
Ep69
.
.
.
Winda menangis tersedu-sedu. Ia menyesal telah membohongi Mahendra dengan keadaan dirinya yang sudah tidak perawan lagi.
Ketulusan dan perjuangan Mahendra begitu membuat hati Winda teriris sekali.
Namun siapa sangka ternyata Narendra tidak marah. Dengan perlahan Mahendra meraih tangan Winda dan menggenggamnya dengan erat.
"Lalu kenapa jika kau sudah tidak perawan lagi ?? Apa kau fikir aku membeli keperawananmu ??" Ucap mahendra dengan pelan.
Winda seketika menatap lekat manik mata Mahendra, terlihat sekali ketulusan disana. Betapa Winda sangat beruntung mendapatkan suami sebaik dan sepengertian Mahendra.
"Tapi biasanya itu yang dicari laki-laki disaat malam pertama seperti ini.. Aku kotor Hen.. Aku sudah ternoda.."
__ADS_1
"Dan aku sudah membersihkannya."Mahendra memegangi kedua pipi Winda.
"Dengarkan aku, Aku mencintaimu yang sekarang. Masa lalumu itu adalah milikmu, yang hanya perlu kau jadikan pelajaran, jangan terus terbelenggu dengan pahitnya masa lalu. mari bersama kita tata masa depan. Apapun keadaanmu aku telah menerimanya, setelah ijab kabul aku ucapkan."tutur Mahendra hingga winda yang tak kuasa langsung memeluk Mahendra dengan erat.
"Terima kasih Hen.. Terima kasih.. Aku benar-benar wanita yang sangat beruntung didunia.."ucap Winda dengan isak tangisnya.
"Sudah jangan menangis. Apa malam pengantin kita kau hanya akan terus menangis ??" Goda Mahendra hingga membuat Winda tersenyum seraya mengusap air matanya.
Winda kemudian dengan inisiatifnya mengalungkan tangan dileher Mahendra. Menatap lekat manik mata Mahendra yang begitu sendu sekali.
"Aku akan menyenangkanmu suamiku.."Ucap Winda dengan berbisik. Lalu ia memulai mencium Bibir Mahendra.
Nafas memburu begitu terdrngar saat keduanya melepas pa ngu tannya demi menghirup udara bebas. Lalu kembali saling menyatu.
Tangan Mahendra pun bergerak menelusup baju Winda. Mengusap punggung Winda dengan penuh hasrat. Hingga perlahan Tangan Mahendra pun membuka baju Winda.
Karna baju itu adalah gaun pengantin. Akhirnya winda melepas pa ngutannya dan segera bangkit dari duduknya membuka gaun yang ia kenakan.
Mahendra hanya mampu meneguk air liurnya saat melihat tubuh Winda yang hanya memakai dalaman saat gaun itu sudah terlepas sempurna.
__ADS_1
Winda kembali mendekat dan membuka perlahan jas yang Mahendra kenakan, terus sampai tubuh kekar Mahendra terlihat.
Kembali keduanya saling mencumbu, Mahendra pun menuruni leher Winda menciuminya bahkan Mahendra memberikan tanda disana.
"eem...hhhh.."Winda menahan suaranya saat ia mulai terang sang.
Mahendra terus turun menyusuri dada dan berhenti dikedua gundukan Winda, Bra winda perlahan ia buka. Terlihat Gundukan besar yang bergelantung manja disana. Seakan tak mau menunggu apapun lagi, Mahendra melahapnya dan meremasnya.
"Aahh.. Hen..aaa.."Winda yang tak tahan dengan perlakuan Mahendra me n de sah seketika dan itu malah membuat Mahendra semakin menjadi.
Hingga seiring berjalannya waktu, keduanya sudah tak mengenakan sehelai benang pun. Senjata Mahendra yang sudah tegak berdiri sejak tadi segera memasuki Winda. Sekali hentakan Senjata itu sudah masuk sempurna dilembah kenikmatan Winda.
"Ahhhh.." De sa h winda lagi.
Mahendra pun memejamkan kedua matanya. Ini kali pertama Senjatanya masuk kedalam sarang sesungguhnya. sungguh rasanya luar biasa, denyut Lembah milik winda begitu membuat Libido Mahendra terpupuk hingga dengan sendirinya, Mahendra memulai aksinya.
Kamar pengantin itu sudah penuh dengan suara kedua anak manusia yang saling menyatu. Le ngu han dan sesekali era ngan terus saja bersahutan hingga tengah malam. Seakan tak memiliki rasa lelah sedikitpun, Baik Mahendra maupun Winda mengulang penyatuan hingga beberapa kali.
.
__ADS_1
.