
akhirnya, misi yang kami jalani bisa tuntas, meski semuanya tidak berjalan dengan lancar, aku harap kejadian tadi tidak terulang lagi, aku sangat bersyukur kami bisa kembali dengan selamat, Red Evil sudah kalah, itu berarti kota ini bisa kembali damai, akhirnya aku bisa tenang.
semua orang yang tertangkap sudah kami bebaskan, meski mereka dalam keadaan tidak sadar, kami juga berhasil menangkap Jack Redvil, sekarang dia hanya pasrah menerima kekalahanya.
dan sekarang tujuan terakhir kami adalah kembali, ke markas FBI.
" kau mangantuk?".
ucap senior sambil melirik ke arahku yang sedang menahan agar tidak tertidur.
" eh, tidak-tidak, mataku hanya kelilipan ".
ucapku sambil mengucek mataku.
" kau tidak bisa membohongiku, aku bisa melihat wajahmu yang lelah ".
ucap senior menatapku dengan sinis.
" aku tidak mengantuk ".
ucapku dengan nada loyo.
lalu senior menyenderkan kepalaku ke bahunya.
" tidurlah, kau pasti sangat lelah ".
ucap senior sambil mengelus kepalaku.
" ehem ".
terdengar suara batuk komandan brips yang di sengaja.
" ssstt ".
sepertinya misi kali ini jauh lebih melelahkan dari sebelumnya, aku sampai tertidur di tengah-tengah perjalanan.
" hey, sudah sampai ".
ucap komandan brips sambil melirik ke arah kami.
" sampai?".
ucapku yang tidak sengaja terbangun.
" astaga komandan brips, kau membuatnya terbangun ".
ucap senior dengan wajah kesal.
" maaf-maaf, aku ingin kalian tidak tidur dulu, ada yang ingin tuan Alex bicarakan pada kalian ".
ucap komandan brips dengan wajah bersalah.
" kau tidak perlu minta maaf, aku juga sudah tidak ngantuk lagi ".
ucapku mencoba untuk semangat.
" baiklah, tapi jika kau butuh apa-apa, bilang saja padaku ".
ucap senior sambil menepuk bahuku.
" baiklah ".
jawabku sambil malu-malu.
" ehem ".
" baiklah komandan brips, kau menggangu saja ".
ucap senior dengan wajah kesal.
setelah sampai di markas, kami di suruh untuk menemui tuan Alex, tapi bukan di ruangannya, melainkan di tempat para tahanan.
" kenapa tuan Alex membawa kami ke ruang tahanan?".
tanyaku dengan rasa penasaran.
" aku kurang tau, tapi ini adalah hal yang penting ".
jawab komandan brips.
" kenapa tempat para tahanan ini sangat sepi?".
tanya senior sambil memandangi balik jeruji yang kosong.
" berbeda dari yang lain, ruangan ini hanya khusus untuk tempat para pemimpin organisasi ilegal, bisa di bilang penjahat kelas atas ".
__ADS_1
jawab komandan brips dengan wajah serius.
" seperti Jack?".
tanyaku.
" yah, dan Jack adalah satu-satunya yang pertama menginjak tempat ini ".
jawab komandan brips sambil membenarkan kacamatanya.
" para pemimpin organisasi ilegal?, apa maksudmu, Jack bukan satu-satunya dalang dalam kehancuran kota?".
tanya senior dengan wajah serius.
" pertanyaan yang bagus, tapi sayangnya, aku juga masih belum yakin akan hal itu ".
jawab komandan brips.
setelah berjalan mengelilingi tempat tahanan yang cukup sempit ini, akhirnya kami bisa menemui tuan Alex.
" mereka sudah disini, tuan Alex ".
ucap komandan brips sambil menunjuk ke arah kami.
" apa yang ingin kau bicarakan tuan Alex?".
tanyaku dengan rasa penasaran.
" maaf sudah menganggu waktu kalian, pertama-tama, kami, dari organisasi FBI, mengucapkan banyak sekali terima kasih pada kalian, karena telah membantu kami dalam misi ini ".
ucap tuan Alex sambil membungkukkan badanya.
" kau tidak perlu seperti itu tuan Alex, kami juga merasa terhormat telah membantu kalian ".
jawabku dengan penuh rasa bangga.
" lalu, apa yang kau ingin bicarakan selanjutnya?".
tanya senior.
