
Ep 27
.
.
Bayang-bayang kenangan bersama Brian terus saja menari-nari dikepala Ayumi. Tak pernah ia merasakan sedih yang begitu dalam seperti ini. Ingin rasanya masa bodoh dan melanjutkan hidup, namun nyatanya tak semudah itu.
"Aku berharap kau tidak melupakan aku.."Gumam Ayumi dengan segudang harapannya.
.
.
Sementara Dimarkas baru, Brian memanggil Frans untuk membicarakan sesuatu.
"Malam tuan.. Ada apa memanggil saya ??" Frans yang datang langsung menyapa.
"Frans.. tolong kirim beberapa orang kita untuk kembali keDaerah yang kemarin kalian datangi. Minta mereka menjaga keamanan dirumah makan milik pak Yusuf. Orang yang telah menolongku. Tidak harus kentara, Dari jarak jauh saja. Karna disana juga ada gangster yang ingin berkuasa."Perintah Brian.
"Baik tuan. Ada lagi ??" Frans patuh seketika.
"Kau sudah mengirim Apa yang aku suruh kemarin ??" Brian memastikan.
"Sudah tuan. Willy dan Jerry yang membawanya langsung agar mereka percaya."Balas Frans lagi.
"Lalu Daff ??"
"Daff akan mengurus yang didaerah."
Brian mengangguk. "Terima kasih. Persiapan harus segera disusun."
__ADS_1
"Iya Tuan. Nanti sepulang dari sana, Willy dan Jerry akan membawa anggota kita yang lain."
"Aku percaya pada kalian."Brian menepuk pundak Frans. Yang termasuk temannya dari sejak remaja dulu.
.
.
.
Dimarkas besar WorldLion, Mobil Willy berhenti tepat didepan pintu masuk. Saat ia keluar para anggota datang menyambut.
"Anda dari mana saja Tuan ?? Nona Mozza mencari kalian.."Tegur mereka.
"Apa Nona Mozza ada didalam ??"Willy malah bertanya balik.
"ada."
Jerry keluar dari mobil juga. "Bantu kami memgangkat peti dibagasi belakang."
Dan ternyata didalam Mozza tengah bersama Marcell. Sejak diangkatnya dia sebagai pemimpin dunia bawah, Marcell sangat leluasa mendatangi Markas WordLion. Ia merasa sudah menang dan menjadi pemimpin untuk saat ini.
Willy dengan berani masuk menghampiri Mozza dan Marcell yang tengah bermain kartu.
"Selamat malam Nona.."sapa willy dengan sopan.
"oh.. Akhirnya kau kelihatan juga. Dari mana saja kau ???!!" Sentak Mozza dengan tanpa peduli.
"Maaf Nona. Saya dan rekan-rekan saya mencari Tuan muda."Balas Willy seraya tertunduk.
Mozza seketika menghentikan permainannya. Marcell tak banyak berkomentar. Ia hanya diam dan menatap Tajam willy.
__ADS_1
"Me..memangnya kau tau dimana dia ??" Mozza sangatlah penasaran.
"Luka Tuan muda cukup parah waktu itu. Kami sangat yakin dia tidak akan bertahan lama. Makanya kami sengaja mencarinya. Jikapun memang tuan muda sudah meninggal, Kami akan menyempurnakannya dengan menguburkannya."Tutur willy.
"Lalu ?? Ketemu ??" tanya Mozza harap-harap cemas.
"Maafkan saya Nona. saya hanya berhasil membawa jasad tuan muda saja. Waktu 3 bulan ternyata sudah merenggut nyawanya."Balas Willy berpura-pura sedih. Tak lama Jerry dengan dibantu anggota lain membawa peti mati itu masuk kedalam. Dalam keterkejutana Mozza menutupi mulutnya tak percaya jika pria yang sangat ia harapkan ternyata benar telah meninggal. Sementara Marcell hanya tersenyum puas. Kini tidak ada lagi yang bisa menurunkan dia dari kepemimpinan. Ialah kini yang berkuasa.
Peti diletakkan tepat didepan Mozza yang begitu syok. Jerry pun membuka penutup peti itu. Mozza yang diliputi rasa penasaran segera mendekat dan melihat.
"Aaaahhhh !!!" Mozza langsung membalikkan tubuhnya dan menghambur kedalam pelukan sang kakak.
"Ada apa ??" Marcell berpura-pura bertanya.
"Kak wajahnya.. Wajahnya sudah hancur.. Hiks..hiks..hiks.. Brianku.."Tangis Mozza.
Marcell melongok kedalam peti.
"Kalian yakin dia Brian ?? Bagaimana kalian bisa mengenali jika dia brian ?? Wajahnya saja hancur seperti itu.."Marcell memastikan.
"Kalung dan cincin yang dia pakai Tuan. Kalung itu hanya dimiliki tuan muda dan tuan besar saja."balas Jerry.
"kakak...Brianku.."Tangis Mozza pecah seketika.
"Segera bawa pergi dan makamkan dengan layak."Perintah Marcell.
Willy dan Jerry patuh, segera mereka membawa pergi peti itu.
"Brianku..hiks..hiks..hiks.. Kakak.. Bagaimana ini.. Brianku.."Tangis Mozza.
Marcel hanya terdiam dan malah tersenyum. Ia benar-benar telah menjadi pemimpin yang sesungguhnya.
__ADS_1
.
.