Seniorku Yang Misterius

Seniorku Yang Misterius
KEDIAMAN JUNIOR


__ADS_3

pagi sudah tiba, angin-angin berhembus seperti irama, burung-burung berkicau di pagi yang indah, menandakan hari Minggu ini begitu tenang dan...


" sherla, sherla ".


entah siapa yang memanggilku di pagi hari seperti ini.


" mmm, Bu, ini kan hari Minggu, biarkan aku tidur lebih lama lagi ".


ucapku sambil menutupi selimut meski dalam keadaan mata tertutup.


" hey, kau sudah berjanji bukan ingin berkunjung ke rumah ku ".


ucap seseorang yang membisik-bisik di telingaku.


" hah?".


saat aku membuka selimutku, ternyata itu adalah...


" haaaa!".


aku langsung terkejut saat melihat senior sedang duduk di depanku.


" senior!?, jangan seenaknya masuk ke kamar orang, apalagi kamar perempuan ".


ucapku dengan wajah marah.


" maaf, maaf, soalnya aku sudah memanggilmu beberapa kali, tapi kau tidak bangun-bangun, jadi, aku masuk saja langsung ke kamarmu ".


ucap senior sambil mencoba menenangkan ku.


" ta, tapi kau bisa meminta ibuku bukan ".


ucapku dengan raut wajah kesal.


" sebaliknya, ibumu lah yang meminta ku untuk membangunkan mu ".


ucap senior sambil beranjak dari kasurku.


" heh?, memangnya kenapa ibu tidak mau membangunkan ku ".


ucapku dengan heran.


" bukanya tidak mau, tapi ibumu bilang kalau dia harus buru-buru pergi rumah temannya ".


ucap senior.


" hah!, jadi, di rumah ini hanya kau dan aku!?".


ucapku dengan wajah terkejut.


senior hanya menganggukan kepalanya.


aku langsung memeriksa seluruh tubuhku.


" kau tidak melakukan hal-hal aneh kan padaku ".


ucapku sambil menatap senior.


" eh, tidak, aku disini untuk membangunkan mu, sudah lah, kau mau ke rumahku atau tidak ".


ucap senior sambil pergi meninggalkanku.


" ba, baiklah ".


ucapku sambil beranjak dari tempat tidurku.


" maka dari itu, cepat lah ".


ucap senior sambil keluar dari kamarku.


aku langsung mengambil handuk dan bergegas pergi ke kamar mandi.


setelah selesai mandi, aku langsung pergi ke kamarku untuk mengganti baju.


" kau sudah selesai!?".


ucap senior dari ruang tamu.


" yah, tunggu sebentar lagi ".


ucapku sambil berjalan ke ruang tamu.


" baiklah ayo ".


ucapku dengan wajah penuh semangat.


" ngomong-ngomong, apa kakekmu tau kalau aku akan berkunjung ke rumahnya ".


ucapku sambil menatap senior.


" sepertinya kakek tidak tau, tapi, dia bilang kalau kau boleh berkunjung ke rumahku kapan saja ".


ucap senior.


" hm, aku jadi tidak sabar ingin bertemu dengan kakekmu ".

__ADS_1


ucapku sambil tersenyum ke arah senior.


" begitu juga dengan kakek, dia pasti sangat senang sekali bertemu denganmu ".


ucap senior sambil tersenyum ke arahku.


" tapi, apa rumahmu jauh?".


tanyaku.


" hmm, tidak juga, jika kita naik kereta ".


ucap senior sambil menatap ke arah stasiun yang tidak jauh di depan kami.


setelah sampai di stasiun, senior langsung memesankan tiket untuk kami berdua.


pas sekali setelah memesan tiket, kereta yang kami tunggu sudah tiba.


" ayo ".


ucap senior sambil tersenyum.


" ayo ".


ucapku sambil membalas senyumannya.


kami berdua langsung masuk kedalam kereta api dan duduk berdampingan.


dalam perjalanan, entah mengapa senior terkadang selalu melirik ke arahku.


" ada apa senior?, kenapa kau selalu melirik-lirik ke arahku ".


ucapku sambil menatap sinis senior.


" hmm, aku hanya melirik gaunmu saja ".


ucap senior sambil membuang muka dariku.


" gaunku?".


ucapku dengan wajah heran.


" Iyah, gaunmu itu sangat cocok dan cantik untuk mu ".


ucap senior sambil membuang mukanya dariku.


" benarkah, cantik seperti orangnya yah?".


ucapku sambil tersenyum.


" entahlah ".


" masa, jujur saja senior ".


ucapku sambil mencoba menggoda senior.


" terserah ".


ucap senior dengan wajah kesal.


