
akhirnya sudah pagi, malam tadi aku tidak bisa tidur nyenyak karena aida mendengkur terlalu keras. padahal di hari sebelumnya Dia tidak sampai seperti ini, mungkin dia kelelahan saat mendengar cerita ku tadi.
" drrtt ".
hah?, siapa yang menelponku pagi-pagi begini, mungkin ayah dan ibu, akhirnya mereka ingat juga padaku.
" ayah, ibu, kenapa kalian meninggalkan ku di rumah begitu saja!, apa kalian tidak memikirkan perasaanku?!". ucapku dengan nada yang kencang.
" maaf telah mengganggu tidurmu, tapi ini aku Kevin ". jawab seseorang yang ada dalam telepon tersebut. ternyata orang itu adalah senior, aku mengira itu ibu dan ayahku, memang aku sempat berfikir karena ayah dan ibu jarang sekali menelfonku ketika mereka sedang pergi, tapi lebih aneh lagi jika senior yang menelfon. sepertinya urusan yang penting.
" ada hal yang ingin ku bicarakan denganmu, kita akan bertemu di taman nanti ".tegas senior.
" kau mau membicarakan apa?, kenapa tidak lewat telepon saja?. tanyaku dengan heran.
" sudah jangan banyak tanya lagi, kita sudah tidak punya waktu untuk itu, datanglah pada jam 7 pagi ". jawab senior dengan tegas.
" eh, tunggu senior?-". astaga, dia langsung mematikan telfonya, aku jadi semakin heran apa yang ingin senior bicarakan padaku, dari alasan dia tidak mau bicara melalui telepon, sepertinya pembicaraan ini sangat privasi.
" mmm, sherla apa ini sudah pagi?". ujar aida yang baru bangun dari tidurnya. astaga, mungkin itu alasan senior, aku sampai lupa kalau aida masih ada disini, senior ternyata mempunyai insting yang bagus.
" oh, kau sudah bangun yah, kau pasti mendengarku berteriak yah tadi sampai membuatmu terbangun ". aku harus pura-pura polos agar aida tidak curiga padaku.
" siapa yang menelfon mu tadi?". tanya aida dengan keadaan yang masih setengah sadar.
" senior, dia ingin mengajakku ke suatu tempat ". aida tidak bisa di bohongi, aku harus tetap waspada.
" oh yah, kau pasti lapar, mau ku buatkan sarapan untukmu?". tanyaku sambil mencoba untuk mengganti topik pembicaraan.
" tidak, kau tidak perlu repot-repot menyiapkan semua itu, sepertinya aku kembali saja ke rumah dan melanjutkan tidurku ". jawab aida sambil mengusap bibirnya yang di penuhi dengan air liur yang menempel.
" baiklah kalau begitu, aku akan mengantarmu sampai ke depan yah ". usulku.
setelah mengantar aida, aku akan langsung pergi bersiap-siap, senior pasti akan marah jika aku datang terlambat.
" aku pulang duluan yah, maaf jika aku menganggu malam tadi ".
" tidak, kau tidur sangat nyenyak semalam ". meskipun terdengar sedikit dengkuran yang membuatku sebaliknya.
ini sudah jam 06.30, lebih baik aku harus bersiap-siap untuk mandi, aku harap aku bisa datang tepat waktu, senior pasti akan memarahiku.
****
__ADS_1
" huh, huh, gawat aku telat satu menit, tapi dimana senior?, apa dia sudah pergi karena menungguku terlalu lama?".
" oi!". tiba-tiba saja senior sudah berdiri di belakangku entah dari mana, tapi dari wajahnya, sepertinya dia tampak kesal.
" ma, maaf, tapi telat satu menit bukan masalah yang besar bukan?, hehe ". ucapku sambil mengelus-elus kepala.
" kita akan pergi ke sana, ikutlah bersamaku ".
ujar senior sambil menunjuk ke sebuah kedai yang pernah kami kunjungi semalam.
gawat, aku tidak bawa uang, ayah dan ibu tidak meninggalkan apapun selain sehelai kertas surat, semoga saja senior yang mentraktir.
" hei, tumben sekali kau tidak banyak bicara?, kau sedang melamuni apa?". tanya senior yang membuatku langsung terkejut.
