Separuh Nyawaku

Separuh Nyawaku
Separuh Nyawaku


__ADS_3

Ep 24


.


.


.


Brian menghentikan langkahnya saat Melihat Ayumi sedang menyiapkan sayuran untuk dimasak.


Ayumi berpura-pura tak melihat Brian, Ia terus melanjutkan menyiapkan bahan-bahan yang lain.


Perlahan Brian menghampiri Ayumi namun Ayumi tetap tak memperdulikannya.


"apa Yang mengganggu hatimu Ayumi ??" tanya Brian saat sudah tepat dibelakang Ayumi.


"Tidak ada. Kau kenapa kemari ??"Balas Ayumi dengan pertanyaan balik, bahkan Ayumi terus sibuk mengupas bahan masakan.


"Aku kawatir padamu."Balas Brian.


"Aku tidak sedang kenapa-kenapa. Untuk apa kau kawatir."Sanggah Ayumi dengan cepat.

__ADS_1


Brian yang tak puas dengan jawaban Ayumi segera menarik lengan Ayumi agar wanita itu menghada dia.


"Aahh.."Ayumi memekik dan memilih menunduk.


"Tatap aku."Pinta Brian.


Ayumi masih terus menunduk. Hingga Brian perlahan mengangkat dagu Ayumi. Meski sekilas saja, namun Brian bisa melihat linangan air mata dimata Ayumi. Ayumi buru-buru menunduk kembali dengan nafas naik tturun.


Brian yang tak kuasa melihat Ayumi bersedih segera memeluk Ayumi dengan erat. Kini dia begitu bingung dan bimbang, Ayumi pasti mendengar jika ia akan segera kembali kekota, Dan pasti Ayumi berfikir Brian akan melupakannya.


Ayumi tak membalas pelukan Brian. Bahkan ia terus menekan sesak didalam hatinya untuk menahan air mata yang lancang hendak turun.


"Aku tidak tau bagaimana caraku meyakinkanmu. Aku juga takut jika kita harus terpisah jauh."Ucap Brian lirih.


"Tapi inilah kehidupanku, dan aku sudah memberitaumu sejak lama."Tambah Brian.


Ayumi melepas paksa pelukan Brian. "Apa kau tidak bisa lepas dari kehidupan seperti itu ??" Manik.mata berair yang bisa dilihat Brian dalam mata Ayumi.


"Ini bukan tentang bisa atau tidak. Tapi ini adalah takdirku."Balas Brian.


"Apa kau tidak ingat !?? Bahkan kau sampai disini dengan banyak sekali luka yang mematikan, Dan sekarang kau mau kembali dalam Kehidupan keras itu ???"Tuturan Ayumi terucap dengan lelehan air mata dikedua pipinya. "Aku takut sekali kau terluka lagi, Aku takut kau tidak kembali kemari dan melupakan aku.. Hiks..hiks..hiks.."tangis Ayumi pecah.

__ADS_1


Brian buru-buru menghapus air mata itu. "Aku mohon jangan menangis..Please sayang.."


Sesenggukan Ayumi membuat nyeri dalam hati Brian. "Kau sudah menjadi saparuh nyawaku, Aku tidak akan bisa melupakanmu.."


"Jika begitu kita menikah saja."Ucap Ayumi dengan cepat.


"sayang bukannya aku tidak mau. Tapi Masalah anggotaku begitu genting, Aku tidak mau menikahimu tanpa sebuah acara, Kau istimewa bagiku. Aku harus membereskan semua musuhku dulu, Agar kau aman nanti.."Terang Brian seraya memegangi kedua tangan Ayumi.


Seakan sedang dikuasai ego yang tinggi, Ayumi melepas paksa genggaman tangan Brian.


"Sampai kapan kehidupanmu akan ada keamanan ??!! Jika pertempuran dan pertempuran yang kau jalani. Aku ingin Brian yang hanya seorang pelayan, Bukan seorang Mafia.."


Brian menggeleng pelan seolah mengatakan tidak seperti itu. Lalu meraih tubuh Ayumi lagi, Dan memeluknya dengan erat. Ayumi meronta menolak namun Brian terus menguatkan pelukannya.


Bahkan tangisan Ayumi yang begitu pilu sungguh menyayat hati Brian. Brian sampai tak mampu berkata apapun. Cintanya untuk Ayumi sangatlah besar juga, namun Menggantikan sang papa memimpin anggota mafia juga termasuk tanggung jawabnya. Ia tidak mungkin membiarkan musuh sang papa menguasai bahkan menghancurkan anggotanya dengan mudah, Anggota yang telah dibangun oleh Winata papanya Brian selama bertahun-tahun yang menjadi terkuat disepanjang sejarah.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2