" hahaha ".


akhirnya, setelah setengah jam perjalanan, kami sudah sampai di rumah kakek senior, aku sangat terkejut saat melihat rumah senior yang sangat luas, namun, bangunanya terlihat sangat kuno dan hanya terbuat dari kayu jati.


" wah, rumahmu ini sangat luas sekali yah ".


ucapku sambil memandang rumah senior dari depan.


" hm, tapi tidak sebagus rumahmu ".


ucap senior sambil tersenyum ke arahku.


" yah, tapi, sepertinya kakekmu sangat menyukai yang berbau tradisional yah ".


ucapku sambil melihat-lihat ke samping rumah yang di penuhi patung-patung tua.


" yah, karena rumah ini sudah berdiri sejak kakek masih kecil ".


ucap senior sambil berjalan menuju ke rumahnya.


" pantas saja, bangunan ini sangat kokoh dan kuat meski sudah termakan usia ".


ucapku sambil tersenyum.


" hhh, seperti pemiliknya ".


ucap senior sambil membuka pintu rumah.


" aku pulang ".


ucap senior dari pintu rumahnya.


" ohh, Kevin, akhirnya kamu sudah pulang juga ".


ucap kakek senior sambil mendekat ke arah kami.

__ADS_1


hmm, dilihat dari wajahnya, sepertinya usia kakek senior sekitar delapan puluhan.


lalu, tatapan kakek senior tertuju ke arahku.


" hmm, siapa perempuan yang di sampingmu ini ".


ucap kakek sambil menatapku dengan heran.


" ini adalah sherla, orang yang pernah kuceritakan pada kakek ".


ucap senior sambil menatap ke arahku.


" ahh, hhh, ternyata kamu orangnya yang bernama sherla, Kevin sering bercerita tentang mu, kau lebih cantik dari yang kakek duga ".


ucap kakek sambil tersenyum ke arahku.


" hihi, kakek terlalu memujiku, ngomong-ngomong perkenalkan, nama asliku adalah sherla maulinda, salam kenal ".


ucapku sambil membungkuk.


" yah, salam kenal juga, nama kakek, Tommy junior, panggil saja kakek Tommy ".


ucap kakek sambil tersenyum ke arahku.


" hmm, aku panggil kakek saja ".


ucapku sambil tersenyum.


" hhh, baiklah-baiklah, ngomong-ngomong, kalian sudah sarapan belum?".


tanya kakek sambil menatap ke arah kami.


" kami belum makan sejak pagi ".


balas senior.


" yasudah, pas sekali, kakek sudah membuatkan kalian sarapan, ayo ".


ucap kakek sambil berjalan ke ruang makan.


saat Samapi di ruang makan, aku sangat terkejut saat melihat banyak sekali makanan di meja.


" kakek yang membuat semua ini?".


tanyaku dengan wajah terkejut.


" Iyah, bisa di bilang begitu ".


ucap kakek sambil tersenyum.


" wah, ternyata kakek sangat pintar sekali dalam hal memasak ".


ucapku dengan wajah kagum.


" tidak juga, masakan kakek tidak ada apa-apanya dengan masakan Kevin ".


ucap kakek sambil menunjuk ke arah senior.


hmm, benar juga, senior memang sangat pintar dalam hal memasak.


" kakek terlalu memujiku ".


ucap senior dengan wajah datar.


" hahaha, yasudah-yasudah, cepat di makan sarapanya ".


ucap kakek sambil mengambil makanan miliknya.


setelah makan, aku berniat untuk melihat-lihat seisi tempat ini.


" kakek, apa aku boleh berjalan-jalan di tempat ini, hanya melihat-lihat saja ".


ucapku sambil tersenyum.


" oh tentu saja boleh, Kevin, kau temani sherla jalan-jalan yah, kakek mau ke kamar sebentar ".


ucap kakek sambil pergi meninggalkan kami.


saat aku berkeliling tempat ini, ternyata, bukan hanya tempatnya saja yang luas, tapi hiasan-hiasan di sini sangat indah sekali.


" indah bukan?, hiasan-hiasan ini sudah di buat sejak aku masih kecil ".


ucap senior sambil memandangi lukisanya.


" wah, benar-benar indah ".


ucapku sambil memandangi lukisan-lukisan itu.


namun, tak selang beberapa lama, aku seperti mendengar orang yang sedang bertarung.


" senior, ayo kita kesana sebentar ".


ucapku sambil menunjuk ke halaman belakang rumah.


saat aku sampai di sana, aku langsung terkejut saat melihat seorang wanita yang sedang berlatih bela diri.

__ADS_1


saat aku mendekatinya ternyata dia adalah.


" AIDA!!!".


__ADS_2