
jam sudah menunjukan pukul 20.00, akhirnya kami sudah sampai di bioskop dengan waktu yang tepat, aku baru tahu di kota ini ada bioskop yang begitu megah, apa akunya saja yah yang malas keluar.
" baiklah, film apa yang akan kita tonton terlebih dahulu?".ucapku menatap masing-masing dari mereka yang memegang tiket yang berbeda.
" hmm, bagaimana kalau aku duluan?, menonton film horor di awal-awal itu menyenangkan loh ".ujar aida sambil menunjukan tiket nya yang berisi film horor.
" boleh juga, sekalian senam jantung, hihi ".
Sofia mengambil tiket dari tangan aida dan memberikannya ke petugas tiket.
" silahkan kalian tinggal masuk saja ke dalam lorong yang ada di pojok sana, nanti juga akan ada petugas yang memberi petunjuk ".
ucap petugas tiket tersebut menyuruh kami untuk pergi kearah lorong yang terdapat poster-poster berisi film-film horor.
" baik nyonya, terima kasih ".
saat di depan lorong tersebut, aku dikejutkan dengan suara-suara yang membuat bulu kudukku merinding.
" ada apa sherla, kau terlihat gemetaran sekali ".ucap aida sambil tersenyum tipis ke arahku.
" tidak-tidak apa-apa, aku hanya kedinginan saja ".jawabku sambil menggosok kedua telapak tanganku.
mereka tidak boleh tahu kalau aku ini orangnya penakut, mau bagaimana lagi, ini sudah dari sananya.
" ngomong-ngomong, gaun mu indah sekali,
dimana kau membelinya?".tanya Sofia yang kagum saat melihat gaun yang ku pakai.
" benar, tapi dari modelnya hampir sama dengan gaun yang kau dapatkan waktu di mall tadi ". ujar aida yang cukup heran saat melihat gaun yang kupakai sekarang sangat mirip sekali dengan gaun yang ku dapatkan saat pergi ke mall bersama senior, mungkin hanya warna dan desainya saja yang agar berbeda.
" sebenarnya gaun ini adalah pemberian dari ibuku, gaun ini sudah lama sekali, sejak ibuku masih kecil, dan dia memberikanya padaku ".
jawabku. tapi ada benarnya juga yah, tapi kalau di perhatiin, model dari gaun milik ibu dengan gaun yang kudapatkan dari mall sangat mirip sekali, apa ibu mendapatkanya dari tempat yang sama?.
" ceklakk!!".
tiba-tiba saja lampu yang menerangi seisi lorong Mati dan mengubah pandangannya menjadi sangat gelap.
" haaa, kenapa ini?, apa disini mati lampu?".
ucapku sambil menutup kedua mataku dengan kedua telapak tangan.
__ADS_1
" heh, ada apa denganmu sherla?, apa kau takut?".sindir Sofia.
jujur saja, ku takut sekali dengan gelap, itu benar-benar membuat jantungku berdebar-debar dan tubuhku menjadi merinding habis-habisan.
" dia takut dengan kegelapan, aku akan menyalakan lampu handphone ku untuk membantu perjalanan kita ". ucap senior sambil menyalakan flash dari handphone miliknya.
terima kasih senior, kau sangat perhatian sekali denganku. lagian aneh sekali, kenapa bioskop ini sudah serasa seperti berada di rumah hantu yah, mentang-mentang temanya film horor.
" itu dia, kita sudah sampai ".ucap Sofia sambil menunjuk ke sebuah pintu yang di terangi lampu berwarna biru.
baguslah, akhirnya sudah sampai, aku harap hal seperti tadi tidak terulang kembali, menyesal rasanya aku lebih memilih untuk menonton film horor, tapi akhirnya aku bisa duduk dengan tenang.
( sherla tidak tahu kalau mimpi buruknya baru saja di mulai ).
" aku benar-benar tidak sabar sekali ingin melihatnya, aku harap semoga ini tidak mengecewakanku ". ucap aida dengan semangat yang membara. aku tidak mengerti kenapa wanita sepertinya begitu tergila-gila sekali dengan film horor.
" emm teman-teman, maaf aku cuman bisa membeli satu popcorn saja, petugas popcorn itu bilang kalau stock popcornya hanya tinggal segini saja, tapi tenang saja, dia memberikan empat minuman bersoda ini secara gratis ". ucap Sofia. sambil menunjukan satu popcorn dengan wadah yang kecil.
