Seniorku Yang Misterius

Seniorku Yang Misterius
KOTAK HADIAH


__ADS_3

fiuh, benar-benar tidak terasa hari sudah mulai sore, entah mengapa satu hari sudah seperti satu jam dalam hidupku, jika ada kesempatan lagi, aku ingin mengajak senior berbelanja di tempatku.


tapi kira-kira, apa yah isi dari hadiah yang senior berikan padaku?.


" hey!".


" haaa!".


tiba-tiba saja Aida berdiri di belakangku sehingga membuatku terkejut.


" Aida?!, kau mengejutkan kan ku!".


ucapku dengan wajah kesal.


" hihihi, lagi pula aku sudah memanggil mu dari tadi, tapi kau tidak peduli ".


jawab Aida sambil tersenyum meringis.


" tapi tidak sampai mengagetkanku kali ".


ucapku sambil menghela nafas.


" hehe, ngomong-ngomong, kotak apa itu?".


tanya Aida sambil mengalihkan pandanganya ke arah kotak yang di berikan senior padaku.


" i, ini, ini adalah kotak belanjaanku ".


ucapku sambil mencoba memikirkan alasan lain.


" kau tidak bisa membohongi ku, itu adalah hadiah dari Kevin bukan?".


ucap Aida dengan tatapan sinis.


" tidak, ini sebenarnya sepatu yang ku beli di mall ".


ujarku sambil menyembunyikan kota ini di belakang pinggangku.


" baiklah-baiklah, aku tidak akan mendesakmu ".


ucap Aida dengan tatapan datar.


" yasudah-yasudah, ayo kita pulang ".


ucapku sambil merangkul bahu Aida.


fiuh, nyaris saja, aku harap Aida tidak tahu tentang apa yang terjadi di antara aku dan senior hari ini, aku harus merahasiakanya.


" emm, ngomong-ngomong, apa kau baru sampai?".


tanyaku dengan senyuman palsu.


" yep, tepat di belakang mu ".


jawab Aida dengan singkat.


" aku masih bingung tentang hubunganmu yang tiba-tiba saja akrab dengan Sofia, pasti telah terjadi sesuatu di antara kalian ".


ucapku dengan wajah heran.


" kami baru saja mulai berteman akrab, saat itu aku melihat sofia yang sedang di kejar anjing, lalu aku menyelamatkanya, dan di saat itu lah kami sudah saling mengenal ".


jawab Aida dengan nada yang acak-acakan.


" singkat sekali ".


ucapku sambil mengelus-elus rambutku.


" oh yah, mumpung ini adalah hari libur, bagaimana kalau kita pergi liburan bersama?".


ucap Aida dengan wajah yang semangat.


" boleh juga, tapi, hanya kita berdua?".


tanyaku.


" tidak, kita akan mengajak teman-teman yang lainya ".

__ADS_1


jawab Aida dengan penuh rasa semangat.


" baiklah, kapan kita akan pergi?".


tanyaku.


" bagaimana kalau hari minggu?, tapi kita harus bertanya kepada yang lainya juga ".


ucap Aida sambil memikirkan rencana yang matang untuk liburan nanti.


" kabari aku jika sudah siap ".


ujarku sambil menepuk bahu Aida.


" yosh ".


liburan bersama teman-teman?, sepertinya ini akan sangat menyenangkan, sudah lama sekali aku pergi berlibur bersama keluarga, apa lagi dengan teman, teman saja saat itu aku tidak punya, mungkin ini akan menjadi pengalaman yang baik bagiku.


tak terasa kami bercakap-cakap sembari berjalan tadi, tiba-tiba saja sudah sampai di depan rumah.


" baiklah, kalau begitu aku pulang dulu yah ".


ucapku sembari melambaikan tanganku ke arah Aida.


" sampai jumpa lagi, dah ".


aku langsung bergegas untuk masuk kedalam rumah, aku ingin cepat-cepat membuka kotak hadiah yang di berikan senior ini.


" ibu aku pulang!".


ucapku sambil membuka pintu rumah.


" kau sudah pulang sayang?".


ucap Ayah yang sedang duduk di ruang tamu.


" ngomong-ngomong, bagaimana harimu dengan Kevin?".


ujar ibu sambil datang mendekatiku.


ucapku sambil berjalan perlahan ke dalam kamar.


aku langsung berbaring di kasur ku sambil memandangi kotak hadiah yang senior berikan padaku.


