
pagi sudah menunjukkan pukul 06.00, aku dan senior terpaksa harus tidur semalaman di rumah sakit sambil menjaga Aida, yah meskipun banyak kejadian yang seharusnya tidak di bahas. namun ketika esok paginya, kami di kejutkan dengan pak polisi yang sepertinya sudah lama menunggu kami, hmm, kira-kira ada apa yah.
" pak polisi?, ada apa kau kesini?".
tanyaku sambil menatap heran.
" aku, ada pekerjaan penting untuk kalian ".
ucap pak polisi sambil merapikan kacamatanya.
" pekerjaan penting?".
ucapku sambil mencoba berfikir.
" yah, tapi sepertinya kita harus mencari tempat yang sepi untuk membicarakan ini ".
ucap pak polisi sambil pergi mengajak kami.
" hey polisi, pekerjaan apa yang kau maksud tadi ".
ucap senior sambil menatap sinis ke arah pak polisi.
" aku ingin kalian menjadi mata-mata ".
ucap pak polisi sambil melirik ke arah kami.
" mata-mata, tunggu, aku masih belum mengerti apa maksudmu ".
ucapku sambil menatap polisi itu dengan serius.
" hmm, aku ingin kalian masuk ke anggota kami untuk sementara ".
ucap polisi itu sambil menoleh ke arah kami.
" maksudmu kau ingin menjadikan kami anggota polisi?".
tanya senior dengan wajah yang serius.
" tidak, lebih dari itu ".
ucap polisi itu sambil merapikan kacamatanya.
" lalu, kau ingin menjadikan kami anggota apa?".
tanya senior dengan wajahnya yang semakin serius.
" FBI ". ucap polisi itu sambil melepaskan kacamatanya.
" FBI!". ucap kami bersamaan.
" hey, hey, jaga volume bicara kalian ".
ucap polisi itu sambil menengok ke segala arah.
" apa kau gila, apa kau ingin membunuh kami ". ucap senior yang mulai marah.
" tenangkan dirimu dulu, tapi sebelum itu aku ingin mengajak mu ke suatu tempat ".
ucap polisi itu sambil mengambil kunci mobilnya.
" kemana?". tanyaku
" ke tempat kami ". ucap polisi itu sambil membuka pintu mobilnya.
" hey senior, apa kita akan ikut ". ucap ku sambil menatap ke arah senior.
" sebaiknya tidak ". ucap senior dengan nada yang singkat.
" tapi dia sepertinya sangat membutuhkan kita ". ucapku mencoba meyakinkan senior.
" kau bercanda, apa kau tidak tau apa itu organisasi FBI, mereka sudah banyak sekali mengorbankan nyawa hanya demi tujuan mereka tercapai ". ucap senior sambil menatap ku dengan wajah yang serius.
" baiklah, kalau tidak mau, aku yang akan pergi ". ucapku sambil pergi menuju mobil itu.
" hey tunggu!, ckk". lalu senior berlari menyusul ku.
lalu kami berdua masuk ke dalam mobil dan memutuskan untuk ikut ke polisi tersebut.
" hmm, aku tau kalian pasti sangat setuju ".
ucap polisi itu sambil menatap ke arah kami.
__ADS_1
" ckk, ingat saja, jika kau ingin mencelakai kami, aku akan membuatmu menyesal ".
ucap senior sambil mengancam polisi itu.
" okeey, kami tidak akan mencelakai kalian, tenang saja ".
ucap polisi itu sambil mencoba menyalakan rokoknya.
" aku pegang janjimu, pak polisi ".
ucap senior dengan nada yang meledek.
" mmm, ngomong-ngomong, apa yang kau maksud ingin menjadikan kami mata-mata?".
tanyaku sambil mencoba mencairkan suasana.
" hmm oh yah, aku belum menjelaskan hal itu, kami hanya ingin kalian memata-matai sesuatu untuk kami, lebih tepatnya adalah mencari informasi yang menarik ".
ucap pa polisi itu sambil menghembuskan asar rokoknya.
" mencari informasi?, dari siapa?".
tanyaku dengan serius.
" yah, dari target yang akan kami berikan pada kalian, mmm, bisa di bilang musuh kami ".
ucap polisi itu sambil menghisap asap rokoknya.
" kalian mempunyai musuh?".
ucapku dengan penuh heran.
" yah, dia sama seperti kami, terbentuk dalam sebuah organisasi, mereka bertujuan untuk menghancurkan kota ini, sedangkan kami bertujuan untuk menghentikan mereka ".
ucap polisi itu dengan santainya.
" memangnya, kenapa kalian tidak melaporkan hal ini kepada presiden saja ".
ucapku dengan mudahnya.
