Seniorku Yang Misterius

Seniorku Yang Misterius
UNGKAPAN HATI


__ADS_3

hari sudah mulai pagi, setelah bekerja semalaman membuat kami menjadi sangat kelelahan, jadi kami memutuskan untuk beristirahat di markas FBI, sekalian menunggu senior kembali siuman.


" hoaam ".


aku langsung bangun dari tidurku dengan tubuh yang pegal-pegal.


" kau sudah bangun?". tiba-tiba saja aku mendengar suara seseorang di sampingku.


saat aku menoleh ke samping, ternyata itu adalah senior, sepertinya dia sudah bangun dari pingsannya.


" senior, kau sudah siuman?".


tanyaku dengan wajah yang terkejut.


" yah, seperti yang kau lihat, aku sehat-sehat saja ".


ucap senior sambil memperlihatkan tubuhnya.


" syukurlah, kau membuatku cemas saja ".


ucapku sambil menghembuskan nafas lega.


" kau mencemaskanku?"


tanya senior sambil tersenyum ke arahku.


" bukan hanya itu, kau juga sangat merepotkan ku tadi ".


ucapku dengan nada yang kesal.


" hehe, terima kasih yah, sherla ".


ucap senior sambil tersenyum.


entah mengapa, aku menjadi ingat sesuatu, sesuatu yang sangat penting, senior pernah bilang kalau...


" hmp ".


aku langsung menunduk malu dan membuang wajah ku dari senior.


" hey, ada apa, kenapa wajahmu merah?".


tanya senior dengan wajah polosnya.


" emm, senior?, apa, kau melupakan sesuatu saat kejadian tadi ".


tanyaku dengan wajah penuh malu.


" ingat, aku dikalahkan oleh Jack Redvil, dan kau yang menyelamatkanku ".


ucap senior sambil mencoba mengingat-ingat.


" tidaak, bukan itu, saat aku menyelamatkanmu, kau bilang sesuatu padaku kan?".


ucapku sambil menahan rasa malu.


" hmmmmm ".


senior hanya melongo sambil mengingat-ingat kejadian kemarin.


" haah, sudahlah, ngomong-ngomong kejadian kemarin, kau tau tidak, ada seorang anak laki-laki yang menolong kita saat itu?".


tanyaku dengan wajah yang serius.


" hmm tidak, apa kau tau siapa namanya ?".


tanya senior.


" dia bilang, kalau namanya adalah Niro, tapi dia tidak menyebut nama belakangnya ".


ucapku sambil mengingat-ingat.


" hmm, tapi, kenapa dia membantu kita yah ".


ucap senior dengan wajah yang serius.


" mmm, entah, aku juga tidak tau, dia langsung pergi begitu saja ".


ucapku sambil beranjak dari kasurku.


" kalau begitu, aku pergi mandi dulu ".


ucapku sambil pergi meninggalkan senior.

__ADS_1


namun, ada satu hal yang membuatku langsung menghentikan langkahku, sesuatu yang sangat-sangat penting.


" haaa!, senior!, apa kau lupa kita sudah tidak masuk sekolah selama dua Hari!".


ucapku dengan wajah yang sangat terkejut.


" hmm, iya, kau benar, kita juga tidak pulang ke rumah selama dua hari ".


ucap senior dengan wajahnya yang tenang.


" aduh bagaimana ini, ibuku pasti akan memarahiku habis-habisan, kalau aku bilang aku sedang bekerja untuk FBI, ibuku pasti tidak akan percaya ".


ucapku dengan wajah yang panik.


" kakekku juga pasti sedang mencariku, kalau aku beri tau juga kalau aku bekerja untuk FBI, dia pasti akan akan jantungan ".


ucap senior yang mencoba untuk tenang.


saat kami sedang bergaduh tidak karuan di dalam kamar, tiba-tiba saja komandan brips datang menghampiri kami.


" ehem-ehem, maaf sudah menganggu waktu bermesraan kalian, tapi, tuan Alex menyuruhku untuk membawa kalian ke ruanganya ".


ucap komandan brips sambil menyembunyikan setengah badannya di balik pintu.


" tuan Alex?, baiklah, kami akan kesana ".


ucap senior sambil menatap ke arah komandan brips.


" baiklah, kalau begitu, selamat tinggal, oh yah, ranjang itu sangat kuat, jadi kalian tidak usah takut kalau ranjangnya rubuh ".


ucap komandan brips sambil pergi perlahan di balik pintu kamar kami.