" kira-kira di dalamnya apa yah?".


ucapku sembari membuka kotak hadiah itu.


" eh ".


saat kotak itu terbuka, di dalamnya terdapat sebuah kalung dengan gambar semanggi, tapi menurutku kalung ini sangat unik sekali.


" kalung yang indah, aku akan memakainya saat pergi ".


ucapku sembari memakaikan kalung pemberian senior itu di leherku.


" eh, tapiii ".


aku masih ragu memakai kalung ini, entah mengapa lebih baik rasanya jika ku simpan saja untuk sementara.


" ah, lebih baik aku pergi mandi saja ".


ucapku dengan pikiran yang kacau.


aku langsung bergegas pergi ke kamar mandi dari pada terus memikirkan hadiah pemberian senior itu.


tapi nyatanya, bahkan saat mandi pun kalung itu terus terbayang-bayang di pikiranku, apa lebih baik aku pakai saja?, atau karena senior tidak memberinya dengan ikhlas?, ahh itu tidak mungkin.


" Sherla!, cepat mandinya, ibu sudah menyiapkan makan malam!".


ucap ibu dengan lantang dari ruang makan.


" baik bu!".


ucapku sambil mengambil handuk dan bergegas pergi ke kamarku untuk mengganti baju.


" oh yah, besok Ayah akan pergi berlibur sama teman-teman Ayah, mungkin Ayah akan pulang lusa nanti ".

__ADS_1


ucap Ayah sambil mengunyah makananya.


" awas saja kalau Ayah pergi ke tempat-tempat yang aneh ".


ucap ibu sambil menatap tajam Ayah.


" tidak, Ayah akan menginap ke rumah teman kerja Ayah, hanya itu ".


ucap Ayah dengan wajah yang panik.


" dan kau Sherla, apa kau mempunyai janji dengan teman-temanmu besok?".


tanya ibu yang mengalihkan pandanganya ke arahku yang sedang melamun.


" Sherla?".


" eh, tadi ibu bilang apa?".


ucapku dengan wajah terkejut.


" apa kau mempunyai janji dengan teman-temanmu besok?".


ucap ibu sambil menepuk dahinya.


" mmm, tidak ada ".


jawabku dengan singkat.


" ibu besok ada acara arisan bersama teman-teman ibu, jadi tolong kau jaga rumah yah ".


ucap ibu sambil mengunyah makananya.


" baik bu ".


jawabku.


" arisan apa arisan ".


ucap Ayah dengan nada mengajak.


" diam kau ".


ucap ibu dengan tatapan tajam.


" astaga ".


setelah makan malam, aku beranjak pergi ke dalam kamarku untuk rebahan sebentar sembari memandangi kalung semanggi pemberian senior.


" senior, apa kau mempunyai alasan memberiku kalung ini ".


ucapku sembari memandangi kalung ini dengan penuh makna.


lalu pandanganku teralih dengan gaun dan cincin yang di berikan oleh seorang kasir itu secara percuma.


aku langsung mengambil gaun itu sembari memandanginya.


" senior, apa yang ada dalam pikiranmu saat itu, saat dimana kita berfoto layaknya seorang pasangan ".


ucapku sambil memandangi gaun itu.


kalau di pikir-pikir, aku belum pernah memberikan hadiah pada senior, padahal dia banyak sekali membantuku, mungkin jika ada waktu, akan berkunjung ke rumahnya sembari membawa hadiah yang bagus untuk senior.


" Sherla!, ada seseorang yang mencarimu, cepat kemari lah!".


ucap ibuku dengan suara lantang dari ruang tamu.


seseorang?, memangnya siapa orang mencariku di malam-malam begini?, aku jadi penasaran.


aku langsung bergegas pergi menuju ke ruang tamu untuk mengetahui siapa orang yang mencariku.


saat sampai disana, aku langsung memasang wajah cemberut sambil menepuk dahiku. ternyata orang itu adalah Aida, memangnya mau apa dia mencariku.


" Aida?, kenapa kau mencariku di malam-malam begini?".


tanyaku dengan wajah penasaran.


" eee, Sherla, kau Mau menginap di rumahku? ".

__ADS_1


__ADS_2