidak jelas ini, aku memberanikan diri untuk menanyakan semuanya.


" Sherla?".


senior menatap ku dengan wajah terkejut.


" ada apa?".


ucap tuan Alex sambil membalikan badanya.


" apa yang membuat kami harus percaya padamu?, apa yang membuat kami yakin kalau semua ini bukankah kebohongan ".


ucapku sambil menahan air mataku yang menetes.


" Sherla?".


senior Hanya menatapku dengan wajah menyesal.


" benar, tuan Alex, ada satu hal yang ingin kutanyakan lagi, apa yang membuatmu tertarik pada kami ?".


ucap senior dengan tatapan tajam.


lalu tiba-tiba saja tuan Alex malah tersenyum ke arah kami.

__ADS_1


" karena sikap kalian, yang sangat persis seperti Ayah kalian sendiri ".


__ADS_2