
" drrrtt ".
ya ampun, siapa pagi-pagi begini sudah menelfonku, sepertinya aida yang ingin mengajakku joging.
" halo?, maaf aida aku tidak bisa ikut joging denganmu hari ini, aku masih mengantuk katakan hal lain jika aku sudah bangun nanti ". ucapku dengan pikiran yang belum pulih( setengah tidur ).
" hey, ini aku Kevin, apa kau sudah siap?".
ternyata orang yang menelfonku bukan aida, tapi senior, lagi pula sejak kapan aida berjanji untuk mengajakku joging?.
" ah Iyah, eh, siap untuk apa?". tanyaku dengan heran, otakku yang masih belum pulih membuatku 90% lupa dengan hal-hal sebelumnya, yah itu terjadi ketika aku baru bangun tidur.
" aku akan mengajakmu ke suatu tempat bukan?, apa kau lupa?".
suatu tempat, ah Iyah senior berjanji mengajakku pergi kemarin sore, sepertinya efek benturan tadi membuatku mudah sekali melupakan sesuatu.
" baiklah-baiklah, aku sudah ingat, aku akan segera bersiap-siap sekarang, lalu kau bagaimana?".
" aku sudah menunggu si stasiun untuk memesan tiket kereta, nanti aku akan menjemputmu di rumah yah ".
senior yang menjemputku?, aku khawatir rencanaku untuk berduaan dengan senior akan gagal jika ketahuan oleh orang lain, apa lagi aida.
" hey kau masih disana?".
" tu, tunggu kau tidak usah repot-repot menjemputku, aku yang akan menyusul mu disana yah ". ucapku dengan nada membisik, namun beberapa detik setelahnya sambungan kami langsung terputus.
aku harap ini berjalan lancar, rasanya masih agak trauma sih dengan kejadian kemarin, tapi ini adalah kesempatan yang bagus untukku dan senior, baiklah aku harus segera bersiap-siap.
****
baiklah aku masih mempunyai cukup waktu untuk pergi ke stasiun, senior pasti sudah menungguku sangat lama sekali.
" sherla, kau mau kemana dengan pakaian bagus seperti itu?". ucap ibu yang tiba-tiba saja muncul dan mengagetkanku dari balik pintu kamar.
" a, aku ingin pergi bersama teman-temanku, ke suatu tempat, eee ". astaga sherla, kau memang tidak pandai sekali mencari alasan, jika kau sedang menjadi tersangka, kau sudah di tangkap tanpa perlu di introgasi.
" ke suatu tempat bersama teman?, atau bersama seniormu?". ujar ibu dengan tatapan sinis ke arahku.
eh, sepertinya ibu sudah tahu rencanaku kalau aku akan pergi bersama senior, siapa yang memberitahunya yah.
" ibu tahu dari mana?". tanyaku dengan heran.
__ADS_1
" orang yang kau maksud ada disana ". jawab ibu sambil menunjuk ke arah pintu depan rumah.
aku langsung bergegas mengecek kesana, dan saat aku membuka pintu, ternyata senior sudah berdiri di depanku dengan pakaian yang rapi.
" se, senior?, apa yang kau lakukan disini, aku sudah menyuruhmu untuk menunggu disana bukan ". ucapku dengan kesal namun dengan nada yang membisik.
" kau tidak mengatakan hal itu padaku ". jawab senior dengan wajah heran.
" hey, kalian ini mau kencan saja sudah ribut duluan, apa lagi kalau sudah berangkat nanti ". ucap ibu yang berusaha meleraikan perdebatan kami.
benar juga, kenapa aku harus marah, ibu setuju-setuju saja aku pergi bersama senior, dia nampaknya tidak marah sama sekali meski tahu kalau aku akan pergi dengan senior tanpa memberitahunya.
" maaf menganggu yah Tante, aku akan membawa sherla pergi hari ini, mungkin pulang agak sore ".
" tidak apa-apa, jaga sherla baik-baik yah ". jawab ibu dengan santainya.
" ibu mengizinkan kami?".
