
Bab 50
.
.
Brian membuang nafasnya perlahan seraya memejamkan kedua matanya. Apalagi saat melihat banyak anak buahnya yang sudah tak bernyawa.
"Maafkan kami tuan.." ucap Willy lirih.
"Katakan siapa yang melakukan ini ??" Brian bertanya.
"Saya bisa melihat exel. Saya yakin ini perbuatan Tuan Marcell."Balas willy.
"Bereskan semuanya. Kita akan berkumpul besok."perintah Brian
"Tuan !!"Suara seseorang terdengar.
Brian melihat jika pemimpin kelompok sekutunya tengah terhuyung-huyung hendak menemui dia.
__ADS_1
"Ada apa ??? Jika banyak anak buahmu yang mati, Aku akan menanggung semuanya."Ucap Brian dengan pasti.
"saya mewakili kelompok lain. Ingin mengatakan Jika kami tidak bisa terus berada dalam naungan sebuah anggota yang tidak memiliki pemimpin seperti WordLion. Bagaimana bisa anda disebut pemimpin jika anda saja tidak pernah ada diMarkas selama 2 bulan ini. Kami butuh Bimbingan, bukan hanya modal uang saja."Tuturnya.
"Kau...-" Willy hendak bicara namun dengan cepat Brian mengangkat tangannya menghentikan.
"Lalu mau mu apa ??" Brian menatap tajam.pria itu. Meski memang sejak awal pria itu sangat takut terhadap Brian, Namun ia dipaksa yang lain untuk mengajukan protes.
"Kami ingin anda ada disini selama kondisi masih genting seperti ini. Kami juga butuh Anda."Balasnya lagi.
Brian terdiam seketika. lalu tak.lama ia menatap kembali pemimpin anggota lain itu. "Akan aku turuti. Asal kalian bisa janji kepadaku untuk tidak melakukan penyerangan dalam bentuk apapun pada anggotanya Marcell."
Pria itu tersenyum seketika. "Terima kasih tuan. Kami pasti akan membela dan mendukung semua yang tuan sarankan."
Pria mengangguk lalu segera undur diri.
"Tuan. Maksud anda apa ??" Willy menanyakan sesuatu yang dia tidak faham.
"Kau juga Wil, Latih anggota kita dalam segala skill kemampuan. Frans juga, Lakukan saja apa yang aku minta. Karna kita akan benar-benar melakukan peperangan besar."Setelah berkata demikian, Brian menapaki anak tangga menuju ruangannya.
__ADS_1
Tiba dikamar, Brian menatap potret dirinya dan Ayumi dalam ponselnya saat kemarin mereka menikah. Seharusnya pada umumnya pengantin baru akan melakukan bulan madu dengan penuh kemesraan, Namun ternyata itu tidak berlaku untuknya. Dan kenyataan pahit ini yang harus Brian terima dengan lapang dada.
"Maaf, Aku akan terlambat pulang. Tapi aku tetap akan pulang saat semua sudah baik."Gumam Brian yang kemudian menyandarkan kepalanya disofa dseraya memejamkan kedua matanya.
.
.
Hari-hari dijalani Ayumi tanpa mengeluh dan rasa sedih. Ia selalu menebar senyumanya pada setiap pelanggan yang datang.
"Eh Ayumi. Kok suami kamu nggak kelihatan beberapa hari ini ?? Dia kemana ??" Tanya salah seorang pelanggan saat Ayumi mengantar pesanan mereka.
"Sedang tugas kekota."Balas Ayumi dengan singkat dan masih penuh keramahan.
"Memang suamimu kerja apa ?? Kok tugas segala ?? Hati-hati loh Yum, kota itu keras, Biasanya banyak yang lupa pulang jika sudah sampai disana."Celoteh Pelanggan itu.
Ayumi bukannya marah, ia malah terus melebarkan senyumannya. "Semoga saja itu tidak terjadi dengan suamiku kak..Karna aku tau seperti apa dia. Kalau begitu aku permisi dulu, masih banyak kerjaan soalnya. Kakak nikmati saja satenya,."
Dari jauh pak Yusuf memperhatikan Ayumi terus. Ia takut jika Ayumi sampai down karna ucapan-ucapan dari pada pelanggan yang julid terhadapnya. Namun sejauh ini Pak Yusuf masih bisa tenang, karna Ayumi ternyata bisa menyikapi semua dengan sangat baik.
__ADS_1
.
.