Separuh Nyawaku

Separuh Nyawaku
separuh nyawaku


__ADS_3

Ep 32


.


.


.


Benar saja, pukul 3 dini hari Marcell bersama Mozza dan Exel tiba dirumah Virgoun.


Sambutan diberikan Viergoun pada Tamunya.


"Selamat datang tuan.. Mari silahkan masuk.."Ajak Virgoun.


"terimakasih tumpangannya."Balas Exel


"Tidak masalah.. Ayo masuk.."Ajak Virgoun. Exel sembari memapah Marcell segera membawaNya masuk kedalam


Sementara Mozza melihat kesekeliling, rumah itu cukup besar dibanding yang lain. Pandangannya terhenti saat melihat Torra yang juga memandangnya.


"Kau...-"


"Saya putra Virgoun Nona.."Balas Torra seraya menunduk


Mozza menatap nakal Torra dari atas hingga bawah. Torra memanglah tampan. Lalu perlahan Mozza mendekati Torra.


"Ternyata dikampung ada pria setampan dirimu ya.."Ucap Mozza dengan suara sensualnya.


Torra hanya menunduk. Ia cukup risih digerayangi seperti itu. Namun ia tak mau berontak, yang akan membuat masalah nanti.

__ADS_1


"Kau masih perjaka ??"Bisik Mozza manja ditelinga Torra.


Sontak mata Torra membulat bak Bola..pertanyaan konyol macam apa itu, Torra menelan ludahnya dengan susah payah saat saling pandang dengan Mozza. Tanpa ragu pun Mozza meraba senjata Torra dibawah sana.


Sontak Torra buru-buru menghindar. Hal itu menimbulkan kekehan Mozza.


"Kau..aku sudah tau kau pasti masih perjaka.."


"Maaf Nona. Silahkan masuk saja. Diluar cukup dingin."Torra mengalihkan perbincangan.


"Kan ada kau yang bisa menghangatkanku.."Sengaja Mozza menempelkan dada besarnya dilengan Torra seolah tengah menggoda.


Baru saja Mozza akan melanjutkan menggoda Torra, namun teriakan sang kakak mengatasnamakan dia terdengar.


Mozza memejamkan kedua matanya dengan geram "Kakak..kau selalu mengganggu kesenanganku !!!" Umpat Mozza.yang kemudian meninggalkan Torra begitu saja.


Torra baru bernafas lega saat Mozza tak terlihat. "Sialan wanita itu.. Beraninya dia memangi barangku.."Umpat Torra lirih. Tak mau dekat-dekat Torra memilih segera pergi saja dari rumah. Rasanya bergidik sekali jika harus didekati wanita seperti Mozza itu.


.


.


"Memang ada disini ??" tanya Exel.


"Cukup jauh. Tapi dekat sini ada rumah perawat yang ahli menangani luka seperti ini, saya akan membawa dia kemari.."Tutur Virgoun.


"Lakukan saja. Asal tidak ada yang curiga."balas Exel.


"Aman. saya disini berkuasa penuh."Virgoun berkata demikian lalu kemudian ia segera keluar. Guna meminta Torra agar membawa Ayumi untuk mengobati Marcell.

__ADS_1


.


.


Dengan pengawalan, Torra tiba dirumah Ayumi. Meski tengah malam, Torra tak canggung mengetuk pintu Rumah hingga beberapa kali. Dan tak lama Pak Yusuf keluar dengan wajah herannya.


"Malam begini kau mau minta pajak ??!" terka pak Yusuf saat tau jika Torra yang datang.


"jangan sembarangan !! Mana Ayumi. Aku ada perlu dengan dia."Torra langsung saja.


"Malam begini perlu apa ?! Tidak boleh, anak gadis tidak boleh bertemu pria lajang tengah malam begini."Balas pak Yusuf.


"Lalu bagaimana denganmu yang menyimpan pria didalam rumah ini ??"Timpal Torra.


"Pria siapa ?? Pria itu sudah pergi sejak lama. Sudah..sudah.. Kau mengganggu istirahatku saja. Pulanglah."Usir pak Yusuf.


Anak buah Torra langsung mencegah pak Yusuf menutup pintu.


"Aku hanya ingin mengajak Ayumi mengobati teman papaku, dia terluka parah."Sentak Torra.


"Tidak salah ??!! Ayumi cuma mantan perawat. Bawa saja sana kerumah sakit atau klinik."Balas pak Yusuf lagi.


Torra yang geram menendang pintu dengan kuat.


Brakkk !!!!


Ayumi sampai terbangun dan langsung keluar dari kamarnya. Saat keluar kamar Ayumi sangatlah terkejut melihat sang ayah dikepung banyak anak buah Torra.


"Ayah.."Gumam Ayumi yang langsung turun.

__ADS_1


.


.


__ADS_2