" yah karena kau bersama Kevin, lagi pula ibu juga akan pergi malam ini bersama teman-teman ibu ". jawab ibu sambil menunjukan kunci rumahnya.
yah memang sudah kebiasaan ibu jika merasa sendirian di rumah, itu terjadi semenjak ayah mulai sibuk dan meninggalkan kami, dan semenjak aku sudah mempunyai teman, ibu selalu sendirian di rumah. yah aku sangat mengerti sekali perasaan ibu.
" yasudah kami pergi dulu yah Bu ".
****
untung saja kami datang tepat waktu di stasiun, kereta yang akan kami tumpangi tiba saat kami baru saja sampai, tidak kepikiran jika kami tertinggal kereta tersebut.
" hey, apa yang kau pikirkan?, kau tampak gelisah sekali ". ucap senior sambil membisik dari tempat duduk di sampingku.
" tidak, aku hanya masih mengantuk saja ". jawabku dengan singkat.
" oh yah senior, apa kau mengganti nomor ponselmu?".
" tidak, tadi aku memakai ponsel umum di stasiun, sepertinya ponsel itu mati sebelum kau mengakhiri pembicaraan tadi ". jawab senior sambil tersenyum ke arahku.
ya ampun, pantas saja aku merasa agak heran tadi, aku baru sadar sekarang karena tadi itu aku masih mengantuk, dan aku juga harus berhenti memikirkan ibuku, dia pasti akan baik-baik saja disana.
" ngomong-ngomong senior, kau ingin membawaku kemana?".
senior hanya tersenyum sambil melirik ke arah jendela.
__ADS_1
" aku akan membawamu ke suatu tempat, hanya kita berdua ". jawab senior dengan pipi memerah.
ini baru pertama kalinya senior mengeluarkan ekspresi seperti itu, aku semakin kepo saja untuk kedepannya nanti.
****
" sherla, bangunlah kita sudah sampai di tempatnya ". ucap senior yang menepuk-nepuk kepalaku yang sedang bersender di bahunya, keadaan yang masih mengantuk membuatku tertidur dalam perjalanan tadi, tapi setidaknya itu membuat perjalanan menjadi lebih singkat.
" ayo bangun si tukang tidur ". ucap senior dengan tengil.
kami turun di sebuah pedesaan yang tampak sepi sekali, desa ini sangat tradisional. tidak ada kabel atau pun alat-alat modern disini.
" apa disini tidak ada orangnya?". tanyaku sambil melihat ke sekeliling.
" aku tidak tahu, sepertinya mereka masih tidur ". jawab senior.
sepertinya mereka tidak memasang alarm di samping kasur tidur mereka.
" kemana kita selanjutnya?".
" kesana ". jawab senior sambil menunjuk ke sebuah bukit yang tingginya kira-kira mencapai 500 meter.
aku tidak tahu tapi aku yakin ini akan menjadi sebuah pendakian yang melelahkan.
****
" hey senior, kapan kita sampai, aku sudah tidak bisa merasakan kakiku ". ucapku sambil berjalan sempoyongan.
" sebentar lagi kita akan sampai ". jawab senior dengan santai, dia seperti tidak merasakan lelah sedikitpun, aku tidak yakin kalau dia itu manusia.
aku benar-benar lelah sekali, mana belum sarapan lagi.
" untuk menghilangkan rasa lelah, bagaimana kalau aku memberimu sebuah teka-teki ".
" aku tidak yakin itu bisa membantu ". ujarku
senior ini memang tidak peka, orang seharusnya lelah di kasih makan atau minum, dia malah ingin membunuhnya dengan memberinya teka-teki.
" jika kau bisa menjawab aku akan memberimu hadiah ". ujar senior sambil tersenyum.
aku harap ini ada kaitannya dengan solusi untuk mengisi perutku yang kosong. aku mungkin bisa menjawab pertanyaan ini meskipun dengan perut yang kosong. semoga saja teka-teki ini masih masuk kedalam tipikal otak manusia.
__ADS_1
" baiklah apa teka-tekinya?".
" apa yang semakin besar bisa semakin banyak yang kau ambil darinya?".