Separuh Nyawaku

Separuh Nyawaku
Separuh Nyawaku


__ADS_3

Ep 59


.


.


"Masa anakku seperti itu ?? Kenapa aku mengira kau ini penipu ??!!" Selidik Brian tak mau terima penjelasan dokter Joy.


Ayumi menggelengkan kepalanya karna sangat malu sekali.


Dokter Joy tidak marah, ia memilih mengambil sebuah kertas besar yang terdapat gambar perkembangan janin dari mulai usia 1 minggu.


"Tuan.. Lihatlah, ini contoh perkembangan janin dari minggu ke minggu."Dokter Joy pun menjelaskan denga. Telaten. Brian pun dengan sungguh-sungguh menerimanya.


"oww.. Seharusnya kau beritau aku sejak tadi.."Balas Brian saat Dokter Joy selesai menjelaskan.


"Sudah.. Ayo.. Kita kembali saja kekamarku."Ajak Ayumi yang nampak tak enak dengan ucapan suaminya.


Perawat juga sudah selesai membersihkan perut Ayumi dan Brian dengan sigap pula mengangkat tubuh Ayumi untuk duduk kembali dikursi roda.


"Nona.. ini saya beri resep untuk vitamin dan semuanya, silahkan ditebus diapotik ya.."Dokter Joy menyodorkan kertas resepnya.


"Iya. Terima kasih dokter.."balas Ayumi dengan ramah.


"Sudah.. Jangan senyum terus. Ayo kekamarmu."Ajak Brian tanpa berpamitan ia mendorong Kursi roda Ayumi keluar.

__ADS_1


Tiba diluar Ayumi menasehati Brian. "Sayang.. Kau jangan seperti itu, Dia itu bekerja dirumah sakitmu, Kenapa kau jutek sekali dengan dia ?? Dia kan tidak salah apa-apa."


"Siapa yang marah, aku hanya tidak suka istriku dilihat pria lain seperti itu."balas Brian.


"Tapi kau terlalu berlebihan..Itu tidak harus seperti itu.."Timpal Ayumi.


"Jika saja aku ada alasan aku ingin sekali memecat dia."Gerutu Brian. Dan Ayumi bisa mendengarnya.


"Brian !!!" Sentak Ayumi.


"Iya sayang.. Tidak..tidak.. Aku hanya bercanda."Balas Brian dengan segera. Ia takut sekali jika Ayumi marah padanya.


.


.


Pak Yusuf dibuat kagum dengan rumah besar Brian, Ayumi apa lagi. Ia tidak menyangka jika menjadi seorang istri seorang kaya raya seperti itu.


"Yah.. Ayumi.. Maaf ya, kalian tinggal disini dulu ya selama rumah baruku masih direnovasi."ucap Brian saat menghentikan mobilnya tepat didepan pintu masuk.


"Rumah baru ?? Kau beli lagi ??" Ayumi bertanya.


"Sebenarnya ini rumah almahrum Papaku, kalau rumahku ada lagi dilain tempat. Karna kemarin diserang mendadak jadi banyak yang rusak dan sedang diperbaiki. Ini Markas ku sayang.. Markas anggotaku, Mereka semua.. Anggota WorldLion."Tunjuk Brian pada semua pria yang nampak berlalu lalang, dan yang dipelataran luas sedang berlatih.


"Kau jangan fikirkan kami Nak Brian. Kemana saja Ayah bisa, Asal kalian juga bisa bersatu."Tambah pak Yusuf.

__ADS_1


"Terima kasih Ayah.."balas Brian. Ketiganya lalu turun bersamaan.


Segera semua menunduk hormat dan membukakan jalan untuk pak Yusuf, Brian dan Ayumi.


"Sayang.. Semua penghuni rumah ini laki-laki ??" bisik ayumi.


Brian menerbitkan senyum sekilas. "iya sayang..mau bagaimana lagi, mempekerjakan wanita bisa membahayakan nyawa mereka."


"Kau jangan sungkan. Yang didepan kita itu semua pelayan."Brian mulai memberitau.


"Selamat datang tuan..Kamar sudah kami siapkan semua sesuai perintah."Sapa kepala pelayan.


"Iya.. Bantu Ayahku membawa barangnya."Balas Brian.


"Ayo Yah.. Masuk.."Ajak Brian seraya menggandeng tangan ayumi.


.


.


Kekaguman Ayumi dan pak Yusuf semakin bertambah saat memasuki rumah besar itu. Nuansa abu terlihat jelas disana. Meski diseluruh tembok hanya ada hiasan bermacam senjata, namun hal itu malah menjadi unik bagi Ayumi.


"Ayah.. Kita naik keatas ya.. Kamar Ayah dan kami berdampingan."Brian memberitau.


Pak Yusuf mengangguk dan hanya mengekor saja.

__ADS_1


.


.


__ADS_2