
Ep 75
.
.
Rara disuruh berjaga didepan pintu saat Jinan mencoba menghubungi sang papa.
Sementara Brian yang tengah mengemudi dan telah menemukan titik keberadaan putrinya terganggu fokusnya saat ponselnya terus berbunyi.
"Ini nomerku juga ?? Ada apa dimarkas ??" Gumam Brian sendiri ia kemudian menerima panggilan itu.
"Halo. Ada apa ??" Brian langsung to the point.
"Papa ini Jinan.."Balas Jinan.
Sontak Brian menekan pedal Rem hingga mobilnya berhenti dibahu jalan.
"Jinan.. Benarkah ??" Brian memastikan lagi
"Iya pa.. Ini Jinan. Pa Jinan diculik sama temannya Jinan. Disebuah gedung, kalau dari Jendela kelihatan ada mercusuar tinggi disisinya. Papa cepat kesini ya.."Celoteh Jinan.
Brian mengulas senyumnya seketika. Padahal ia sudah mengetahui keberadaan sang putri, namun ternyata putrinya begitu cerdik sekali.
"Baik sayang.. Segera matikan ponselmu dan simpan, Jangan sampai mereka tau kau membawa ponsel ya.. Tunggu papa 15 menit lagi papa sampai." Nasehat Brian.
"Ok.. Pa.. "Jinan langsung mematikan panggilannya.
__ADS_1
"Jinan sudah belum paman penculik mau kesini.."Ucap Rara sembari berlari mendekati Jinan.
Jinan nampak mendiamkan suara ponsel dan memasukkannya kembali kedalam tasnya. "Beres. 15 menit papaku akan sampai. Kau tenang saja ya.."
"Kau yakin ??" Rara masih ragu.
"Tentu saja..Papaku orang hebat Ra.."Jinan membanggakan sang papa.
Tak lama benar adanya. Penculik memasuki ruangan mereka namun yang membuat Jinan dan Rara terkejut adalah Pria yang datang bersama penculik itu.
"Papa.."Gumam Rara seolah tak percaya.
Pria yang disebut papa oleh Rara nampak tersenyum.
"Kami kurang faham putri bos yang mana, makanya kami membawa dua-duanya."ucap Penculik tadi.
papanya Rara beralih pada Jinan. "Singkirkan dia. Dia bukan putriku."
"Papa.. Kenapa papa menculik kami ??" Tanya Rara suaranya nyaris terdengar bergetar ksarna takut.
Papanya Rara berjongkok mendekati Rara dan mengulas senyum. "Kau anak papa, kau harus ikut papa. Mulai sekarang."
Rara segera menggeleng. "Tidak mau.. Nanti mama bagaimana ??"
"Mamamu akan bebas sendiri. Dan papa tidak minta persetujuanmu Rara."Papanya Rara hendak menggendong Rara namun Rara segera menepis dan berlari menghindar.
Jinan hendak membantu namun tubuhnya sudah didekap peenculik bertopeng. "Lepaskan !! Paman jahat lepaskan aku !!"ronta Jinan.
__ADS_1
"Bawa anak sialan itu pergi !!! Mengacaukan rencanaku saja !!" bentak Papanya Rara saat mendengar teriakan Jinan yang terus memberontak.
Penculik itu patuh, Ia membawa Jinan yang terus berusaha berontak keluar.
Bukk..
Tak sengaja kaki Jinan yang terus berayun memukul ******** penculik itu.
"Akkhhh !!! Sialan kau ya.."Jinan dilempar begitu saja hingga tersungkur. Lututnya sampai lecet dan juga pipinya karna terkena lantai kasar.
Perih rasanya namun Jinan berusaha menahannya. Ia membalikkan tubuhnya dan hendak lari, namun Penculik yang satu datang dan menendang kaki Jinan.
"Aaahhh papa !!!!" Jinan merasakan sakit yang luar biasa sekali pada kakinya. Bahkan tubuh Jinan terpental hingga Menabrak sebuah meja.
Jinan terlihat meringis kesakitan. Ia bahkan tak memiliki kekuatan untuk berdiri.
"Kita bunuh anak ini. Bos sudah bersama anaknya. Anak ini tidak penting." Ucap salah seorang penculik.
Rekannya mengangguk dan menghampiri Jinan, Menarik paksa rambut panjang Jinan hingga Jinan meringis.
"awww sakit.. Paman lepaskan.." ronta Jinan.
"Setelah ini mulutmu tidak akan bisa mengoceh lagi anak kecil !!" dan penculik itu melabuhkan tamparan dipipi Jinan.
Plakkk !!!
"Beraninya kau menyentuh putriku !!!!" suara menggelegar terdengar dengan jelasnya ditelinga hingga dua openculik itu terkejut dan langsung menoleh bersamaan.
__ADS_1
.
.