Separuh Nyawaku

Separuh Nyawaku
Separuh nyawaku


__ADS_3

Ep 62


.


.


.


Hari-hari dijalani Ayumi dan Brian dengan penuh kebahagiaan. Tak ada lagi pertumpahan darah, Semua anggota mafia yang ada didalam naungan Brian begitu bisa diandalkan. Bisnis mereka pun berkembang sangat pesat.


Hari itu, Brian tengah memeriksa barang jarahan yang datang dengan ditemani Frans dan Wily.


Sementara dirumah, ayumi tengah menyiapkan makan siang untuk suami dan Ayahnya. Meski perutnya sudah membesar dan hanya tinggal menunggu kelahiran buah hatinya, Ayumi tak merasa malas sama sekali.


atas permintaan Ayumi, Kini Ayumi memiliki pelayan wanita yang bisa diajak ngobrol.


Ayah Yusuf juga menyibukkan diri mengelola tanah dibelakang area rumah Brian, Menanam sayuran dan sebagainya. Tak lupa anak buah Brian yang ditugaskan menjaga rumah Turut membantu pak Yusuf.


Ayumi menata makanannya diatas meja. Namun tiba-tiba saja perut Ayumi merasakan sakit.


"Aaahhh ssstt.."


"Nona.. Nona kenapa ??" Pelayan segera mendekati ayumi.


"Entahlah Bik.. Perutku sakit.."Balas Ayumi.


"Aahhh.."Rasa sakitnya semakin lama semakin sering hingga Salah satu pelayan yang baru mendekat melihat sesuatu.


"ketuban Nona sudah pecah.."

__ADS_1


Ayumi melihat kebawah dan benar saja. Ayumi hanya mampu menahan rasa sakit yang semakin sering.


"Minta sopir menyiapkan mobil. Beritau tuan besar juga. Kita bawa Nona kerumah sakit."Kepala pelayan memerintah dua pelayan lain segera melakukan perintahnya.


.


.


Pak Yusuf memegangi tubuh Ayumi didalam mobil yang terus kesakitan. "Sabar nak.. Sabar ya.. "Pak Yusuf terus mencoba menenangkan Ayumi.


"Ayah.. Sakit.."rintih Ayumi.


.


.


Ayumi langsung dibawa keruang bersalin. Pak Yusuf tak kalah kawatir.


"Sudah tuan besar. Beliau sudah dijalan."Balas pelayan itu.


pak Yusuf sedikit lega. Tak lama dokter keluar dari ruang bersalin. "Suaminya mana ya ?? Nona memanggil suaminya terus ?? Minta ditemani ??" tanya sang dokter.


"Saya.."Brian mempercepat langkahnya.


"Mari tuan silahkan.."aajak sang dokter.


Brian segera masuk kedalam. Sebuah pemandangan yang menyayat hati Brian, Wajah Ayumi yang pucat serta terlihat sekali ia menahan rasa sakit sampai-sampai keringat sudah membasahi wajah wanita itu.


"Sayang.."Brian memegangi tangan Ayumi dan duduk disisi Ayumi namun agak diatas hingga Brian bisa mengusap keringat disekitar wajah Ayumi.

__ADS_1


"Brian.. Sakit sekali.."Balas Ayumi suaranya cukup melemah.


"Bertahanlah sayang.. Aku disini.."Brian menghujani wajah Ayumi dengan kecupan.


"Joy !! segera tangani istriku !! Kau buta dia kesakitan !!" Bentak Brian pada dokter Joy yang akan membantu dokter wanita dalam persalinan Ayumi.


"Tuan harus sabar. Tunggu bukaannya lengkapnya, ini sudah buka 8 hanya tinggal 2 lagi.. Tolong bantu Nona merilekkan diri dengan mengatur nafasnya ya.."balas dokter Joy.


Brian hendak bicara lagi, namun Ayumi menahan lengan Brian seraya menggeleng pelan.


Dokter wanita itu memeriksa bukaan pada Ayumi. "Sudah sempurna. Mari nona kita mulai ya.."Ucap dokter itu.


Ayumi diinstruksikan untuk mengejan sesuai arahan dokter itu.


Brian benar-benar begitu tak menyangka jika orang melahirkan itu sampai seperti itu. tak sadar air mata Brian turut menetes seiring dengan tangisan bayi melengking terdengar.


Ayumi terengah-engah mengatur nafasnya dan turut menitikkan air mata.


Brian pun langsung menghujani wajah Ayumi dengan kecupan-kecupan. "Selamat sayang.. Anak kita sudah lahir.."


Ayumi mengangguk pelan seraya memejamkan kedua matanya.


"Tuan Brian. Selamat, bayi anda laki-laki. Setelah dibersihkan silahkan jika ingin melihatnya."Ucap dokter Joy.


"Terima kasih dokter.."Balas Ayumi lirih.


Brian tak henti-hentinya mengucap rasa syukur atas anugrah yang diberikan oleh Tuhan kepadanya.


.

__ADS_1


.


__ADS_2