" hm, kau memang benar, tapi, kita tidak mempunyai bukti untuk itu, itu lah alasan kenapa aku ingin menjadikan kalian sebagai mata-mata kami ".
ucap polisi itu sambil melambatkan lajunya.
ucap polisi itu sambil membuka pintunya.
saat kami keluar dari mobil, kami di perlihatkan sebuah gedung yang sangat besar, dan penjagaannya yang begitu ketat.
" selamat datang di markas kami ".
ucap polisi itu sambil memperlihatkan markasnya yang besar.
" waw, aku tida sampai berpikir akan sebesar ini tempat kalian ".
ucapku sambil melihat-lihat gedung yang besar itu.
" hey, polisi, sampai kapan kita di luar ".
ucap senior dengan nada yang datar.
" baiklah, tapi, disini aku ingin kalian memanggilku dengan nama asli, oke ".
ucap polisi itu sambil melepas kacamatanya.
" memangnya siapa nama anda?".
tanyaku sambil melihat-lihat penampilan polisi tersebut.
" JODAN BRIPS".
ucap polisi itu sambil memakai kacamatanya.
" nama yang bagus ". ucap senior dengan nada yang mengejek.
" baiklah, pak jadon, kapan bisa masuk ".
ucap senior dengan ucapan wajah datarnya.
" hmm, itu hampir mendekati ".
ucap polisi itu sambil melepas kacamatanya.
__ADS_1
saat di tengah pembicaraan kami, tiba-tiba saja datang salah satu anggota FBI yang datang mendekati kami.
" komandan Brips, akhirnya anda sudah datang juga, pemimpin ingin kau pergi untuk menemuinya ".
ucap salah satu anggota FBI tersebut dengan suara yang terburu-buru.
" baiklah, kami akan pergi secepatnya ".
ucap pak jodan sambil membawa kami pergi masuk.
" wah, mereka sangat menghormatimu yah ".
ucapku sambil mengagumi pak jodan.
" yah seperti itulah, disini bawahan harus hormat pada atasan mereka ".
ucap pak jodan sambil menatap para anggota FBI.
" baiklah, kita sudah sampai ".
ucap pak jodan sambil membuka pintu yang besar itu.
lalu, kami memasuki sebuah ruangan yang cukup besar dan luas, dan pandangan kami tertuju pada seseorang yang sedang duduk di depan kami.
" selamat siang tuan Alex, apa kabar anda hari ini?". ucap pak jodan sambil menunduk pada laki-laki itu.
" senang bisa bertemu dengan mu, komandan Brips, kabar ku baik-baik saja, dan sepertinya kau sudah mendapatkan yang aku inginkan ".
ucap pria itu dengan suara yang besar.
" Iyah tuan mereka sudah berhasil ku bawa ".
ucap pak jodan sambil menunjuk ke arah kami.
lalu, pria dengan badan yang tinggi dan besar itu berjalan mendekat ke arah kami.
" hm, duduklah, ada banyak hal yang ingin kubicarakan padamu ".
ucap pria itu sambil mempersilahkan kami duduk.
" perkenalkan, namaku ALEX SEBASTIAN, aku adalah pemimpin di tempat ini ".
ucap pria itu dengan nada yang besar.
" maaf tuan, apa kau bisa memberi tau dengan jelas tujuanmu mengundang kami, jika kau ingin menjadikan anak umur lima belas tahun ini untuk menjadi anggota club aneh mu ini, maaf aku menolak ".
ucap senior sambil menatap pria itu dengan serius.
" hey, nak jaga ucapanmu ".
ucap pak jodan sambil membisik ke arah senior.
" hhh, tenang lah Brips, dia adalah anak yang sangat waspada dan tidak mudah untuk percaya pada orang lain, dan aku suka itu ".
ucap pria itu sambil tersenyum ke arah senior.
" nak, aku tidak memaksamu dalam pekerjaan ini, dan aku tau itu adalah hal yang mustahil, akan tetapi hanya kemampuanmu lah yang bisa membantu kami, nak, keselamatan kita ini ada pada tanganmu ".
ucap pria itu dengan tenang.
" kalau begitu kami setuju untuk menjadi anggota mu ". ucapku dengan percaya diri.
" hey, sherla, apa yang kau bicarakan ".
ucap senior dengan nada yang marah.
" ini adalah tempat tinggalku, dan semua orang-orang yang berharga bagiku, aku akan melakukan apapun untuk melindungi tempat ini ".
ucapku dengan percaya diri.
" ckk, baiklah!, kalau begitu aku bersedia untuk menjadi anggota mu ".
ucap senior dengan serius.
" baiklah, keputusan yang tepat, namun, kalian harus tetap berhati-hati dalam misi ini, lawan kita bukan lah orang biasa, mereka terdiri dari para pasukan elit yang berpengalaman akan bertarung dan tidak segan-segan untuk membunuh musuhnya ".
" memangnya, apa nama organisasi itu ".
tanyaku dengan serius.
lalu pria itu menatap ke atas langit berkata.
__ADS_1
" RED EVIL ".