Separuh Nyawaku

Separuh Nyawaku
Separuh nyawaku


__ADS_3

Ep 49


.


.


Dimintai ijin oleh Brian, bukan malah membuat pak yusuf bersedih. Ia malah tersenyum renyah dan menjawab. "Berangkatlah Nak. Percayakan Ayumi sama Ayah. Dia akan aman."


"7Terima kasih yah. Brian janji setelah selesai akan segera kembali."Balas Brian.


"iya.. Ayah percaya padamu."Timpal Pak Yusuf seraya mengangguk mengerti.


Brian pun bergegas masuk kedalam mobilnya. Meski didalam hati rasanya amat tega meninggalkan keluarga barunya, namun tuntutannya menjadi pemimpin mengharuskan Brian pergi.


Tiinn..


Bunyi Klakson Brian terdengar saat ia mulai menjalankan mobilnya. Ayumi melambaikan tangan dengan senyum manisnya, pak Yusuf pun demikian. Begitupun dengan Mahendra.


Saat mobil Brian sudah menjauh, Ayumi mengusap dadanya beberapa kali.


"Apa kau baik-baik saja Nak ??" tanya pak yusuf.


" Iya Ayah. Ayumi baik. Terima kasih atas wejangannya Ayah. Kini aku harus bersabar menunggu kedatangan Brian kembali.."Balas Ayumi.


"Putriku bijak sekali.. Kau hebat nak..Ayo bantu Ayah saja. Apa kau lelah ?? Mau istirahat ??" Ajak pak Yusuf mengalihkan kesedihan Ayumi.


"Aku bisa bantu Ayah kok.. tenang saja.."Timpal Ayumi yang tersenyum.

__ADS_1


.


.


Brian membelah jalanan dengan kecepatan tinggi. Ia ingin sekali segera sampai. Jangan sampai anggotanya harus banyak yang gugur dalam penyerangan kali ini.


.


.


Diarea pertarungan. Sekutu anggota Brian ternyata sudah berdatangan..Salah satu dari mereka menghampiri Willy dan.menanyakan sesuatu.


"Tuan muda ada dimana ?? Seharusnya kami mendapat komando darinya."


"Tuan masih ada kepentingan didaerah. Kita harus segera melumpuhkan mereka."ajak Willy.


"Jadi tuan Muda belum.kembali sejak 1 bulan yang lalu ??"


"pemimpin macam apa dia, Membiarkan kita bertaruh nyawa sendiri !" protesnya lagi.


"Jika kau tidak mau membantu pergi saja !! Dasar pria menjijikkan kau lupa siapa yang menyuntikkan dana ddalam anggotamu !!!"Ucap Willy dengan geram.


Pria itu hanya mendegus kesal, lalu setelahnya ia melawan musuh dengan cepat.


Posisi Marcell saat ini hanya memantau didalam mobil. Ponselnya terdengar berdering tanda panggilan masuk.


"Iya. Apa yang kalian dapatkan ??"

__ADS_1


"Tuan.. Tuan Brian kembali kekota. Saat ini sedang diperjalanan."Lapor anak buah Marcell saat melihat Marcell memang sedang menuju pulang.


Sudut bibir Marcell terangkat. Rencananya akan berhasil kali ini. "Baik."


Marcell langsung mengakhiri panggilannya. Lalu dengan sambungan HT marcell memberitau Exel yang tengah bertarung untuk memukul mundur pasukannya.


"Segera giring anggota kita untuk krmbali kemarkas. Brian sudah dijalan."Perintah Marcell.


"siap tuan.."Balas Exel. Yang langsung melakukan tugasnya. Semua anggotanya ditarik mundur. Hal itu begitu membuat Willy dan Frans sangat keheranan. Semua penyerang mundur dan pergi dari markas besar Brian.


"Mereka sengaja melakukan ini ??" willy begitu tak menyangka.


"aku rasa karna mereka tau Tuan sedang dijalan."Tambah Frans.


"kau tau dari mana Tuan akan kembali ??" Tanya Willy lagi.


"Tadi Daff bilang kepadaku. Saat aku menghubunginya."Balas Frans.


"Sial.. Kita kecolongan."Willy hendak buru-buru menghubungi Brian, namun ternyata Brian sudah tiba dengan mobilnya.


Keadaan Markasnya sangat kacau sekali. Banyak Anggotanya yang terluka bahkan tak jarang yang sudah tak bernyawa. Sesak sekali hati Brian kali ini.


"Astaga.. Frans.. Aku akan dipenggal karna lalai."gumam Willy saat melihat benar Brian yang turun dari mobil.


"Tuan.."Willy dan Frans menyapa Brian. Hanya mengangkat tangannya agar kedua anak buahnya itu diam. Lalu Brian segera melangkah masuk kedalam rumah besarnya yang sudah berantakan.


Meski tidak tau maksud Brian apa, namun willy dan Frans hanya mengikuti langkahnya saja.

__ADS_1


.


.


__ADS_2