
Ep 16
.
.
.
Pak Yusuf menghampiri Ayumi dan Brian yang duduk berdua diruang tamu. Dengan perlahan Pak Yusuf turut duduk juga.
"Ayah. Kenapa bangun ?? Ayah harus banyak istirahat.."Ucap Ayumi.
"Lalu kenapa kau mengintrogasi Brian ?? Brian lebih lelah dari pada Ayah.."Timpal Pak Yusuf.
"Aku tidak lelah pak.."Brian menambahi.
"Jangan berusaha mengelak Brian..Kau juga hanya seorang manusia."Kata Pak Yusuf dengan serius.
Brian hanya tersenyum sementara Ayumi langsung terdiam.
"Pak Yusuf pasti sudah mendengar siapa saya. Jadi semua keputusan saya serahkan pada Bapak dan Ayumi."Ucap Brian dengan sopan.
"Kau sendiri masih ingin disini atau tidak ??"Pak Yusuf langsung bertanya.
"Tentu saja. Kalian sudah sangat baik padaku. Meski aku tidak bisa memberi kalian uang, setidaknya aku bisa membalas dengan pengabdianku."Tutur Brian.
"Lalu kenapa masih bertanya ?? Tinggal saja disini. Disini kau hanya perantau, itulah kenyataan yang aku tau."Balas Pak yusuf dengan cepat.
__ADS_1
Brian menatap Pak Yusuf yang terlihat sangat serius. Begitupun dengan Ayumi.
"Bekerjalah dirumah makanku. Selama kau mau."Tambah Pak Yusuf.
"Dan tinggallah dirumah makanku. Karna akan menjadi fitnah jika kau terus tinggal disini. Karna aku memiliki Ayumi." Lagi, Pak Yusuf menambahi.
Brian sampai tak bisa berkata apa-apa.
Benarkah ini ?? pak Yusuf mudah sekali menerima dia.
"Ayah serius ??" Ayumi memastikan.
"Iya. Masalah sudah selesai. Tolong jangan bahas hal seperti ini lagi. Terutama kau Ayumi. Jangan pernah melihat seseorang dari jati dirinya, mungkin masa lalunya kelam, tapi jika dia mau dan berniat berubah, Dia akan menjadi lebih baik dari pada Kita. Kau mengerti."Nasehat Pak Yusuf.
"Ayumi mengerti Yah.."Ayumi seketika tertunduk.
"Iya pak. Terima kasih sekali sudah bersedia menerimaku. aku akan berusaha bekerja dengan baik. Tanpa memperlihatkan jati diriku."Balas Brian dengan senang. Pak Yusuf mengangguk dengan senyum lebarnya. Ia kemudian beranjak dari duduknya dan meninggalkan Ayumi serta Brian untuk kembali kekamarnya. Brian pun kemudian turut beranjak untuk keluar dan menuju Rumah makan Pak Yusuf yang ada disamping rumah itu. Ayumi sendiri hanya bisa diam menatap dua pria beda usia itu bergantian.
.
.
.
Pyarrr !!!
Mozza melempar gelas yang ada ditangannya saat anak buahnya melaporkan kegagalan dalam pencarian Brian.
__ADS_1
"Dasar tidak berguna !!! Aku sudah bilang jangan pulang tanpa membawa Brianku !!!" Teriak Mozza dengan kesalnya.
"Kami sudah menyusuri semua penjuru Nona. Tapi Tuan muda tidak ditemukan juga. kami fikir tuan Muda sudah meninggal. Mengingat luka beliau terlalu parah waktu itu."Tutur anak buah Mozza dengan laporannya.
Plakkk !!
Plakkk !!!
Tamparan keras dilayangkan Mozza diwajah dua anak buah pribadinya.
"Sialan kalian ya !!! Beraninya mengatai pria ku !!!!"
"Maaf Nona.."
"Hah !!!! Pergi sekarang dan lanjutkan pencarian !!! Aku tidak mau tau, cepat temukan Brian segera !!!" Bentakan serta perintah dilayangkan Mozza.
"Baik Nona."
"Ingat satu hal. Jika kalian pulang tanpa dia. Nyawa kalian akan menjadi gantinya."Ancam Mozza dengan tatapan kebenciannya.
"Siap Nona. Permisi."Keduanya segera berlalu dari hadapan Mozza.
Mozza membenahi rambutnya dan kembali duduk. Pelayan nampak menuangkan kembali minuman kesukaannya.
"Sebenarnya kau kemana Brian..Aku tau kau bersembunyi.. Aku akan terus berusaha menemukanmu baby.."Batin Mozza berapi-api.
.
__ADS_1
.