
Ep 53
.
.
.
Mozza masuk kedalam ruangan Marcell dengan wajah begitu kesal sekali.
"Apa tidak bisa ditunda sebentar saja. Aku tersiksa karna belum keluar.."Protes Mozza.
Marcell memijit pelipisnya. "Bukannya setiap hari kau sudah mengeluarkannya !!!? sudah diam dan jangan bahas hal itu !!"
"Aku heran padamu ?? Dulu kau yang hobi bermain dengan wanita ?? Kenapa sekarang kau tidak melakukannya lagi ??"Mozza penuh selidik.
"Mozza jangan bahas ranjang dan ranjang !!! Aku punya tugas untukmu !! Sekali-kali kerjalah dan membantu kakak !!!" Sentak Marcell.
Mozza mendegus kesal lalu segera duduk mendengarkan.
"Pergilah kedaerah, dimana wanita yang menolongku waktu itu. bawa dia. tapi jangan sakiti dia. Bawa dia dan sembunyikan dia. Selama aku dan Brian akan bertarung."Perintah Marcell.
"Apa ?? Kau mau menyerang Brian ?? Kak Kau pasti akan kalah ??!!! Brian itu kuat sekali.. Kau lupa dia memiliki sekutu hampir sepenuhnya dikota ini !!!" balas Mozza.
"Kau lupa ?? Kita sudah melumpuhkan sebagian sekutu Brian. Aku punya rencana sendiri. Asal kau lakukan apa yang aku suruh. Bekerjalah. Buktikan jika kau juga bisa bekerja !!" terang Marcell.
"Wanita ??"Mozza mengingat-ingat.
"perawat norak itu ?? Memang dia siapa ??" Mozza teringat. Seraya meneguk
"Dia istri Brian" Balas Marcell.
__ADS_1
"Uhukk !! Uhuukkk !!" Mozza terbatuk-batuk.
"Istri ?? Kapan mereka menikah ??" mozza begitu terkejut.
" Sudahlah Mozza jangan banyak tanya lagi. Segeralah berangkat. Aku tidak mau rencanaku tercium Brian."timpal Marcell.
"Baiklah.. Aku juga sangat kecewa sama Brian.."Mozza segera berdiri dari duduknya dan segera melanjutkan langkahnya ia entah apa yang ada diotak Mozza saat ini. Namun tatapannya terlihat sangat kesal sekali.
.
.
Ayumi membasuh mulutnya setelah memuntahkan semua isi didalam perutnya. Perlahan Ayumi duduk karna tubuhnya lemah sekali rasanya.
Beberapa kali bahkan Ayumi mengatur nafasnya agar kesadarannya terus terjaga.
Rasanya benar-benar luar biasa, Tubuh Ayumi lemah sekali, Bahkan maunya hanya tiduran saja.
"Masuk.."Balas Ayumi dari dalam.
Ceklek..
Nampak pak Yusuf membawa secangkir teh lalu masuk kedalam.
"Ayah.. Apa rumah makan tidak rame ??" tanya Ayumi.
"Sudah Ayah tutup. Kau mual terus ya, minum teh hangat ini."Pak Yusuf menyodorkan secangkir teh itu pada Ayumi. Ayumi patuh dan menyeruput sedikit. Lalu kembali rebahan..
"Kau mau makan apa ?? Ayah buatkan ??" tawar Pak Yusuf
Ayumi segera menggeleng. "Tidak Yah. Ayumi hanya mau istirahat saja."
__ADS_1
"Kau yakin ??"Pak Yusuf memastikan
"Iya Yah.."
"Ya sudah, kalau perlusesuatu panggil Ayah ya.. Ayah keluar dulu. Istirahat lah Nak.."Usapan lwmbut diberikan Pak Yusuf dikepala Ayumi. Lalu ia memilih keluar membiarkan putrinya tidur.
.
Tiba diluar, Pak Yusuf berinisiatif memberi tau Brian melalui Daff. Orang suruhan Brian yang ditugaskan Brian menjaga Ayumi dan pak Yusuf.
Pak Yusuf keluar dari rumahnya menghampiri Daff yang setia berjaga didepan.
"Daff.." panggil pak Yusuf
"Iya tuan. Ada yang bisa saya bantu ??" Balas Daff.
"Em.. Begini. Bisa tidak kau telfon Brian. bapak mau bicara sama dia."pinta Pak Yusuf
"Akan saya coba Tuan. Tunggu sebentar" Daff segera mengambil ponselnya menghubungi Brian. Satu kali sampai beberapa kali tetap tak dijawab.
"Tuan. Sepertinya tuan Brian sedang menjalankan misi lain. Biasanya dia meninggalkan ponsel pribadi dirumah jika sedang keluar."Ucap Daff.
"Oww.. Begitu ya, ya sudah. Nanti jika dia menghubungimu katakan saja dia akan menjadi seorang Ayah. Dan Istrinya selalu mendukung apa yang akan dia lakukan termasuk saya."Tutur pak Yusuf.
"Siap Tuan. Akan saya sampaikan nanti."Balas Daff.
Pak Yusuf mengangguk mengerti. Ia pun memilih langsung masuk kedalam rumah.
.
.
__ADS_1