" sudah tidak apa-apa, kita bisa berbagi bukan, lagi pula mereka memberi minumanya secara gratis, itu tidak terlalu buruk ". ucapku mencoba untuk menenangkan suasana.
" ceklak!!".
" haaa!!".
" tenanglah sherla, film belum saja dimulai dan kau sudah berteriak duluan ". sindir Sofia.
" aku tidak takut, aku hanya terkejut ". jawabku dengan wajah cemberut.
" sudah-sudah, kalian tidak boleh bertengkar di dalam bioskop, kita bisa di paksa keluar nanti ". ucap aida berusaha melerai.
film dimulai, jujur saja aku sangat suka sekali dengan bagian awal dari film ini, karena kesanya begitu romantis, tapi lama-kelamaan film ini mulai beraksi dengan genre horornya, mulai di munculkan adegan-adegan yang sadis yang membuat seluruh tubuhku gemetar, mana hantunya seram-seram lagi.
" Haaa!!!".
bukan hanya aku saja yang ,tapi seisi ruangan bioskop ini di penuhi dengan suara teriakan orang-orang.
****
fiuh, akhirnya film ini sudah berakhir, 17 kali teriakan dan 30 kali tutup muka. aku tidak mau lagi menonton film horor...
" baiklah, selanjutnya bagian siapa?". ucap Sofia sambil menatap kami semua.
__ADS_1
" bagaimana dengan sherla, rasa takut setelah menonton film horor akan terhapus setelah menonton film romantis ". usul aida.
" ide yang bagus, bagaimana denganmu sherla?". tanya Sofia menatap ke arahku.
" aku setuju, bagaimana denganmu senior?".
" aku tidak bisa menjawab lagi selain iya ". jawab senior dengan tatapan datar.
" baiklah, kalau semuanya setuju, ayo kita pergi ke film selanjutnya ". Sofia langsung membawa kami ke tempat selanjutnya, yaitu film yang paling ku tunggu-tunggu, film romantis.
saat sampai di disana, ternyata kebanyakan yang menonton adalah orang-orang yang berpasangan, tidak heran rasanya kalau ada petugas yang menjual tisu.
" astaga, banyak sekali orang yang berpasangan disini, benar-benar membuatku iri sekali ". ucap Sofia yang terkejut saat melihat para wanita dan pria berpasangan.
karena terlalu ramai, kami terpaksa harus duduk terpisah Sofia duduk di samping aida, sedangkan aku duduk di samping senior.
saat film di mulai, banyak wanita yang memeluk pasanganya masing-masing, aku tidak sampai berfikir akan sampai seperti ini, aku harap aida dan Sofia tidak keluar dari bioskop ini.
awalnya film itu biasa-biasa saja, hanya menceritakan seorang pria yang begitu cuek dengan seorang wanita, wanita itu selalu ingin menyatakan perasaanya, tapi pria itu selalu bersikap dingin dan tidak peduli dengan keadaan wanita tersebut. hingga tiba suatu saat wanita itu pergi meninggalkannya untuk selama-lamanya, cerita itu berakhir saat si pria mulai menyesali semua tindakannya karena telah menyia-nyiakan wanita yang selalu mencintainya.
namun film itu bukanya di akhiri dengan tepuk tangan, mereka malah mengeluarkan kata-kata yang kasar dan diiringi suara tangisan. entah apa yang terjadi pada mereka, meskipun aku sempat menangis, setidaknya aku tidak terbawa suasana.
" kita harus segera keluar disini sebelum terjadi sesuatu yang tidak pantas ". ucap senior sambil mengucak kelopak matanya.
" eh senior, kau menangis?". tanyaku dengan wajah terkejut.
" tidak, aku hanya mengantuk, ayo kita pergi ".
ucap senior menyuruhku untuk segera pergi.
saat sudah sampai diluar pintu bioskop, aku melihat aida dan Sofia yang sudah berdiri disana.
" eh, sejak kapan kalian disini?".
" kami baru saja keluar, di dalam benar-benar gerah, apalagi ditambah keributan ". ucap Sofia sambil menghela nafas.
" bagaimana dengan dua tiket yang tersisa?".
" kita tunda saja, ini sudah larut malam ". ucap Sofia sambil melihat ke arah jam yang sudah menunjukan pukul 22.00.
" benar, aku juga sudah mulai mengantuk ". balas aida sambil mengusap matanya.
__ADS_1
benar juga, ini sudah larut malam, ibu pasti akan memarahiku, mau bagaimana lagi, tapi setidaknya aku bisa merasakan kembali rasanya menonton bioskop bersama teman-temanku.
lagi.