Seniorku Yang Misterius

Seniorku Yang Misterius
DUA HARI SETELAHNYA


__ADS_3

" Ting ting ting ting!".


terdengar suara alarm yang berdering di sampingku.


" aduh, kepalaku masih sakit ".


sejak kejadian itu, aku harus terpaksa menginap di rumah sakit selama dua hari, karena kondisi mentalku yang lemah, dan benturan keras waktu itu.


huh, padahal itu adalah hari yang penting bagiku, aku hanya berlibur dipantai selama empat jam, dan tersiksa di rumah sakit selama dua hari. huh, ada saja hal Sial yang terkadang menimpahku.


yah, setidaknya aku bisa kembali merasakan kasur empuk di rumahku.


" sherla, kau sudah bangun yah?".


ucap ibu sambil membuka pintu kamarku perlahan.


" Iyah Bu, tinggal masuk saja ".


jawabku.


" lihat, ibu membawakan bubur untukmu, kau makan yah ".


ucap ibu sembari membawa bubur yang dia buat.


" tapi, aku tidak bisa merasakan apapun saat makan Bu ".


ucapku sambil menggeleng-gelengkan kepalaku.


" wajar saja, itu sudah biasa kalau orang sedang sakit, mulut memang tidak bisa merasakan, tapi, asal jangan perut yang tidak merasa kenyang ".


ucap ibu sambil mengelus pipiku.


" baik Bu ".


ucapku dengan pasrah, lagi pula ibu sudah susah payah membuatkan bubur ini untukku.


" ibu akan menyuapkanmu yah, buka mulutmu ".


ucap ibu sambil menyuapkan satu sendok bubur padaku.


jujur saja, aku pernah merasakan bubur buatan ibu, dan itu sangat enak sekali, tapi sekarang semua makanan yang masuk ke dalam mulutku rasanya hambar sekali, orang sakit itu benar-benar merepotkan, bahkan soal makanan sekalipun.


" kamu makan lagi yah ".


ucap ibu sembari mengambil sesuap bubur padaku.


" sudah Bu, biar aku saja yang makan sendiri, ibu lebih baik membuat sarapan saja untuk ayah ".


ucapku sembari mengambil semangkuk bubur itu dari tangan ibu.


" astaga!, ibu sampai lupa membuat sarapan untuk ayah kamu, yasudah, kamu ngga papa kan makan sendiri?".


ucap ibu dengan wajah cemas.


" ibu tidak usah memikirkanku, aku bisa menjaga diriku sendiri ".


ucapku mencoba untuk meyakinkan ibu.


" yasudah ibu pergi dulu yah, kalau kamu butuh apa-apa, panggil saja ibu yah ".


ucap sambil pergi meninggalkanku.


" hah, ibu pasti sangat sibuk sekali hari ini, lebih baik aku habiskan saja bubur ini ".


ucapku sambil memakan bubur yang ibu buat.


aku ingin sekali cepat sembuh, membuat orang lain repot benar-benar membuatku merasa tidak enak, aku tidak tahu berapa banyak orang yang ku buat seperti itu.


" sherla, lihat teman-temanmu datang untuk menjengukmu ".


ucap ibu sambil membukakan pintu untuk mereka.


" hai sherla!".


aku sudah menebak itu, ternyata mereka semua datang menjengukku tanpa mengabariku sama sekali.


" kalian!?, kenapa tidak mengabariku?".


ucapku dengan wajah terkejut.


" emmm, sebenarnya kami sengaja tidak mengabarimu, karena ini adalah kejutan!".


jawab Sofia dengan semangat.


" jadi, itu juga alasan kalian kenapa tidak menjengukku saat di rumah sakit?".


tanyaku dengan heran.


" emm, sebenarnya bisa menjengukmu saat itu, hanya saja beberapa di antara kami ada kendala, jadi kami memutuskan untuk menjengukmu saat semuanya sudah siap ".


jawab aida sambil tersenyum.


" maaf yah ".

__ADS_1


sambung Sofia.


" tidak, kalian tidak perlu minta maaf, seharusnya aku yang minta maaf kerena merepotkan kalian ".


jawabku dengan gembira.


" bagaimana kabarmu sekarang?".


tanya Sofia sambil duduk di kasurku.


" yah, sekarang sudah mendingan, tapi aku harus tetap istirahat disini sampai tubuhku benar-benar membaik ".


jawabku.


" kau harus sabar, kau pasti akan segera pulih kembali ".


ucap Sofia sambil mengelus bahuku.


" terima kasih ".


ucapku sambil menganggukkan kepala.


" oh yah, kami membawakan sesuatu untukmu ".


ucap Sofia sambil menunjukan sebuah kotak yang tertutup plastik.


" apa itu?".


tanyaku.


jujur saja, sebenarnya aku sudah menebak kalau di dalam kotak itu adalah sebuah makanan, mungkin.