" hey!, apa maksudmu hah!".


ucapku dengan nada yang kesal.


setelah kami selesai mandi dan mengganti baju, kami langsung ke tempat tuan Alex.


" hey senior, kira-kira apa yah yang ingin ditanyakan tuan Alex?".


tanyaku sambil berjalan menuju ke ruangan tuan Alex.


" pastinya berhubungan dengan kejadian kemarin ".


setelah beberapa lama menaiki tangga, akhirnya kami tiba di ruangan tuan Alex.


" apa kabar, kalian berdua ".


ucap tuan Alex sambil tersenyum menyambut kami.


" baik, ada apa anda memanggil kami?".


ucap senior sambil menatap tuan Alex.


" hm, sebenarnya aku hanya ingin melihat keadaan kalian saja, tapi, aku lupa bertanya apa kalian mendapatkan beberapa informasi kemarin?".


ucap tuan Alex sambil tersenyum ke arah kami.


" yah, setahu kami, organisasi Red Evil telah melakukan kerja sama dengan perusahaan-perusahaan besar di kota ini ".


ucap senior sambil mengingat-ingat informasi yang kami dapat kemarin.


" hmm, ternyata dugaan ku benar, baiklah, kalian benar-benar membantuku, brips!".


ucap tuan Alex sambil memanggil komandan brips di luar.


" Iyah tuan, ada yang bisa saya bantu ".


ucap komandan brips sambil tergesa-gesa memasuki ruangan.


" ambilkan aku jam tangan itu ".


ucap tuan Alex dengan tegas.


" baik tuan ".


ucap komandan brips sambil pergi meninggalkan kami.


" apa yang anda berikan pada kami tuan Alex?".


tanyaku dengan rasa heran.


" aku hanya ingin memberi hadiah untuk sebagai tanda terima kasih ".

__ADS_1


ucap tuan Alex sambil tersenyum.


tak selang beberapa lama komandan brips langsung kembali dan menyerahkan kedua jam tangan itu.


" baiklah, kalian berdua kemarilah ".


ucap tuan Alex sambil mengambil jam tangannya.


lalu tuan Alex langsung memakaikan kedua jam tangannya ke tangan kami.


" wah, jam tangan ini sangat menarik ".


ucapku dengan rasa kagum.


" bukan hanya itu, jam tangan ini dapat membantu kalian untuk berkomunikasi dengan kami, dan kami juga bisa mengetahui lokasi kalian berada ".


ucap tuan Alex sambil tersenyum.


" wah, benar-benar canggih ".


ucapku sambil memandangi jam tangan yang ku pakai.


" baguslah, jika kalian suka, tolong jaga dengan baik yah ".


ucap tuan Alex sambil tersenyum.


" baik ".


ucap kami bersamaan.


" baiklah, kalian boleh pulang dan beristirahat, jika ada sesuatu, akan aku kabarkan ".


ucap tuan Alex sambil mempersilahkan kami pergi.


" baik, sampai jumpa lagi tuan Alex ".


ucapku sambil pergi.


" yah, hati-hati ".


ucap tuan Alex sambil melambaikan tangan ke arahku.


setelah melewati misi yang begitu melelahkan, kami bisa pulang, komandan brips langsung mengambil mobilnya untuk kami pulang.


di perjalanan, kami benar-benar sangat mengantuk karena kurang tidur kemarin, namun, tiba-tiba saja senior tertidur dan bersender di bahuku.


" hhh, sepertinya pacarmu itu sangat kelelahan yah ".


ucap komandan brips sambil tersenyum ke arah kami.


" Iyah, sepertinya dia sangat kelelahan"


ucapku sambil memandangi wajah senior yang tertidur pulas.


lalu aku langsung memindahkan kepalanya ke atas pahaku.


" waw nak, kau romantis sekali ".


ucap komandan brips sambil melirik-lirik lewat kaca depan mobil.


" aku hanya tidak ingin dia kesakitan karena tidur di bahuku yang keras ".


ucapku sambil tersenyum.


" kau sangat peduli sekali nak ".


ucap komandan brips sambil tersenyum.


" ngomong-ngomong, apa kalian saling mencintai?".


tanya komandan brips sambil fokus menyetir mobilnya.


" heh, kenapa kau tanyakan itu, lagi pula aku juga tidak tau ".


ucapku dengan rasa malu.


" hm, menurutmu kau menganggap seniormu itu seperti apa?".


tanya komandan brips sambil melirik ke arah kami.


aku langsung tersenyum sambil menatap ke wajah senior.


" dia adalah orang yang berharga, orang yang sangat berharga bagiku ".

__ADS_1


__ADS_2