" eh!, tidak, aku hanya masih sedikit mengantuk saja, ngomong-ngomong, sebenarnya apa yang ingin kau bicarakan denganku?".
senior hanya meneguk minumannya dan ekspresinya langsung berubah menjadi serius.
" tentang Sofia, kau harus menjauhinya ". tegas senior.
" apa?, apa maksudmu?, Sofia itu adalah temanku, dia juga sudah banyak sekali membantuku!". jawabku dengan tegas.
" kau hanya mengetahuinya sebagai teman, tidak dengan identitasnya ". ucap senior melirik tajam ke arahku.
" aku tidak bisa memberitahu mu, tapi yang jelas, jika kau ingin dirimu aman, jauhi dia ".
ucap senior sambil beranjak dari tempat duduknya.
" tunggu!, kau tidak boleh pergi begitu saja, jelaskan semua yang kau katakan itu?, siapa sebenarnya Sofia?!". ucapku dengan lantang.
" Sofia adalah orang yang berbahaya, dia bisa membunuh mangsa tanpa membuatnya merasa benci ". jawab senior sambil pergi meninggalkanku.
aku tidak menyangka akan mendengar semua ini, Sofia itu orang yang baik, selama ini dia selalu banyak sekali membantuku, semua senyumanya itu, apakah semuanya itu hanyalah palsu?.
Semua hal ini membuat pikiranku menjadi stres, aku sudah banyak sekali menerima masalah, dan sekarang datang lagi masalah baru, aku tidak tahu sampai kapan aku bisa bertahan.
" sherla!". tiba-tiba saja ada seseorang yang meneriaki namaku dari kejauhan, tapi suara itu sangat tidak asing bagiku. saat menoleh ke belakang, ternyata dugaanku benar, itu adalah suara Sofia.
" oh, hmm, hai ".
" eh, kau seperti orang yang baru kenal saja ".
__ADS_1
Sofia hanya tersenyum sambil menatapi mukaku yang kebingungan, setelah mendengar perkataan senior tadi, perasaanku menjadi berubah saat bertemu dengan Sofia, rasa senang dan nyaman itu kini berubah menjadi rasa takut dan curiga.
" hey, kau masih disana?". ujar Sofia sambil melirik ke bawah wajahku.
" eh, ti, tidak apa-apa ". aku tidak tahu harus apa, senior menyuruh ku untuk menjauhinya, tapi itu adalah hal yang tidak mungkin, tapi senior tidak pernah berbohong ketika dia serius, dan apa yang dia katakan selalu menjadi kenyataan. tapi disisi lain, aku tidak bisa mempercayainya begitu saja, Sofia adalah temanku, kami sudah melewati banyak hal dan tidak ada satu pun kejahatan yang dilakukanya. apa yang harus aku lakukan.
" hey, kau terus saja melamun, sepertinya kau sedang kelelahan, bagaimana kalau kita duduk sebentar disana?". ucap Sofia sambil menunjuk ke taman.
" baiklah ".
apa aku tanyakan langsung saja yah ke Sofia?, tidak, justru itu adalah hal yang bodoh, tapi aku benar-benar tidak punya cara lain.
" mmm, Sofia ".
" yah?
" ada hal yang ingin ku tanyakan padamu ".
" tumben sekali, kau mau tanya apa?". jawab Sofia sambil mengayunkan ayunan yang dia naiki secara perlahan.
baiklah sherla, ini saatnya, kau harus memberanikan dirimu.
" kau menganggap ku sebagai apa?". tanyaku sambil menundukkan kepala.
" hah?, tentu saja kau adalah temanku ". tegas Sofia.
" ouh ".
" mmm, aku juga ingin bertanya padamu ". usul Sofia.
" apa itu?".
" sherla, jika suatu saat nanti kau di suruh memilih antara dirimu atau orang yang berharga pada dirimu, kau akan memilih yang mana?". tanya Sofia dengan tatapan serius ke arahku.
" tentu saja, aku akan memilih orang-orang yang berharga dalam hidupku!". jawabku dengan tegas.
" sherla?, tapi, kenapa?". ucap Sofia dengan wajah terkejut.
" aku sudah kehilangan orang yang begitu berharga dalam hidupku, dan jika aku mengulanginya, aku merasa lebih baik aku yang hilang dalam kehidupan ini ".
" sherla, ikutlah denganku, ada suatu hal yang begitu penting ".
__ADS_1
" yang ingin ku tunjukan padamu ".