Seniorku Yang Misterius

Seniorku Yang Misterius
SELAMAT DATANG KEMBALI


__ADS_3

hay, aku Sherla, entah mengapa aku memperkenalkan namaku lagi, semenjak akhir-akhir ini, banyak sekali kejutan aneh yang selalu menyelimuti ku, pikiranku benar-benar semakin kacau, aku tidak tahu kenapa senior tiba-tiba saja melakukan ini padaku, bahkan rasanya jantungku seperti mau berhenti, sepertinya aku terserang penyakit cinta.


setelah ciuman yang berlangsung selama sepuluh detik, kami berakhir dengan saling menatap satu sama lain.


" kau manis sekali ".


ujar senior dengan wajah yang begitu dekat sekali denganku.


aku langsung membuang muka ku, dan berpaling dari senior.


" apanya yang manis ".


tanyaku sambil menutupi wajahku.


" bibirmu, rasa stroberi ".


jawab senior sambil menyetuh bibirnya.


" senior!, kau mesum!".


ucapku dengan wajah kesal.


" hhh, tidak, aku hanya ingin berterima kasih padamu ".


jawab senior sambil tersenyum menatapku.


" dengan mencium ku?".


ucapku dengan tatapan sinis.


" baik-baik, aku tidak akan mengulanginya lagi, aku juga benar-benar berterima kasih karena kau sudah banyak membantuku ".


jawab senior.


" itu memang sudah tugasku ".


ucapku yang masih menahan rasa malu.


" aku juga minta maaf soal kejadian ini ".


ucap senior sambil mengelus rambutnya.


" hmmm ".


" astaga, kau benar-benar marah padaku ".


ucap senior sambil menatapku dengan cemas.


" bukan itu, sebenarnya, aku tidak pernah sama sekali berhubungan dekat dengan orang-orang manapun, apa lagi laki-laki ".


ucapku sambil menundukkan kepalaku.


" kenapa?".


tanya senior.


" saat kecil, Ayah dan ibuku jarang sekali mengajak ku ke luar rumah, dan saat itu, aku sangat suka sekali sendirian, dan benci dengan keramaian ".


jawabku sambil menatap pemandangan kota.


" lalu?".


" aku jarang sekali berbicara dengan orang lain, bahkan teman sekelas ku, aku juga tidak pernah berdekatan dengan laki-laki ".


ucapku sambil memainkan rambutku.


" jadi..".


" yah, tadi itu, adalah ciuman pertamaku ".


ucapku sambil menutup muka dengan rambutku.


" hmm, aku benar-benar minta maaf, aku terbawa suasana tadi ".


ucap senior dengan wajah bersalah.


" begitu juga aku ".


ucapku dengan nada membisik.


" tadi kau bilang apa?".

__ADS_1


tanya senior dengan wajah terkejut.


" ti, tidak, aku hanya bilang tidak apa-apa ".


ucapku dengan wajah panik.


" ouh ".


" ngomong-ngomong, sebenarnya itu juga ciuman pertamaku ".


ucap senior sambil tersenyum ke arahku.


" benarkah?".


ucapku dengan wajah terkejut.


" yep, semenjak aku tinggal bersama kakek ku, aku jarang sekali keluar rumah dan bermain seperti anak-anak lainya, saat melihat kemampuan bela diri kakek yang kuat, pikiranku sangat terobsesi untuk menjadi seperti kakek ku, yaitu menjadi orang yang kuat ".


ucap senior sambil memandangi tangan kananya.


" bahkan sampai sekarang juga "


ucapku sambil menghela nafas.


" hhh, tapi kau tahu, semenjak aku mengenal dirimu, kehidupan ku benar-benar berubah ".


ucap senior sambil tersenyum menatapku.


" aku?".


" yah, entah mengapa rasanya sangat tenang sekali saat berada di samping mu, dan aku. juga belajar banyak sekali hal dari mu ".


ucap senior sambil tersenyum.


" kau berlebihan, memangnya, apa yang kau pelajari dariku?".


tanyaku dengan rasa penasaran.


" rasa peduli, itulah yang hal pertama yang membuatku tertarik padamu, kau selalu peduli pada kesengsaraan orang lain, termasuk musuhmu ".


jawab senior sambil memandang ke arah kota.


" lalu, apa yang membuatmu tenang saat di sampingku?".


