
Ep 35
.
.
.
Daff buru-buru menghubungi Brian tentang laporan Mahendra jika Ayumi ditahan dirumah Virgoun. Namun beberapa kali panggilan tidak dijawab oleh Brian. Daff terus mencoba menghubungi atasannya.
"Pasti tuan masih sibuk mengatur ulang semuanya.."Gumam Daff.
Beberapa anggota Daff memasuki rumah. "Tuan. Lalu bagaimana ?? Kita langsung serang dan mengambil paksa Nona atau bagaimana ??"
"Aku akan fikirkan. Kita kecolongan, Tuan muda pasti akan marah besar.."Balas Daff dengan gusarnya.
.
.
Brian memang tengah sibuk sekali. Sebagai pengganti pemimpin baru, Brian menertibkan semua aturan baru yang ia buat. Bahkan Ia meminta WordLion agar tidak lagi melakukan perdagangan haram. Namun Brian menggantinya dengan membangun sebuah rumah sakit dan panti sosial.
Hal itu begitu dikagumi banyak kalangan Mafia dibawahnya. Setidaknya, Image mafia tidak dengan kejahatan melulu.
.
.
Dirumah Virgoun, Ayumi tengah melakukan tugasnya. Ia membuatkan makanan untuk Marcell agar pria itu segera sembuh dan dia bisa segera pulang.
Mozza yang baru membuka mata dan merasa lapar, Segera mendekati Ayumi.
"Buatkan aku juga makanan. Aku lapar."perintah Mozza.
__ADS_1
"Maaf Nona, tapi saya hanya melayani tuan itu."Balas Ayumi seraya menyusun bubur dan beberapa lauk diatas nampan.
Mozza hendak berontak namun Virgoun sudah datang dan pelayan nampak sudah menata makanan diatas meja makan.
Ayumi tak lagi berkata apapun, ia langsung menuju kamar Marcell dengan nampak makanannya.
Mozza menatap kesal pada Ayumi yang terus mengabaikannya. "sok cantik."Umpat Mozza.
.
.
Didalam ternyata Marcell sudah bisa duduk sendiri. sebenarnya Ayumi benar-benar malas sekali, mengingat Marcell begitu tidak sopan padanya sejak semalam. Namun ia tidak bisa berbuat banyak. Setidaknya, Ayumi masih membawa belati pemberian Brian untuk berjaga-jaga.
Tatapan Marcell lekat pada Ayumi yang masuk dan duduk disisi ranjangnya.
"Tuan. Anda harus makan."Ucap Ayumi seraya menyiapkan semuanya.
"Apa itu ?? Bubur ?? Aku tidak suka."balas Marcell.
"Aku mau mandi dulu."Ucap Marcell.
"Tuan. Bisa mandi sendiri kan ??"Balas Ayumi dengan kesal.
"Tentu saja kau yang memandikan aku ?!! Kau kan perawatku !!" protes Marcell.
"Saya bisa bantu tuan kekamar mandi. Tapi jika memandikan, Saya tidak bisa. Saya masih punya batasan."Tutur Ayumi dengan tegas.
"Cih.. Jual mahal."7Gerutu Marcell
Lalu Marcell nampak segera turun dari ranjang. Ayumi pun segera memapah Marcell. Dan sesuatu yang mengejutkan, salah satu tangan Marcell malah sengaja memegang payu dara Ayumi.
Sontak Ayumi melepaskan tubuh Marcell hingga Marcell nampak oleg dan terjatuh.
__ADS_1
"Aaakkhhh !!!" pekik Marcell.
Nafas Ayumi naik turun dengan wajah waspadanya. Dia telah dilecehkan. "Tuan. Anda harus ingat batasan anda !!"
"Sialan kau ya !! Kau ini hanya pelayan !! Harusnya tidak masalah jika aku hanya menyentuhmu !!" Marcell berceloteh dengan meringis kesakitan.
"Saya bukan wanita seperti itu !! anda harus ingat itu !!!" Ayumi yang juga dikuasai amarah langsung meninggalkan Marcell begitu saja.
"Hey tunggu !!!" cegah Marcell.
"Aakkhh !!! Sialan !! luka ini sakit sekali.."Umpat Marcell dengan kesalnya.
Ayumi yang berjalan cepat keluar melewati meja makan dimana ada Mozza, Exel, Voegoun dan Torra segera dicegah oleh Virgoun.
"Hey kau !! Mau kemana kau !!!"
Penjaga pintu langsung menghalangi Ayumi untuk keluar.
"Buka pintunya !!! saya tidak sudi merawat pria didalam sana !! saya ini perawat, bukan wanita murahan !!!" Sentak Ayumi dengan berani.
"Apa maksudmu ??"Mozza tak faham.
"Anda tanyakan saja langsung pada pria didalam !! Saya mau pulang.."Ucap Ayumi dengan tegas.
"Tidak bisa. Kau harus merawat bosku sampai sembuh."Timpal Exel.
"Saya tidak mau !! dia sudah melecehkan saya sejak semalam. Dan sejak awal tidak seperti ini kan yang anda katakan Torra !!!"Ayumi menatap tajam Torra yang membawanya. Torra tidak tau harus berkata apa.
Ayumi nampak berusaha menerobos keluar, namun penjaga tetap menahannya.
"Buka !!! Saya mau pulang !!!" Ronta Ayumi terus menerus.
.
__ADS_1
.