" tantang misi ini, aku sangat bersyukur karena para petinggi bisa kembali dalam keadaan selamat, begitu juga ayahmu, Sherla ".
jawab tuan Alex sambil tersenyum.
" syukurlah ".
" dan kedua, aku sangat bangga pada kalian karena pemimpin organisasi Red Evil, yaitu Jack bisa di tangkap dan kami amankan ".
ucap tuan Alex ambil tersenyum ke arah senior.
" dan yang ketiga, ada hal yang ingin ku beritahu kalian, tentang anak yang kalian temui semalam ".
ucap tuan Alex dengan wajah serius.
" maksudmu Niro?".
tanyaku dengan wajah terkejut.
" yah ".
" siapa dia sebenarnya?".
tanya senior dengan wajah serius.
" nama aslinya adalah Niro Redvil ".
jawab tuan Alex.
kami berdua langsung terkejut dan menatap satu sama lain.
" maksudmu, Niro adalah anak dari Jack?".
tanyaku dengan wajah terkejut.
" untuk itu, kau tanyakan sendiri padanya ".
jawab komandan brips sambil menunjuk ke belakang.
" di ruangan itu?".
tanyaku sambil menunjukan ke ruangan yang gelap.
tuan Alex hanya menganggukan kepalanya.
kami langsung bergegas masuk ke dalam ruangan itu, yang sepertinya itu adalah ruang interogasi.
__ADS_1
saat masuk ke dalam itu, kami melihat Niro yang terdapat luka di sekujur tubuhnya.
" Niro!?, apa kalian yang telah melukainya?".
tanyaku dengan wajah cemas.
" tidak, luka ini sudah ada sejak kami menemukanya tergeletak di Red Evil ".
jawab tuan Alex yang datang menyusul.
saat melihat bekas luka yang ada di pipi kiri Niro, aku langsung teringat kejadian dimana senior memukulnya dengan sangat keras.
" ini pasti bekas luka dari pertarungan tadi ".
ucapku sambil memandangi luka lembam di pipi Niro.
" untuk apa kalian datang kesini?".
tanya Niro dengan nada yang lemas.
" kami ingin melihat keadaanmu ".
jawabku sambil tersenyum.
" chh, setelah laki-laki itu memukulku dengan sangat keras?".
ucap Niro sambil membuang muka.
" senior, minta maaf ".
ucapku sambil menarik tangan serius.
" hah?, kenapa harus aku?, dia yang memulainya ".
jawab senior dengan wajah kesal.
" kau harus minta maaf ".
ucapku sambil menarik tangan senior.
" baiklah-baiklah ".
ucap senior sambil mendekat ke Niro.
" hey, maafkan aku, aku sudah membuatmu terluka seperti ini ".
ucap senior sambil mengulurkan tangannya.
" aku juga minta maaf ".
jawab Niro sambil bersalaman dengan senior.
" nah, sekarang aku bisa tenang, ini kan bagus ".
ucapku sambil menepuk bahu mereka.
" ngomong-ngomong, ada satu hal yang ingin kami tanyakan padamu ".
ucapku dengan wajah serius.
" tentang ayahku?".
tanya Niro dengan tebakan yang benar.
" kau tahu?".
ucapku dengan wajah terkejut.
" feelingku ".
jawab Niro.
" sebenarnya, aku bukanlah anak kandung dari Jack ".
ucap Niro sambil menunduk.
" heh?!".
kami sangat terkejut saat mendengar jawaban Niro tadi.
" yah, sebenarnya aku hanyalah anak angkat dari Jack, jack menemukanku saat aku tinggal di pinggir jalan, hidup sebatang kara, yang terakhir kuingat, ayah dan ibuku menyuruhku untuk menunggu di halte bis di pinggir jalan, namun setelah beberapa jam mereka tidak kunjung datang, aku hanya berjalan sendirian, tanpa adanya tujuan dan arah, mencari keluargaku. hingga saat itu, ada seseorang yang datang menemui ku, dia bilang kalau dia adalah keluargaku, dia bilang kalau aku dan dia sama, pria itu adalah Jack ".
jawab Niro dengan wajah sedih.
" itulah alasan kenapa aku ingin sekali melindunginya, dia adalah satu-satunya keluarga yang ku punya ".
__ADS_1
" jack adalah sesosok ayah bagiku ".