Separuh Nyawaku

Separuh Nyawaku
Separuh Nyawaku


__ADS_3

Ep 12


.


.


.


Ayumi dan Brian tiba diRumah makan dan langsung disambut oleh pak Yusuf. Ada beberapa warga yang melihat Mereka dihadang dan melaporkan pada Pak Yusuf. Rasa kawatir begitu dirasakan pak Yusuf sejak tadi, namun kelegaan langsung dirasakan olehnya saat melihat Dua orang yang sejak tadi ia kawatirkan tiba.


Ayumi turun perlahan dari motor seraya membuka Helmnya dengan dibantu Brian.


"Kalian tidak apa-apa ??"Pak Yusuf yang langsung menghampiri Ayumi dan Brian dengan wajah kawatir.


Mahendra turut keluar dan ikut kawatir, mengingat bagaimana kejamnya orang bernama Torra itu


"Kami baik-baik saja pak."Brian menjawab sembari menerbitkan senyumnya.


"Huh.. Syukurlah, Tadi aku berniat menyusul kalian. Ada yang bilang jika kalian dihadang Torra. Pria itu kejam sekali, aku takut kalian terluka."Tutur pak Yusuf.


"Yah.. Ayumi kerumah dulu ya.."Ayumi yang merasa tubuhnya cukup lemas ingin sekali beristirahat.


"Kau yakin baik Nak ??" pak Yusuf memastikan.


Ayumi menggangguk pelan seraya melangkah menuju rumah.


Mahendra begitu tak menyangka mereka akan baik-baik saja. Mahendra hafal betul Torra yang dikenal kejam. Bahkan Mahendra dulu pernah ditembak dikakinya karna melawan.


"Emm..brian..Kau benar tidak terluka ??"Mahendra masih penasaran.

__ADS_1


Brian langsung mengembangkan senyum lebarnya. "Tuhan masih melindungiku. Aku tidak apa-apa. Terima kasih."


Mahendra hanya menggangguk dengan ragu.


"Sudah.. Sudah, Nak Brian, kau istirahatlah dulu. Pasti kau sangat lelah."Saran pak Yusuf


"Pak, Bisa saya minta Soto Dagingnya ?? Saya sedikit lapar."Pinta Brian.


"Oh.. Iya..iya.. Ayo masuk.."Pak Yusuf pun masuk terlebih dahulu lalu diikuti Brian. Sementara Mahendra terus memperhatikan Brian yang terlihat biasa saja.


"Aku yakin, Brian bukan orang biasa. Dia bisa melawan Torra.."Gumam Mahendra serius.


.


.


Selesai makan, Brian membawa piring dan mangkuk untuk dicuci. Mahendra hendak meraihnya namun Brian enggan memberikan. "Saya cuci sendiri saja."


"Kau yakin ??" Mahendra memastikan.


"Tentu saja."Brian melewati Mahendra menuju dapur. Dengan senang hati ia mencuci bekas makanannya.


Tak lama ia kembali disisi pak Yusuf yang disibukkan membakar sate.


"Boleh saya bantu ??" tawar Brian.


"Kau bisa ?? Kau tidak lelah ?? aku tau kau berusaha keras melindungi Ayumiku kan tadi ??" Balas Pak yusuf


"Aku tidak apa-apa pak. mulai sekarang aku akan membantu bapak Dirumah makan ini."timpal Brian.

__ADS_1


Pak Yusuf seolah tak percaya dengan apa yang didengar ia hanya menatap lekat Brian yang tersenyum.


"Bapak dan Ayumi sudah banyak menolong saya. Sekarang saya mulai sembuh. Saya akan membalas kebaikan kalian."Tutur Brian.


Pak Yusuf hanya tersenyum dan menggangguk. Kemudian Pak Yusuf mulai mengajari Brian meracik soto dan membakar sate.


Sesekali Brian membantu Mahendra melayani pelanggan yang datang silih berganti.


Meski awalnya sedikit giguk, Namun Brian terlihat senang melakukannya. Hal itu terkadang menimbulkan kekehan pada Mahendra.


.


.


Ayumi tertidur sampai sore hari. Saat ia terbangun ternyata matahari sudah mulai tenggelam. Ayumi mensyugarkan rambut panjang dan mengatur nafas. Ia sudah mulai Bisa mengontrol dirinya meski bayangan tebasan Brian pada anak buah Torra tadi sesekali masih merasuki otakknya.


Ayumi turun dari tempat tidur dan segera membersihkan diri.


Selesai ia langsung keluar dari kamarnya. Ayumi Sungguh terkejut saat melihat Brian menatap hidangan diatas meja makan.


"Brian.."gumam Ayumi seraya menghampiri pria itu.


"Kau sudah bangun ?? Aku masak makan malam. Rasanya aku sih tidak yakin, karna cukup lama aku tidak memasak. Tapi bisa buat cadangan kok."Ucap Brian dengan tak lupa tersenyum.


Ayumi masih tak percaya, Ia terus menatap Meja makan dan balik menatap Brian.


.


.

__ADS_1


__ADS_2