Separuh Nyawaku

Separuh Nyawaku
Separuh nyawaku


__ADS_3

Ep 45


.


.


.


Ayumi sudah selesai membersihkan Make up dan tubuhnya. Sementara Brian masih betah didepan layar laptop guna memeriksa beberapa usaha barunya. Dan juga memeriksa anggotanya dikota. Iya, Setelah bergulat dengan Fikirannya, Brian memilih tetap tinggal didaerah dan hanya menghandle Kelompoknya dari jarak jauh. Ia akan kekota jika dalam keadaan mendesak saja.


Ayumi dengan senyum manisnya mendekati Brian dan bersandar dipundak Brian.


"Kau tidak mandi ??" Tanya Ayumi.


Brian melirik sekilas Ayumi dengan senyumannya. "Kau sudah mandi ya ?? Wangi sekali.."Brian mengendus dan berakhir mencium pipi Ayumi.


Ayumi nampak beringsut karna cukup malu. Biar bagaimanapun malam ini adalah malam pertama untuk mereka yang membuat Ayumi sangat nervous.


"Kenapa ?? Malu ?? Masih malu denganku ???"Goda Brian seraya mengangkat dagu Ayumi.


Kedua bola mata mereka berdua saling bertemu. Dengan tatapan penuh cinta dan seperti penuh harap.


"Aku masih tidak percaya jika kita sudah menikah.."Ucap Ayumi lirih.


Brian terkekeh lalu mencium bibir Ayumi. "Sekarang sudah percaya ??"


"Kau..."wajah Ayumi memerah bak kepiting rebus saja.


Melihat Itu Brian nampak gemas sekali. Ia kemudian meletakkan Laptopnya diatas meja lalu mengangkat kembali dagu Ayumi. Tanpa bicara lagi, Brian melandaskan ciumannya dibibir Ayumi. Awal yang penuh kelembutan namun lama-kelamaan menjadi lebih panas karna Brian seolah meminta lebih. Ia menggigit bibir Ayumi agar Ayumi membuka mulutnya lalu kemudian Brian bisa memasukinya dengan leluasa.


Lidah keduanya saling berpa ngut. Tangan Ayumi reflek mengalung dileher Brian. Semetara Tangan Brian terus bergerilya dipunggung Ayumi turun dan mencari tempat yang semestinya.

__ADS_1


Keduanya memejamkan mata menikmati setiap pertukaran slavina yang mereka lakukan.


Tangan Brian menelusup masuk kedalam piyama tidur Ayumi dan langsung menuju dua gundukan yang masih nampak kencang itu.


Saat pa ngu tan terlepas, Ayumi men de sah tanpa sadar, Sebab ini kali pertama ia merasakan sensasi aneh dalam bercinta.


Brian tak berhenti, Ia menelusuri leher jenjang Ayumi mengabsen setiap inci dengan Ciuman-ciuman lembut penuh memabukkan. Bahkan Brian tak sungkan memberikan sebuah tanda merah dileher Ayumi yang putih itu.


"Aahhhh..." Suara seksi Ayumi lolos seketika saat pucuk gundukannya berhasil dipegang Brian dan dimainkan olehnya.


Brian bisa melihat Ayumi begitu menikmati sentuhan demi sentuhan itu. Dengan mata dipenuh kabut Nafsu, Brian tersenyum lebar dan menyambar kembali bibir Ayumi.


Tangan Brian pun mulai membuka kancing piyama Ayumi, Satu demi satu hingga ahkirnya terbuka semua.


Brian melemparnya begitu saja dan kini Ayumi hanya terlihat menggunakan penutup gundukan dan lembah kenikmatan miliknya.


Ayumi tertunduk malu saat Brian malah memandangi tubuhnya yang hampir polos.


"Aku sedang menatap keindahan tubuhmu Ayumi.. Terima kasih karna telah memilihku.."Mulai dari bawah, Brian menciumi tubuh Ayumi. Ayumi yang sudah terbaring diatas rajang hanya menggelinjang kegelian, rasa geli dan sesuatu yang aneh tapi bercampur menjadi satu.


Brian membuka kemejanya dan nampak sekali perut sispeknya dan otot tubuhnya yang begitu indah. Ayumi tanpa sadar menggigit bibirnya saat melihat tubuh indah Brian.


"Aah...Brian.."De sa h Ayumi saat Brian mulai membuka penutup gundukannya. Gundukan yang masih kencang dan tidak terlalu besar, namun cukup sekepalan tangan Brian, dengan perlahan namun penuh tuntutan, Brian melahap pucuk gundukan itu.


"Oowwwccchhh.. Sakit, eemm..Geli brian..ah.."Rintih Ayumi. Rasanya benar-benar tidak bisa dijabarkan, awalnya sakit namun lama-lama menjadi geli dan Ayumi malah semakin ingin lagi dan lagi.


Gerakan Brian benar-benar membuai Ayumi. Hingga Ayumi tak sadar jika penutup lembah kenikmatannya sudah hilang entah kemana. Bahkan brian juga kini tak mengenakan sehelai benangpun.


Brian yang sudah dikuasai kabut hasrat yang menggelora langsung mengarahkan senjatanya yang begitu besar dan panjang pada lembah kenikmatan milik Ayumi.


Sesaat Ayumi membuka matanya. Melihat besarnya senjata Brian.

__ADS_1


"Tenang ya.. Ini akan sakit, Tapi tidak lama.."bisik Brian ditelinga Ayumi.


"Tapi itu.. Itu.. besar sekali Brian..apa..apa.. Bisa ??" Ayumi begitu kawatir.


cupp..


"pasti bisa sayang.."Brian menghujani kembali Ayumi dengan kecupan dan saling pa ngu t. Bahkan tangannya juga terus bermain didua gundukan Ayumi agar Ayumi kembali terbuai.


Bersamaan dengan itu Brian mendorong senjatanya menuju sarang kenikmatan yang sesungguhnya.


"Aakkhh... Sakit.."Rintih Ayumi. Sungguh sakit luar biasa, Apa itu lembah Ayumi seakan dipaksa untuk terbuka.


Brian perlahan menarik kembali senjatanya dan mencoba lagi. Benar-benar sangat sulit untuk masuk.


Ayumi sampai menitikkan air matanya. Ingin sekali ia menjerit, Namun pasti akan didengar sang Ayah.


Dan..


blessss...


.


.


.


Hayoo loo.. Pada hareudang nih..😁😁


Otor nggak pinter bikin adegan ranjang, soalnya otorkan anak sholehoy..🤣🤣🤣


.

__ADS_1


.


__ADS_2