
Ep 6
.
.
.
Ayumi sudah datang kerumah makan sang Ayah. Mahendra buru-buru menghampiri Ayumi seolaj ingin tau sekali tentang pria semalam.
"Hay Ayumi.. Bagaimana pria itu ??"Tegur Mahendra.
"Kau kepo sekali.."Ayumi melangkah kebelakang hendak membantu Ayahnya.
"Aku kan hanya ingin tau, Kalian ini kenapa baik sekali, harus hati-hati lo Ayu, dia kan orang tidak kau kenal."Tutur Mahendra.
Ayumi hanya menanggapi dengan senyuman seraya membuat minuman karna ada yang meminta jus.
"ayum, Aku serius. aku saja sampai tidak bisa tidur melihat mata dia.. Hii..."Mahendra terus melanjutkan celotehannya.
Dengan terus mengekor dibelakang Ayumi, Mahendra berceloteh ria.
"Eh Ayum, Namanya siapa ?? kau tanya tidak dia dari mana ?? Kota ya ?? Aku rasa dia itu pelaku kejahatan, terlihat sekali dari luka ditubuhnya."Tambah Mahendra.
Ayumi seketika menghentikan langkahnya. Dan menatap malas Mahendra. "Hen,jangan suka berprasangka buruk pada orang. kita ini yang penting melakukan kebaikan, Untuk selebihnya biarkan saja urusan dia dengan Tuhan. Sudah sana lanjut kerja saja !!"
Mahendra memayunkan bibirnya. "Aku kan hanya mengingatkan."gerutu Mahendra.
__ADS_1
Ayumi menghampiri pelanggan yang memanggil. Tanpa mengindahkan Gerutuan Mahendra.
.
.
.
Mozza memerintahkan anggotanya berkumpul. Setelah kematian Winata sang pemimpin Anggota BigDragon, anggota terkuat Perkumpulan Mafia Dikota itu, Mozzalah yang memimpin sementara, apalagi Putra tunggal Winata juga hilang entah kemana.
"Nyonya. Semua sudah berkumpul."lapor Salah satu anggota.
Mozza bangkit dari tempat duduknya. Dia berdiri dihadapan anggota yang begitu banyak bahkan ratusan.
"Dengarkan semuanya !!!" Mozza mulai berkata.
"Aktivitas WordLion harus terus dilakukan. Meski tanpa pemimpin, Aku sangat berharap WordLion bisa kokoh dan kuat agar tidak ada perkumpulan lain yang ingin menundukkan kita !!" tambah Mozza.
"Adakah yang tidak setuju aku yang memimpin sementara ??!!" Mozza melontarkan pertanyaan.
Semua nampak hening.
Didalam barisan Anggota WordLion, ada dua pria yang menjadi rekan setia Brian. Mereka yang memang mendengar sendiri kelicikkan Mozza nyonya mereka, Berniat memberontak secara halus.
"Kita cari Tuan Muda dulu. untuk yang lain kita fikirkan bersama Tuan muda."Bisik Frans, yang termasuk rekan dan anggota WordLion.
"Tapi kita cari kemana ?? Tuan muda tidak memberitau kita kemana dia pergi.."Balas Jerry.
__ADS_1
"Pasti ada disuatu tempat. Kita harus berusaha."Timpal Frans. Keduanya menuruti perintah Mozza yang membubarkan perkumpulan.
Frans dan Jerry langsung menuju kamar mereka. Mencari celah agar tidak diketahui rekan mereka yang lain.
Sementara Mozza juga memanggil pengawal Pribadinya saat tiba didalam rumah.
"Apa yang harus kami lakukan Nyonya ??" Tanya mereka.
"temukan Brian. Hidup atau mati. Dan kalian tidak boleh pulang jika belum menemukan dia !!" perintah Mozza dengan tatapan tajamnya.
"Siap Nyonya."Balas mereka.
"Ingat satu hal !! Jangan ada yang tau misi kalian !!"pesan Mozza.
"Baik Nyonya."Keduanya berlalu dari hadapan Mozza.
Tak lama kembali masuk anggota lain. "Nyonya. Ada barang datang. Anda mau memeriksanya atau tidak ??"
"Kau fikir aku kurang kerjaan memeriksa barang seperti itu ??!! langsung pasarkan saja, Dan aku hanya tau hasilnya saja."Sentak Mozza dengan tegas.
Anggota itu menunduk seraya menggangguk. "Baik nyonya. Kami permisi."
Mozza mendesah kasar, "Bagaimana bisa aku mengurusi hal-hal seperti ini ?? Dulu saja tauku hanya menghabiskan uang Winata."Gerutu Moza dengan sangat kesal.
"Tenang Mozza.. Jika Brian sudah ditemukan. Kalian akan menjadi sspasang pemimpin yang tak terkalahkan. Oowww...Brian, Aku ingin sekali memeluk tubuhmu.."Mozza menikmati tegukan demi tegukan minuman alkohol yang selalu menemani hari-harinya.
.
__ADS_1
.