" tadaaa!".


Sofia langsung membuka tutup kotak itu, ternyata dugaanku benar, yah, benar-benar salah, isi di dalam kotak itu adalah sebuah boneka beruang yang cukup besar.


" wah, imut sekali ".


ucapku sambil memeluki boneka beruang tersebut.


" kalau kau kesepian, kau bisa memeluknya sepuas mungkin ".


ucap Sofia sambil tersenyum.


" hm, terima kasih, Sofia ".


ucapku sambil memeluk erat Boneka beruang itu.


ucap aida sambil menunjukan sebuah kotak kecil berwarna hitam.


baiklah, aku bisa menebak yang ini, dari warnanya saja yang hitam, pasti di dalam kotak ini adalah vidio horor yang pernah aku tonton bersamanya.


" apa itu?".


tanyaku sambil berharap tebakanku benar.


saat aida membuka kotak miliknya itu, ternyata tebakanku sekarang benar-benar salah lagi, isi kotak itu di dalamnya adalah sebuah video game.


" ini adalah video game pengeluaran terbaru, baru saja diliris sekarang ".


ucap aida sambil memberikan Video game itu padaku.


" wah, aku tidak sabar untuk memainkannya ".


ucapku dengan gembira.


" jangan lupa ajak aku yah ".


ucap aida sambil tersenyum.


" sherla, ajak teman-temanmu kesini, ibu sudah menyiapkan makanan!".


ucap ibu dengan lantang dari ruang makan.


" baik Bu, kalian duluan saja kesana ".


ucapku.


" memangnya ada apa denganmu?".


tanya Sofia.


" kakiku masih sakit, dan aku masih belum bisa berjalan untuk sekarang ini ".


ucapku sambil memegangi kakiku.


" kalau begitu, biar aku yang akan menggendong mu ".


ucap Sofia sambil mendekat ke arahku.


" eh tidak-tidak, kalian duluan saja, aku akan disini bersama senior ".


jawabku sambil melirik ke arah senior.

__ADS_1


" ouh, memangnya kenapa?".


tanya Sofia yang semakin penasaran saja.


" sudah-sudah, sampai kapan kau akan terus bertanya ".


ucap aida sambil menarik tangan Sofia.


" eh tapi-".


akhirnya mereka sudah pergi, meninggalkanku berdua bersama senior.


" ini?".


tiba-tiba saja senior memberikan sebuah plastik yang berisi sebuah kotak.


" apa ini?".


tanyaku sambil membuka plastik yang berisi kotak itu.


" buka saja ".


jawab senior dengan singkat.


kalau senior sudah pasti bisa ku tebak, pasti dia memberi barang-barang yang berisi kenangan, mungkin cincin?, gelang?, atau kalung?.


saat membuka isi kotak itu, wajah ku seketika langsung terkejut dan malu.


" do, donat?".


ucapku sangat terkejut saat melihat isi kotak pemberian senior itu ternyata adalah sebuah donat.


" kau harus menjaga kesehatan terutama makanan mu ".


ucap senior sembari mengambil donat di kotak yang barusan ku pegang.


" buka mulutmu ".


ucap senior yang ingin menyuapkan donat itu untukku.


" emmm, emmm, emmm ".


" aku menyuruhmu untuk membuka mulut, bukan menutup mulut ".


ucap senior sambil memegang dahinya.


" A, Aaaaa ".


dengan terpaksa aku harus membuka mulutku lebar-lebar, saat donat itu masuk kedalam mulutku.


" waahh, ini enak sekali, dimana kau membeli donat ini?".


ucapku dengan kagum.


" aku yang membuatnya sendiri ".


jawab senior sambil tersenyum.


" kau benar-benar hebaaat ".


ucapku sambil tepuk tangan.


" tidak juga, kau makan yang banyak, aku akan pergi sebentar ".


jawab senior sambil pergi meninggalkanku.


" tu, tunggu ".


ucapku sambil meraih tangan senior.


" ada apa?".


" aku, hanya ingin mengucapkan terima kasih karena kau telah menolongku waktu itu ".


ucapku malu-malu.


" itu sudah menjadi tugasku ".


jawab senior dengan tatapan datar.


" kau tahu, aku tidak menyangka kau akan melakukan hal seperti itu demi menyelamatkanku ".


" lagi pula apa yang terjadi denganmu saat itu?".


" emm, aku juga tidak tahu, aku langsung kehilangan kesadaran sebelum terjatuh ".


" apa kau tahu kondisiku setelah itu?".


" kau hampir mati kehabisan nafas, dan banyak air yang masuk ke dalam tubuhmu, untung saja aku sempat memberikan nafas buatan untukmu ".


" ouh ".


" EH, APA!!!".

__ADS_1


__ADS_2