" karena kau selalu menghadapi masalah apapun dengan kepala dingin, aku tidak pernah merasakan rasa benci di hatimu, itulah kenapa aku selalu ingin kau terus disampingku ".


jawab senior sambil tersenyum menatapku.


setelah mendengar perkataan senior tadi, hatiku menjadi sangat gembira, aku sangat bersyukur karena aku bisa bertemu orang yang baik seperti senior.


" mmm, ngomong-ngomong, ini sudah hampir jam lima, kita harus segera pulang ".


ucap senior sambil melihat jam tanganya.


" kau benar, tidak terasa hari sudah mulai larut ".


ucapku sambil menatap langit yang berwarna jingga.


" ayo, kita pulang ".


ucap senior sambil beranjak dari tempat duduknya.


" ayo ".


jawabku.


hari sudah mulai larut, kami harus segera pulang ke rumah masing-masing, tidak terasa sekali pertemuan ku dengan senior, satu jam ini terasa seperti satu menit, hehehe.


" oh yah, bagaimana kabar Ayah dan ibumu?".


tanya senior sambil menatap kejut ke arahku.


" mereka baik-baik saja, mungkin hanya akan terjadi sedikit konflik ".


ucapku sambil menghela nafas.


" konflik?".


" yah, tadi ibuku mendapatkan pesan kalau selama ini Ayah itu sedang berada di Jepang bersama bosnya, dan semua rekaman tadi itu adalah ulah teman kerjanya yang sedang mabuk ".


jawabku sambil mengelus dagu ku.

__ADS_1


" memangnya dari mana ibumu mendapatkan informasi itu?".


tanya senior dengan wajah heran.


" itu dia yang ku permasalahan, aku punya firasat kalau ini adalah ulah komandan Brips ".


ucapku dengan wajah serius.


" jika memang begitu, ini adalah hal yang bagus ".


ucap senior.


" yah, berkat bantuan komandan Brips, ibuku sudah bisa kembali lagi dengan tenang ".


ucapku dengan wajah gembira.


" hhh, aku tidak bisa membaca jalan pikiran komandan Brips, dia selalu memberikan kejutan dalam hal apapun ".


ucap senior sambil meringis.


" yah, dia adalah orang yang unik tapi asik, aku berharap bisa bertemu dengannya lagi ".


ucapku sambil menatap ke langit.


" hmm, sepertinya itu adalah hal yang mustahil ".


jawab senior dengan wajah serius.


" ke, kenapa memangnya?".


tanyaku dengan wajah heran.


" sebelum pulang dari markas, aku sempat bertemu dengan tuan Alex, dia sangat berterima kasih atas ala yang kita lakukan untuknya dan FBI, dan dia bilang kalau dia tidak akan membawa kita lagi dalam masalah apapun ".


jawab senior dengan tatapan serius.


" hmm, tapi yang dikatakan tuan Alex memang lah benar, kita tidak boleh ikut campur dalam urusan yang tidak khas untuk kita ".


ucapku dengan wajah kecewa.


" ayolah, tenang saja, tuan Alex hanya melarang kita untuk melakukan misi lagi, bukan berarti kita tidak bertemu dengannya lagi, dia bilang kalau kita boleh berkunjung ke markas kapan saja ".


jawab senior sambil tersenyum.


" ouh, aku kira kita tidak akan bertemu lagi untuk selamanya ".


ucapku sambil mengelus-elus rambutku.


tak terasa kami sudah sampai di ujung perjalanan, yaitu rumahku.


" aku duluan yah, sampai jumpa di lain hari senior ".


ucapku sambil melambaikan tangan.


" tunggu, ngomong-ngomong karena besok libur, apa kau mau berjalan bersamaku?".


ucap senior dengan wajah serius.


" kemana?".


tanyaku dengan wajah heran.


" ada saja, aku akan menunggumu di taman seperti biasanya, sampai jumpa besok, dah!".


ucap senior sambil pergi meninggalkanku.


" kira-kira, senior akan mengajak ku kemana yah?".


gumamku sambil bergegas masuk kedalam rumah.


saat aku membuka pintu rumah, aku sangat terkejut melihat Ayah yang sedang dimarahi habis-habisan oleh ibu.


" kau sudah pulang yah, Sherla ".


ucap Ayah yang tidak menghiraukan ucapan ibu.


" Ayah!, bisa-bisanya kau tidak menghiraukan ku ".


ucap ibu sambil mencekik leher Ayah.


" aaaaa!!".

__ADS_1


aku sangat gembira sekali, akhirnya kami bisa berkumpul lagi, dan bisa merasakan hangatnya sebuah keluarga.


" aku kembali, Ayah, ibu ".


__ADS_2