
Ep 14
.
.
Perkelahian tak terelakkan, Brian dikepung dari berbagai arah.
"Pemimpin menjijikkan, Beraninya keroyokan."Ejek Brian. Hal itu menimbulkan luapan emosi Virgoun.
Pria tua itu langsung menerjang Brian dengan Kekuatannya.
Bugghh!!
bugghh !!
Dagg !!
Daggg !!!
Brian melawan dengan serius. Tak diragukan Virgoun memang terlihat ahli sekali. Anak buah Virgoun yang lain pun turut menyerang Brian.
Pak Yusuf terus berusaha melepas tangan Ayumi yang memegangi lengannya.
"Ayumi.. biarkan Ayah membantu Brian..Lihatlah, dia dikepung seperti itu.."pinta Pak Yusuf.
"Tapi yah..."Ayumi begitu kawatir.
"Tidak apa-apa.."Dan akhirnya setelah bujukan demi bujukan dilontarkan pak Yusuf, Ayumi perlahan melepaskan tangannya dilengan pak Yusuf.
Pak Yusuf segera berlari masuk kedalam rumah, tak lama beliau keluar lagi dengan sebuah pistol dan juga samurai.
__ADS_1
Ayumi dibuat terkejut, Bagaimana bisa sang Ayah memiliki senjata mengerikan seperti itu.
Namun Ayumi tak menanyakan pada sang Ayah. Pak Yusuf nampak langsung berlari melawan Anak buah Virgoun dengan samurainya.
"Pak Yusuf bisa berkelahi juga ternyata ??!" Mahendra terpana.
"Itu sudah lama !!! Lalu kau akan diam ??!!! Bantu Ayahku !!" Sentak Ayumi dengan kekalutannya.
"Hah ?? Tapi Yum..-"
"Kau ini pria, masa takut sekali.."Sanggah Ayumi lagi.
"Mereka itu sangat berbahaya Yum. Kakiku saja jahitannya baru sembuh."Mahendra beralasan. Memang sebenarnya ia sangatlah takut.
"Dasar pria payah !!" Umpat Ayumi dengan kesal.
sebenarnya banyak orang yang melihat Perkelahian itu, Namun mereka tak bisa membantu, Sebab semua faham betul bagaimana kebengisan Virgoun penguasa daerah yang terkenal akan kekejamannya. Menghubungi polisi akan percuma saja, karna polisi tidak akan mau datang dengan mudah. Apalagi jika berhubungan dengan Virgoun.
Virgoun cukup geram sekali saat tenaganya sama kuat dengan Brian.
"Dia benar-benar bukan pria biasa. Siapa pria ini.."Batin Virgoun saat tendangan kuat mengenai dadanya hingga ia mundur beberapa langkah.
Brian yang dilanjutkan menghajar para pengawal Virgoun Melihat Pak Yusuf yang mulai lelah karna anak buah Virgoun tak kunjung habis.
"Pak yusuf. Lempar Samuraimu !!" Teriak Brian.
Pak Yusuf yang mendengar langsung melempar samurainya saat ada kesempatan.
Tepat ditangan Brian, Dan tanpa menunggu apapun lagi, Brian menebas habis semuanya. Tanpa ampun, tanpa ragu dan dengan tatapan bak iblis.
Virgoun benar-benar baru kali ini melihat pria seperti Brian yang jiwanya seperti iblis.
__ADS_1
Mahendra bahkan sampai menutup mata dan telinganya. Ia tak sanggup melihat Darah yang berterbangan dimana-mana.
Pak Yusuf yang berusaha bertahan tak sengaja terkena belati anak buah Virgoun dilengannya.
"Ayah !!" teriak Ayumi
Melihat itu, Brian bertambah kesetanan.
Ia berlari kencang menendang jarak jauh dan langsung mengayunkan samurai yang ia pegang menebas kepala anak buah Virgoun yang melukai pak Yusuf.
Satu persatu anak buah Virgoun tergeletak tak bernyawa. Virgounpun mencari kesempatan untuk pergi dari sana disaat Brian tengah sibuk menghabisi para anak buahnya.
Orang-orang disana pun begitu takjub dengan keahlian Brian yang tak takut sama sekali, bahkan puluhan anak buah Virgoun berhasil ia lumpuhkan hanya dengan satu samurai yang ia pegang.
Dada Brian Naik turun seiring dengan deru nafasnya yang akan ia atur saat semuanya sudah tergeletak tak bernyawa.
Ayumi langsung berlari mendekati pak Yusuf yang mana lengannya sudah berdarah.
"Ayah.. Ayah terluka.."Ucap Ayumi penuh kepanikan.
"Hanya luka kecil Nak.."Pak Yusuf mengelak, Lalu kemudian ia mendekati Brian yang masih terlihat waspada.
"Nak Brian, Kau baik-baik saja ??" Tanya pak Yusuf. Brian seketika menoleh. "Bapak terluka kan tadi ??"Wajah kawatir yang kini terlihat.
"Wah pak Yusuf, pria itu siapa, dia keren sekali bisa mengalahkan orang-orangnya tuan Virgoun.."Orang-orang yang menyaksikan perkelahian tadi menghampiri Pak Yusuf dan Brian.
"Maaf Bapak-bapak dan Ibu-ibu.. Ayah saya terluka, besok saja bertanyanya."Ayumi menggiring Pak Yusuf dan juga Brian agar masuk kedalam rumah. Menghindari introgasi orang-orang.
.
.
__ADS_1